WANITAINDONESIA.CO – Press Play Publicist memperluas kiprahnya di industri kreatif dengan merambah dunia perfilman melalui keterlibatannya dalam film drama komedi musikal Cidro Asmoro. Film yang mengangkat kisah musik Jawa dan fenomena popularitas di media sosial ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.
Dalam proyek tersebut, Press Play dipercaya menangani publisitas dan media relations untuk membangun komunikasi antara cerita film dan audiens. Keterlibatan ini sekaligus menjadi langkah awal perusahaan dalam mengembangkan layanan publisitas yang berfokus pada industri film dan hiburan.
CEO Press Play Publicist, Farah Dilla Syofiana, mengatakan bahwa komunikasi untuk film memiliki karakteristik berbeda dibandingkan dengan komunikasi merek maupun korporasi.
Menurutnya, publisitas film tidak hanya bertujuan memperkenalkan karya kepada publik, tetapi juga membangun percakapan yang relevan agar cerita film dapat menjangkau audiens yang tepat.
“Film tidak hanya perlu diperkenalkan kepada publik, tetapi juga perlu menemukan percakapan dan audiens yang tepat agar ceritanya memiliki kehidupan bahkan sebelum penonton masuk ke bioskop,” ujar Dilla.
Ia menambahkan, keterlibatan Press Play dalam Cidro Asmoro bukan sekadar menjalankan publikasi, melainkan menjadi bagian dari perjalanan sebuah kekayaan intelektual atau intellectual property dalam membangun percakapan dan menemukan audiensnya.
Mengangkat Musik Jawa dan Fenomena Viral di Media Sosial
Cidro Asmoro mengisahkan Prita, seorang penjaga kafe yang kehidupannya berubah setelah video dirinya bernyanyi dan berjoget viral di media sosial.
Popularitas yang datang secara tiba-tiba membawanya masuk ke dunia musik. Namun, perjalanan tersebut juga mempertemukannya dengan berbagai kepentingan, persaingan, persahabatan, hingga perubahan dalam kehidupan pribadinya.
Kisah tersebut menghadirkan sejumlah tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari musik Jawa dan campursari, budaya cidro yang lekat dengan kisah cinta dan patah hati, hingga fenomena popularitas instan di era media sosial.
Berbagai elemen tersebut menjadi pintu masuk bagi Press Play untuk membangun percakapan seputar film melalui media, para pemain, komunitas, serta berbagai saluran komunikasi lainnya.
Dengan pendekatan tersebut, publisitas tidak hanya berfokus pada promosi, tetapi juga menghadirkan cerita yang relevan dan menarik bagi calon penonton.
“Film punya dinamika yang unik. Tantangannya bukan sekadar membuat film diketahui, tetapi membangun relevansi dan curiosity yang membuat orang ingin datang ke bioskop,” kata Dilla.
Dibintangi Ndarboy dan Happy Asmara
Cidro Asmoro merupakan film produksi VISION+, Adglow Pictures, Hompimpa Sinema, dan Kreator Visual Indonesia.
Film berdurasi 106 menit ini disutradarai Senoaji Julius, dengan Aji Fauzi, Agus Setiawan, dan Rene Sonata sebagai produser.
Deretan pemain yang terlibat antara lain Ndarboy, Happy Asmara, Jodilee Warwick, Erick Estrada, dan Andra Bagindas, serta sejumlah pemain lainnya.
Kehadiran Ndarboy dan Happy Asmara turut memperkuat keterkaitan film dengan penikmat musik Jawa dan campursari yang telah lebih dahulu mengenal karya-karya mereka.
Dengan menggabungkan drama, komedi, dan musik, Cidro Asmoro dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.

