WANITAINDONESIA.CO — Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini bukan lagi sekadar tren masa depan, melainkan kebutuhan nyata untuk menunjang produktivitas para profesional di era digital. Memahami tingginya dinamika karier dan mobilitas para pekerja di Tanah Air, Plaud perusahaan pengembang perangkat AI wearable terkemuka yang berbasis di San Francisco secara resmi meluncurkan inovasi terbarunya di Indonesia. Kehadiran ini ditandai dengan diboyongnya dua perangkat canggih, yakni Plaud Note Pro dan NotePin S, yang dirancang khusus untuk mempermudah proses pencatatan, transkripsi, hingga pembuatan rangkuman rapat secara otomatis.
Langkah ekspansi Plaud ke Indonesia ini bukan tanpa alasan, mengingat besarnya tantangan efisiensi kerja yang dihadapi masyarakat urban. Berdasarkan temuan Microsoft Work Trend Index, sebanyak 88% pekerja Indonesia mengaku kerap merasa kekurangan waktu dan energi untuk menyelesaikan tugas harian mereka. Di tengah tingginya ritme kerja, agenda rapat berturut-turut, wawancara, hingga konsultasi bisnis sering kali menyita konsentrasi hanya karena harus mencatat poin penting secara manual. Plaud hadir menjawab permasalahan tersebut melalui perangkat pintar yang sanggup merekam percakapan secara real-time dan langsung mengolahnya menjadi informasi terstruktur yang siap ditindaklanjuti.
Untuk mendukung berbagai kebutuhan kerja, Plaud menghadirkan dua varian desain yang fungsional sekaligus gaya. Bagi profesional yang menyukai kepraktisan, Plaud Note Pro menawarkan bentuk setipis kartu kredit yang sangat intuitif diselipkan di balik ponsel pintar atau di dalam dompet untuk merekam panggilan telepon maupun diskusi tatap muka. Sementara itu, bagi wanita aktif dengan mobilitas tinggi yang kerap beraktivitas di lapangan, Plaud NotePin S hadir sebagai fashion-tech item serbaguna yang fleksibel dikenakan sebagai kalung, klip baju, gelang, hingga pin saat melakukan wawancara maupun presentasi bisnis.
Keunggulan utama teknologi Plaud terletak pada kecerdasannya merespons keberagaman bahasa di Indonesia yang sering kali bertransisi secara alami dalam satu kali percakapan. Didukung teknologi Plaud Intelligence, perangkat ini mampu mentranskripsi lebih dari 112 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Jawa, dan Sunda secara presisi. Pengguna juga dimanjakan dengan fitur custom vocabulary untuk menambahkan istilah khusus sesuai bidang industri, serta kemudahan memilih bahasa transkrip dan rangkuman secara terpisah sebelum membagikannya langsung ke aplikasi produktivitas seperti Notion, Slack, atau Linear.
Head of APAC Marketing Plaud, Megumi Yoshinaga, mengungkapkan bahwa kehadiran Plaud bertujuan untuk membantu para profesional mendapatkan kembali sumber daya terpenting mereka, yaitu waktu. Dengan mengurangi beban administrasi seperti mencatat dan mentranskripsi secara manual, ruang untuk kolaborasi yang bermakna dan pengambilan keputusan yang tepat dapat tercipta lebih luas tanpa mengurangi sentuhan hubungan antarmanusia. Indonesia sendiri diproyeksikan menjadi pasar utama Plaud di Asia Tenggara pada tahun 2030 mendatang, seiring dengan pertumbuhan basis pengguna aktifnya yang terus meningkat pesat.
Bagi masyarakat yang ingin menunjang efisiensi kerjanya, perangkat Plaud kini sudah resmi dipasarkan di Indonesia dengan jaminan keamanan data berstandar internasional seperti ISO 27001 dan GDPR. Plaud Note Pro dibanderol dengan harga Rp3.499.000, sedangkan Plaud NotePin S ditawarkan seharga Rp3.449.000. Kedua perangkat inovatif ini dapat diperoleh secara langsung melalui puluhan jaringan ritel fisik seperti Urban Republic, Gramedia, dan iBox, maupun secara online di kanal Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Blibli, dan situs resmi Plaud. (Des)

