Pikat Dunia lewat MICE, Indonesia Siap Memimpin Pasar ASEAN

Pameran menjadi salah satu daya tarik di sektor pariwisata. Gdi

WANITAINDONESIA.CO – Di balik megahnya Jakarta Convention Center, deru optimisme baru sedang dirajut untuk memoles wajah pariwisata Nusantara. Indonesia kini tidak lagi hanya bersolek molek memamerkan pesona alamnya, tetapi secara agresif mengambil alih kendali dalam percaturan industri pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition / MICE) di tingkat regional. Langkah berani ini ditegaskan lewat perhelatan Southeast Asia Business Events Forum (Seabef) 2026 yang diresmikan di Jakarta.

Langkah strategis ini menandai babak baru bagi posisi tawar Indonesia di kancah Asia Tenggara. Potensi pasar MICE bernilai fantastis, bahkan pada dua tahun lalu porsi pendapatannya diperkirakan telah mendekati angka 1,2 triliun dolar Amerika Serikat. Indonesia tidak ingin sekadar menjadi penonton pasif di tengah gemerlap bisnis raksasa tersebut, melainkan berambisi menjadi pusat episentrum atau hub utama.

Baca Juga :  Di Forum ASEAN, Indonesia Sepakati Penguatan AI Beretika di Dunia Pendidikan

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan bahwa momentum penyelenggaraan forum ini menjadi batu pijakan penting untuk memperkokoh posisi bangsa. “Harapannya, Indonesia semakin memperkuat perannya sebagai pusat pertemuan bisnis di kawasan ASEAN sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan bernilai tambah tinggi,” ungkap Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat memberikan sambutan pembukaan.

Menurutnya, industri pertemuan bisnis modern telah bertransformasi menjadi lebih dari sekadar ajang berkumpul. Sektor ini telah berkembang pesat menjadi akselerator atau katalisator bagi masuknya investasi, bertukarnya inovasi, pengalihan pengetahuan, serta penciptaan nilai ekonomi baru lintas sektor.

Melalui ajang yang berlangsung hingga akhir Juli 2026 ini, berbagai isu krusial dibedah secara mendalam. Mulai dari pengeratan keselarasan atau harmonisasi kebijakan acara di ASEAN, optimalisasi destinasi berkelanjutan, penerobosan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence), hingga penyusunan strategi memenangkan penawaran (bidding) penyelenggaraan acara kelas dunia. Tak berhenti di situ, ajang ini disandingkan secara sinergis dengan Indonesia Business Event Mart (IBEM) 2026 guna membuka ruang temu langsung antara para pelaku bisnis lokal dan mancanegara.

Baca Juga :  Berkah dan Rahmat Allah buat Indonesia Syiar Network "Syeikh Omar Suleiman Sentuh lewat Kajian"

Pergerakan besar ini mendapat fondasi kuat dari geliat ekonomi nasional yang terus meroket. Sektor pariwisata yang ditopang oleh industri akomodasi serta penyediaan makanan dan minuman tercatat melaju kencang dengan pertumbuhan mencapai 13,14 persen. Angka perjalanan wisatawan mancanegara dan domestik pun mencatatkan tren kenaikan yang amat positif.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyambut baik fondasi kokoh ini sebagai pijakan utama Indonesia dalam menguasai pasar dunia. “Fondasi ini memposisikan Indonesia dengan baik untuk menjadi pusat MICE global, khususnya seiring dengan pergeseran pasar menuju kombinasi bisnis dan rekreasi (bleisure),” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Baca Juga :  Kolaborasi Anak Negeri Untuk Kedigdayaan Kuliner Indonesia

Guna mewujudkan visi besar tersebut, strategi integrasi antara kawasan bisnis dan destinasi wisata unggulan—seperti Candi Borobudur, Prambanan, Danau Toba, hingga Taman Nasional Komodo—akan terus diperkuat. Sentuhan teknologi canggih, peningkatan konektivitas antarwilayah, serta penguatan infrastruktur pariwisata secara terpadu menjadi kunci utama agar Indonesia tak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga pemenang utama di era baru industri pariwisata global.

Mampukah momentum emas ini membawa Indonesia benar-benar berdiri tegak sebagai raja MICE dan magnet baru investasi dunia di Asia Tenggara? Waktu yang akan menjawab, namun langkah awal telah diayunkan dengan begitu meyakinkan. (Gdi)