WANITAINDONESIA.CO – Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam penanganan diabetes. Berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas 2025, diperkirakan 20,4 juta orang dewasa berusia 20-79 tahun di Indonesia hidup dengan diabetes pada 2024, di mana 73,2% di antaranya belum terdiagnosis. Pada tahun yang sama, diperkirakan terdapat 131.644 kematian terkait diabetes di Indonesia. Sementara itu, berdasarkan estimasi World Health Organization (WHO) untuk 2023, diabetes merupakan penyebab kematian terbesar keempat di Indonesia.
Salah satu komplikasi diabetes yang perlu mendapat perhatian adalah neuropati diabetik perifer, yang dapat menimbulkan gejala seperti kebas, kesemutan, sensasi terbakar, dan nyeri. Tinjauan Hicks & Selvin (2019) memperkirakan bahwa neuropati diabetik perifer dapat dialami oleh hampir 50% orang dengan diabetes sepanjang hidupnya. Sementara itu, tinjauan Gad et al. (2024) menyebutkan bahwa neuropati perifer secara umum masih belum terdiagnosis pada sekitar 80% kasus. Mengenali gejala dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan menjadi langkah penting untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Menjelang Hari Kesehatan Nasional pada 12 November dengan tema Sehat untuk Semua dan Hari Diabetes Sedunia pada 14 November dengan tema 2026–2027 Early Action on Diabetes, edukasi mengenai diabetes dan komplikasinya semakin relevan.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat edukasi diabetes, PERSADIA (Persatuan Diabetes Indonesia), organisasi yang berperan dalam meningkatkan edukasi dan kesadaran masyarakat mengenai diabetes di Indonesia, menyelenggarakan Kongres Nasional PERSADIA (KONAS PERSADIA) 2026 pada 7–8 November di Stadion Pakansari, Bogor.
Sebagai bagian dari rangkaian kongres tersebut, pada 8 November 2026, P&G Health melalui merek Neurobion dan PERSADIA menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang menetapkan P&G Health sebagai mitra prioritas PERSADIA untuk program edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai neuropati perifer, deteksi dini dan penanganan yang tepat.
“Berkolaborasi dengan PERSADIA untuk edukasi merupakan bagian dari komitmen P&G Health untuk memperluas akses terhadap informasi kesehatan yang tepercaya dan berbasis bukti. Kami berharap berbagai inisiatif edukasi ini dapat membantu masyarakat lebih memahami neuropati perifer, mengenali gejalanya dan mengambil langkah yang tepat dengan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang tepat,” ujar Caroline Herlina, Brand Director – Health Care Indonesia, Procter & Gamble Indonesia.
“Kami mengapresiasi dukungan P&G Health melalui Neurobion dalam memperkuat upaya edukasi mengenai neuropati perifer. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena gejalanya perlu dikenali sejakdini. Edukasi yang mudah dipahami dan berbasis bukti sangat penting agar tenaga kesehatan dan masyarakat dapat memahami gejala, pentingnya deteksi dini serta penanganan yang tepat,” ujar Dr. Roy Panusunan Sibarani, Sp.PD-KEMD, FES, Ketua PERSADIA.
Dalam edukasi mengenai kesehatan saraf, penting untuk memahami peran vitamin B kompleks, termasuk vitamin B1, B6 dan B12, dalam mendukung fungsi saraf. Neurobion Forte merupakan vitamin neurotopik yang mengandung vitamin B1 100 mg, B6 100 mg dan B12 5.000 mcg. Vitamin B12 berperan penting dalam menjaga fungsi saraf, sementara kekurangannya dapat berkaitan dengan gangguan saraf. Pemahaman mengenai kecukupan vitamin B dan penyebab neuropati perifer menjadi bagian dari edukasi untuk mendukung pemeriksaan serta penanganan yang sesuai oleh tenaga kesehatan.
Melalui kemitraan ini, P&G Health dan PERSADIA merencanakan berbagai inisiatif edukasi bagi tenaga kesehatan dan masyarakat. Inisiatif tersebut mencakup sesi edukasi, diskusi kesehatan (health talks), simposium, artikel edukatif, konten kolaboratif serta pengembangan buku panduan dalam format fisik dan digital mengenai neuropati perifer dan gaya hidup bagi penyandang diabetes.
Kolaborasi ini mencerminkan tujuan P&G Health, “Touching & Improving Lives through Trusted, Preferred, Quality Health Care Brands,” melalui komitmennya untuk memperluas akses terhadap informasi kesehatan yang tepercaya dan berbasis bukti, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai neuropati perifer.
“Sebagai bagian dari komitmen P&G Health, kami percaya bahwa kolaborasi dengan PERSADIA dapat membantu memperluas akses terhadap edukasi kesehatan yang tepercaya. Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih memahami neuropati perifer, mengenali gejalanya sejak dini dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” tutup Saranathan Ramaswamy, Presiden Direktur, Procter & Gamble Indonesia.
P&G Health dan PERSADIA mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara berkala di fasilitas kesehatan, memahami gejala neuropati periferseperti kebas dan kesemutan, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Mengenali dan menangani kondisi kesehatan sejak dini merupakan langkah penting untuk mendukung kesehatan jangka panjang. (den)

