WANITAINDONESIA.CO – Pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H di Masjid Istiqlal, Sabtu (21/3), berlangsung khidmat. Di hadapan ribuan jemaah, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang hadir bersama putranya, Jan Ethes Sinarendra, Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Noorhadi Hasan, menyampaikan pesan menyentuh tentang esensi kemenangan sejati.
Bukan sekadar ritual tahunan, Prof. Noorhadi menekankan bahwa Idulfitri adalah momentum untuk melakukan “detoksifikasi batiniah”. Beliau menyoroti bahwa fondasi terkuat sebuah bangsa bukanlah kekayaan materi, melainkan moralitas masyarakatnya.
Dalam khutbahnya, Prof. Noorhadi memberikan peringatan reflektif bagi kita semua. Menurutnya, sebuah bangsa tidak akan hancur hanya karena kemiskinan, namun bisa lumpuh seketika akibat hilangnya kejujuran dan sifat amanah.
“Hilangnya kejujuran dan amanah menjadi sebab rusaknya akhlak. Oleh karena itu, kehidupan kebangsaan yang rukun perlu terus kita rawat dengan nilai keimanan dan kepedulian sosial,” tuturnya mengutip Surah Al-Hujurat ayat 13.
Pesan ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua untuk terus menanamkan nilai integritas sejak dini di lingkungan keluarga, sebagai unit terkecil pencetak generasi penerus bangsa.
Selain aspek moral, khatib juga memberikan apresiasi terhadap langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Beberapa poin strategis yang disoroti antara lain:
Pemenuhan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang krusial bagi tumbuh kembang anak-anak Indonesia.
Ekonomi Kerakyatan dengan cara penguatan melalui Koperasi Merah Putih untuk kemandirian finansial warga.
Pendidikan dan kerukunan lewat peningkatan mutu sarana pendidikan serta komitmen memberantas korupsi demi keadilan sosial.
Beliau menegaskan bahwa program-program hebat ini hanya akan berhasil jika didukung oleh masyarakat yang memiliki integritas tinggi.
Solidaritas Palestina
Di tengah suasana hari kemenangan, Prof. Noorhadi juga mengajak jemaah untuk tidak melupakan kemanusiaan global. Ia mengapresiasi konsistensi diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina di forum internasional sebagai wujud nyata dari nilai-nilai Idulfitri yang mengajarkan perdamaian berkelanjutan.
Shalat Id kali ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menag Nasaruddin Umar, hingga Menbud Fadli Zon. Kehadiran para pemimpin ini mempertegas semangat harmoni dalam keberagaman yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia. (Gdi)

