
WANITAINDONESIA.CO – Bagi banyak orang tua, memilih produk perawatan bayi sering kali menjadi keputusan yang tidak sederhana. Kulit bayi yang masih berkembang dikenal jauh lebih sensitif dibandingkan kulit orang dewasa, sehingga kandungan produk yang digunakan sehari-har seperti sabun dan tisu basah menjadi perhatian utama. Dalam beberapa tahun terakhir, meningkatnya literasi konsumen membuat orang tua semakin aktif mencari informasi mengenai keamanan bahan dan proses produksi.
Sebagai satu penanda meningkatnya perhatian publik terhadap standar kualitas dan keamanan produk perawatan bayi, di tengah beragam pilihan yang tersedia di pasaran. Top Quality Product Brand Award melakukan study terhadap produk-produk dengan kualitas unggul menurut persepsi konsumen. Di akhir tahun 2025, produk sabun bayi non-SLS dan tisu basah yang telah melalui uji dermatologi dari Yunikon memperoleh Top Quality Product Brand Award 2025. Menurut Mario Alvrisky, Marketing Brand Manager Yunikon, Penghargaan ini sebagai bukti komitmen Yunikon untuk memberikan produk-produk perawatan bayi dan anak yang berkualitas.
Yunikon sendiri pertama kali diperkenalkan pada 2020 sebagai produk buatan Indonesia yang dikembangkan dengan pendekatan inovasi dan standarisasi produksi dari Jepang.
Seluruh proses produksinya dilakukan di fasilitas manufaktur yang telah memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam memproduksi produk perawatan untuk pasar domestik maupun internasional, khususnya produk dari jepang. Latar belakang tersebut menjadi fondasi dalam menjaga konsistensi mutu produk yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari keluarga.
Menurut Mario, kepercayaan orang tua merupakan aspek yang tidak bisa ditawar dalam pengembangan produk bayi. “Produk perawatan bayi digunakan sejak usia sangat dini dan secara rutin. Karena itu, pendekatan kami selalu menempatkan kualitas, keamanan dan kenyamanan sebagai prioritas utama,” ujarnya.
Salah satu bahan yang kerap menjadi perhatian konsumen adalah Sodium Lauryl Sulfate (SLS), yang umum digunakan sebagai agen pembersih. Mengacu pada informasi dari laman Halodoc, sebagian besar penelitian menyebutkan bahwa SLS bersifat iritan, namun bukan karsinogen dan tidak memiliki kaitan langsung dengan peningkatan risiko kanker.
Meski demikian, pada sebagian orang—terutama yang memiliki kulit sensitif—SLS dapat memicu iritasi, kulit kering, reaksi alergi, hingga rasa perih pada mata.
Studi penilaian keamanan yang dipublikasikan dalam International Journal of Toxicology juga menyebutkan bahwa SLS dinilai aman apabila digunakan dalam waktu singkat dan dibilas dari kulit, seperti pada penggunaan sabun dan sampo. Namun, bagi orang tua dengan bayi yang memiliki kulit sensitif, kehati-hatian tetap menjadi pertimbangan penting dalam memilih produk.
Selain formulasi, aspek visual juga menjadi bagian dari pengalaman penggunaan produk anak. Yunikon dikenal melalui desain kemasan yang terinspirasi dari binatang-binatang legendaris seperti unicorn dan dinosaurus. Karakter-karakter tersebut dikembangkan oleh kreator lokal Indonesia, dengan tujuan menghadirkan elemen imajinatif yang dekat dengan dunia anak-anak dan mampu menginspirasi kreativitas.
Dengan rangkaian produk yang telah teruji hypo-allergenic dan diformulasikan secara lembut untuk kulit sensitif—termasuk kulit bayi sejak hari pertama kelahiran—perhatian terhadap kualitas dan keamanan menjadi semakin relevan. Di tengah meningkatnya kesadaran orang tua, transparansi informasi dan konsistensi mutu produk menjadi faktor penting dalam membantu keluarga membuat pilihan yang tepat untuk perawatan anak mereka. (WIB/ ReZ)




