WANITAINDONESIA.CO – Upaya menjaga kelestarian lingkungan dan memulihkan vegetasi lokal bisa diimplementasikan melalui penanaman pohon. Langkah penanaman pun perlu dilakukan bersama masyarakat dan dipantau secara berkala agar lestari.
Hal tersebut turut disadari PT Permodalan Nasional Madani (Persero) melalui PNM Peduli dalam program Green Impact.
Program tersebut fokus pada penghijauan, pelestarian vegetasi lokal, dan pemulihan ekosistem, serta bekerja sama dengan komunitas lokal, pengelola kawasan, pemerintah desa, dan instansi terkait.
Realisasinya, PNM menanam 5.850 bibit pohon endemik di tujuh wilayah, yaitu Malang, Semarang, Banyuwangi, Magelang, Banjarnegara, Aceh, dan Subang. Jenis tanaman yang ditanam adalah pinus, cemara, edelweis, anggrek gunung, saninten, puspa, picis atau brasan, dan beringin.
Pemilihan jenis pohon endemik tersebut menjaga keberagaman vegetasi lokal dan mendukung keseimbangan ekosistem di kawasan penanaman.
Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan, program itu menjadi bagian dari upaya PNM menjaga kelestarian lingkungan bersama masyarakat. Sebab, keberhasilan penghijauan diukur dari pertumbuhan tanaman dan manfaatnya bagi lingkungan, bukan dari jumlah bibit yang ditanam.
“Penghijauan baru berhasil bila tanaman tumbuh dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Karena itu, kami memilih jenis tanaman endemik untuk menjaga keberagaman vegetasi lokal, bekerja bersama komunitas, pengelola kawasan, dan pemerintah desa, serta melakukan monitoring secara berkala,” ujar Kindaris, Selasa (3/11/2026).
Penanaman tersebut turut menjadi bagian dari rangkaian Green Impact 7 Summit Attack PNM 2026. Dalam rangkaian tersebut, insan PNM menaklukkan sejumlah puncak tertinggi di Indonesia dan menanam bibit pohon di lereng gunung yang didaki. Selain mendaki, kegiatan ini diwujudkan dalam aksi pelestarian lingkungan di setiap lokasi.
Di Banyuwangi, penanaman dilakukan di lereng Gunung Raung setinggi 3.344 mdpl, tepatnya Dusun Wonorejo, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru, Jawa Timur. PNM menanam 1.000 bibit pohon, terdiri dari 500 bibit cemara, 200 bibit durian, dan 300 bibit alpukat.
Penanaman itu diharapkan membantu menjaga sumber air alami, mendukung fungsi kawasan resapan air, dan mempertahankan keseimbangan ekosistem serta habitat flora dan fauna endemik. Pohon durian dan alpukat juga diharapkan memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar bila dikelola secara berkelanjutan.
Kemudian di Banjarnegara, PNM menyalurkan 500 bibit pohon endemik untuk ditanam di kawasan Gunung Prau melalui Ceremonial Penanaman Pohon di Basecamp Dwarawati, Desa Dieng Kulon, Kamis (22/10/2026).
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjarnegara Herrina Indri Hastuti menyebut, pohon yang ditanam berperan menjaga ketersediaan air tanah, mencegah erosi, menyerap emisi karbon, dan menyediakan oksigen.
Menurut dia, dampak penanaman baru terlihat dalam beberapa tahun ke depan, sehingga perawatan dan pemantauan menjadi bagian penting. Penyaluran 500 bibit tersebut merupakan gerakan berkelanjutan PNM menjaga lingkungan.
Pemantauan dilakukan setiap enam bulan sekali di seluruh wilayah penanaman. PNM memantau perkembangan tanaman, mengevaluasi kondisi di lapangan, dan memastikan program berjalan berkelanjutan.
Dengan pemantauan ini, PNM menilai keberhasilan program dari pertumbuhan tanaman dan manfaat yang dihasilkan bagi lingkungan dan masyarakat.
Selain menjaga tutupan vegetasi dan mendukung keanekaragaman hayati, program tersebut diharapkan meningkatkan keterlibatan nasabah PNM dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Keterlibatan ini dibangun melalui pelaksanaan penanaman bersama komunitas lokal dan pemerintah desa. (yud)

