Perjalanan Integritas Syafrida di Ombudsman RI: Belajar dari Dinamika Pengawasan di Lapas Cibinong

Perjalanan Integritas Syafrida di Ombudsman RI: Belajar dari Dinamika Pengawasan di Lapas Cibinong (Foto : Desi)

WANITAINDONESIA.CO – Dunia jurnalistik dan pengawasan publik kembali diwarnai oleh figur perempuan tangguh yang menginspirasi. Syafrida Rachmawati Rasahan, S.H., M.H., yang resmi menjabat sebagai Anggota Ombudsman Republik Indonesia (Ombudsman RI) periode 2026–2031, hadir sebagai simbol integritas dan dedikasi tinggi bagi kaum perempuan.

Dunia jurnalistik dan pengawasan publik kembali diwarnai oleh figur perempuan tangguh yang menginspirasi. (Foto : Dok Ombudsman)

Perjalanan panjangnya dari dunia penyelenggara pemilu hingga kursi pimpinan lembaga pengawasan negara menyimpan kisah sarat makna tentang kerja keras, keteguhan prinsip, dan keseimbangan peran hidup.

Lahir dan besar di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Syafrida adalah anak keempat dari enam bersaudara yang tumbuh dalam keluarga penuh kedisiplinan. Sang ayah berlatar belakang sebagai seorang jaksa yang sering berpindah-pindah tugas, sementara ibunya adalah perempuan mandiri yang menggeluti dunia usaha katering dan perdagangan. Dari sang ayah, Syafrida menyerap prinsip hidup paling mendasar bahwa integritas adalah harga mati.

Nilai ini semakin tertanam kuat melalui teladan hidup sang ayah yang dikenal amanah dan memegang teguh kasus-kasus besar hingga akhir hayatnya. Bagi Syafrida, harta yang paling berharga bukanlah tumpukan materi atau kekayaan duniawi, melainkan nama baik dan nilai integritas yang ditinggalkan kepada sesama, di mana antara perbuatan dan perkataan harus selalu sejalan.

Baca Juga :  Ombudsman RI Gandeng Agrinas Awasi Program Koperasi Merah Putih, Pastikan Bebas Maladministrasi

Ketertarikan Syafrida terhadap isu-isu sosial dan kemasyarakatan sudah terlihat sejak masa kuliah, di mana ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan dipercaya memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di tengah euforia reformasi.

Berbekal latar belakang ilmu hukum, ia sempat bergabung dengan lembaga penelitian independen seperti CSIS dan LP3ES serta menginisiasi wadah advokasi masyarakat secara mandiri. Kariernya di kancah penyelenggara pemilu diwarnai berbagai tantangan, termasuk ketika ia berhasil masuk dalam jajaran enam besar seleksi Bawaslu Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2013 sebagai satu-satunya perempuan.

Berbagai ujian mental, stigma sosial, dan anggapan bahwa posisi strategis lebih pantas diemban laki-laki berhasil ia tepis melalui prestasi dan kinerja nyata. Sebelum terpilih di Ombudsman RI, ia juga mendedikasikan diri sebagai Tenaga Ahli di DPR RI hingga Maret 2026.

Ketangguhan mental Syafrida dalam menghadapi situasi berisiko tinggi turut diuji secara nyata di lapangan, salah satunya saat memimpin inspeksi mendadak ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cibinong.

Baca Juga :  Ombudsman RI Gandeng Agrinas Awasi Program Koperasi Merah Putih, Pastikan Bebas Maladministrasi

Setibanya di lokasi, rombongan sempat tertahan di gerbang selama kurang lebih 30 menit sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk setelah mendapat informasi mengenai adanya temuan krusial di dalam.

Temuan tersebut ternyata berada di luar perkiraan dan langsung menjadi sorotan publik yang luas. Menjelang akhir kegiatan, ketegangan dan gesekan sempat tak terhindarkan, namun komposisi tim yang didominasi oleh perempuan dinilai berhasil meredam potensi benturan fisik yang lebih keras melalui pendekatan komunikasi yang tenang.

Pengalaman memimpin pengamanan di daerah rawan, seperti saat menghadapi aksi unjuk rasa besar di Sumatra Utara pada 2019, telah menempa kematangannya dalam menghadapi tekanan. Di balik setiap langkah berat tersebut, Syafrida selalu mengawali tugasnya dengan keyakinan spiritual dan doa bersama di masjid terdekat, memegang teguh prinsip bahwa kehadiran Ombudsman adalah jembatan pengaduan agar negara benar-benar hadir melindungi hak rakyat.

Baca Juga :  Ombudsman RI Gandeng Agrinas Awasi Program Koperasi Merah Putih, Pastikan Bebas Maladministrasi

Dalam realitas kepemimpinan, Ibu dari 2 anak ini juga menyoroti pentingnya merawat solidaritas dan menghapus fenomena saling menjegal di antara sesama perempuan. Menurutnya, kesuksesan seorang pemimpin perempuan bertumpu pada keyakinan diri, kemampuan multitasking yang luar biasa, serta pembangunan sistem dukungan yang kuat baik dari mitra laki-laki maupun sesama perempuan sebagai kawan seperjuangan.

Dengan meneladani figur-figur hebat dari lembaran sejarah hingga pahlawan nasional, ia membuktikan bahwa kehadiran perempuan di ruang publik bukan sekadar pemenuhan kuota, melainkan penentu arah yang membawa keberkahan dan perubahan positif.

Menjalankan amanah publik dengan mobilitas tinggi tentu menuntut keseimbangan hidup yang matang, yang berhasil ia buktikan melalui harmoni antara profesionalisme di kantor dan kehangatan peran sebagai istri serta ibu di rumah berkat dukungan penuh keluarga tercinta.

Melalui seluruh kiprah dan perjalanan hidupnya, Syafrida Rachmawati Rasahan terus menginspirasi perempuan Indonesia bahwa tantangan dan hambatan bukanlah halangan untuk maju, selama ketulusan, ketegasan, dan integritas senantiasa dijaga di atas segalanya.(des)