WANITAINDONESIA.CO – Momentum peringatan Hari Kartini dimanfaatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat komitmen dalam perlindungan dan pemberdayaan perempuan melalui pembangunan yang responsif gender.
Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri diskusi interaktif “Para Kartini Masa Kini: Perempuan Memilih” di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Kamis (7/5).
Kegiatan yang menjadi bagian dari
peringatan Hari Kartini tingkat Provinsi DKI Jakarta itu mengusung tema “Berkembang Tanpa Batas, Berdaya Tanpa Sekat”. Tema tersebut menyoroti pentingnya menghadirkan ruang yang aman dan inklusif agar perempuan dapat tumbuh, belajar, bekerja, serta mengembangkan potensi tanpa hambatan stereotip, diskriminasi, kekerasan, kemiskinan, maupun keterbatasan akses.
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menegaskan bahwa Hari Kartini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berkembang serta berperan di berbagai bidang kehidupan.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan Jakarta, mulai dari penguat kualitas keluarga, pendidik generasi masa depan, penggerak ekonomi, hingga pemimpin perubahan sosial di masyarakat,” ujar Pramono.
Ia menjelaskan, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong kebijakan pembangunan yang responsif gender. Komitmen tersebut tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jakarta tahun 2024 yang mencapai 95,50 persen. Angka itu menunjukkan semakin setaranya akses perempuan dan laki-laki terhadap kesehatan, pendidikan, serta standar hidup yang layak.
Menurut Pramono, capaian tersebut harus terus diperkuat melalui kebijakan yang mampu menjamin perempuan memperoleh ruang aman, perlindungan, dan kesempatan yang setara dalam berbagai aspek kehidupan.
“Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat upaya pemberdayaan dan perlindungan perempuan melalui langkah pencegahan, penanganan, hingga pemulihan korban kekerasan secara terpadu dengan melibatkan berbagai sektor,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari diskriminasi maupun kekerasan terhadap perempuan.
“Kami mengajak seluruh perangkat daerah, Tim Penggerak PKK, organisasi perempuan, dan masyarakat, termasuk laki-laki, untuk bersama menciptakan lingkungan yang aman, ramah, inklusif, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Endang Nugrahani Pramono atau Hani Pramono, menekankan pentingnya menghadirkan ruang aman bagi perempuan dan anak, tidak hanya di lingkungan keluarga dan ruang publik, tetapi juga di ruang digital.
“Kita harus memastikan Jakarta menjadi kota yang aman dan inklusif bagi perempuan dan anak, baik di ruang keluarga, ruang publik, maupun ruang digital. Ini tanggung jawab bersama untuk membangun lingkungan yang saling menjaga dan menguatkan,” ujar Hani.
Ia turut mengapresiasi komitmen Pemprov DKI Jakarta beserta seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat pemberdayaan dan perlindungan perempuan melalui pelayanan publik serta pembangunan yang semakin inklusif.
“Apresiasi juga saya sampaikan kepada seluruh perempuan Jakarta: para ibu, pendidik, tenaga kesehatan, pelaku usaha, kader, aktivis, dan seluruh perempuan yang terus memberikan kontribusi terbaik bagi keluarga dan masyarakat,” tutupnya. (ibr)

