WANITAINDONESIA.CO — Transparansi serta akuntabilitas pelaporan keuangan korporasi menjadi isu utama bagi pelaku pasar dan pemangku kepentingan di tengah meningkatnya kompleksitas risiko bisnis dan ketatnya pengawasan tata kelola perusahaan sepanjang 2026. Dalam situasi ini, integritas auditor independen menjelma sebagai kunci krusial untuk mencegah timbulnya krisis kepercayaan sekaligus menjaga stabilitas iklim investasi nasional.
Langkah nyata untuk membendung risiko tersebut diambil oleh firma penyedia jasa audit dan jaminan (assurance). BDO di Indonesia melalui KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang dan rekan bergerak memperkuat Sistem Manajemen Mutu audit pada setiap perikatan sebagai bagian dari Manajemen Mutu kantor akuntan publik.
Pengetatan standar mutu ini menjadi bentuk tanggung jawab penuh dalam mengawal integritas profesi auditor, independensi, serta kepercayaan masyarakat terhadap pelaporan keuangan dunia usaha.
Partner Audit KAP Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang dan rekan, Susanto Bong, menegaskan betapa krusialnya konsistensi kualitas penelaahan keuangan dalam menopang ketahanan pasar modal dan finansial.
“Kualitas dan integritas adalah fondasi paling mendasar dari seluruh layanan kami di BDO. Dengan menerapkan Standar Manajemen Mutu 1 dan 2 yang proaktif dan terukur, kami memastikan seluruh prosedur audit dijalankan sesuai standar professional, independen, dan relevan dengan mengelola dan mencapai mutu pada dinamika risiko audit yang semakin kompleks,” tegas Susanto Bong dalam keterangan tertulis, Minggu.
Implementasi standar mutu yang disiplin ini mencakup evaluasi tata kelola internal secara menyeluruh, penegakan etika profesi, peninjauan kualitas secara bertahap, serta penekanan pada sikap kritis dan ragu-ragu profesional (skeptisisme profesional) di seluruh tim perikatan. Pengawasan ketat tersebut menjamin setiap hasil laporan pemeriksaan keuangan yang diterbitkan BDO di Indonesia mampu memenuhi ekspektasi regulator, investor, dan pemangku kepentingan secara konsisten mengacu kepada Standar Audit 220.
Upaya berkelanjutan ini membuktikan bahwa penguatan fondasi internal bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan pilar utama penopang transparansi bisnis. Melalui penegakan standar mutu yang ketat ini, BDO di Indonesia optimistis dapat berkontribusi positif bagi peningkatan kualitas tata kelola perusahaan, serta memperkuat kredibilitas ekosistem keuangan nasional di masa depan. (Gdi)

