
WANITAINDONESIA.CO – Apa yang Anda bayangkan tentang kuliner Prancis?Jawabannya bisa beragam. Sajian istimewa yang dimasak dengan teknik khusus, bahan-bahan alami terbaik. Tersaji di momen istimewa serta tempat prestisius. Sebagian bisa di olah lewat tangan kreatif Chef bereputasi Michelin Star.
Sepenggal cerita dari
Festival Gastronomi Prancis & Indonesia “Rendez-Vous Rasa” kian bergengsi dengan kehadiran dua persona chef terbaik dunia asal Prancis.
Chef Stephane Carrade penerima anugrah dua bintang Michelin, dan Michelin Green Star, untuk restoran Le Skiff Club
Persona lain Chef Fabrice Danniel, Wakil Direktur Seni Kuliner Le Cordon Bleu, Paris.
Kehadiran mereka tak hanya sekedar mempresentasikan keahlian di bidang gastronomi untuk ekosistem gastronomi di Indonesia. Lebih dari itu yakni hadir sebagai pembicara utama lokakarya memasak. Dimulai oleh Chef Stephane Carrade di hari pertama pembukaan event “Rende-Vouz Rasa 2026”
Di hadapan tamu-tamu undangan khusus di IFI Thamrin Jakarta, parisian dengan pembawaan flamboyan ini terlihat antusias berhadapan dengan audience Indonesia. Dia mendemokan dua resep saus klasik Prancis yang di up-grade dengan menggunakan bahan-bahan dari Indonesia.
Saus menjadi elemen terpenting dalam kuliner Prancis. Stephanne Carrade mengolah saus Bearnaise yang terbuat dari racikan mentega cair, dan kuning telur. Di dalamnya ditambahkan dengan cuka anggur, bawang merah, dan daun tarragon segar.
Saus yang berfungsi sebagai pelezat hidangan salad, juga bisa dimodifikasi untuk sajian kerang kampak. Saus kedua adalah vinaigrette yang terbuat dari campuran minyak zaitun, cuka dibumbui dengan garam, dan merica.
Saus eksotis Prancis ini multifungsi, digunakan sebagai marinasi, saus salad maupun pelezat olahan seafood.
Ekosistem gastronomi Indonesia pun bersorak tak hendak menyia-nyiakan momen istimewa ini untuk bertemu, sharing ilmu serta menikmati langsung kuliner unggulan.
Demo masak yang dikemas dalam konsep intimate “menyala” oleh nama besar Chef Stephane Carrade, yang dibantu oleh asistennya, Chef Pierre Adrien Ferran di IFI Thamrin, Jakarta.
Chef bereputasi internasional ini dikenal menganut filosofi terroir progresif, yang menekankan pada
geospasial sebagai jati diri keilmuannya.
Ia memiliki ilmu mendalam tentang bumi yang diimplementasikan pada kuliner olahannya. Inspirasi utama ada pada banyak bahan lokal yang kerap dijadikan bahan dasar olahannya. Selain harus mampu merawatnya agar tak rusak serta berkelanjutan untuk diwariskan kepada generasi berikut.
“Sebagai Chef dengan semangat menjalankan hidup selaras alam, saya selalu mendekatkan diri ke gastronomi ekologis pada setiap kerja-kerja kreatif ini.”
“Karenanya penting untuk bekerja sama dengan pemasok bahan lokal di daerah saya, guna mengurangi penggunaan bahan bakar, seandainya saja harus mendatangkan pasokan bahan pangan dari tempat yang jauh.”
“Pun halnya pengunaan kemasan. Saya memiliki konsen tinggi untuk wadah saji serta kemasan. Demikian halnya sampah dari bahan pangan maupun sampah makanan, tidak boleh ada. Kita semua harus perhatian, berupaya nyata bagi keselamatan planet bumi, “ujar Chef Carrade.

Kolaborasi Hadirkan Andrawina Pura Mangkunegaran
Bersama sejumlah Chef ternama Indonesia diantaranya Chef Degan Setpoadji.
dan Chef Wayan Ari Wibowo, Chef Carrade sukses menyajikan Andrawina (bahasa Jawa, jamuan makan malam resmi) pada pembukaan “Wonderful Indonesia Gastronomi 2026”, di Pura Mangkunegaran.
Tentunya momen ini terasa istimewa, dan sangat penting bagi pengayaan perjalanan gastronomi. Lantas apa saja yang disajikan oleh Chef Carrade pada jamuan istimewa tersebut?
Dia meracik beragam pangan lokal dengan menggunakan teknik masak Prancis. Kian menarik karena bahan lokal yang dipilih memiliki makna budaya serta simbolik mendalam.
Olahan ikan yang menjadi sumber protein penting di Indonesia dimasak ala meuniere Prancis. Disajikan dengan mash potato (bubur kentang) berbumbu vanila. Kian lezat saat disandingkan dengan bisque (saus) terbuat dari santan berbumbu rempah.
Untuk desert pilihan jatuh pada Makaron kelapa dengan ekstrak daun pandan.
“Sebagai Chef profesional, saya senantiasa tertarik dengan sesuatu yang asli, yang mengakar dari kearifan lokal sebuah negara.”
“Saat hadir di acara Rende -Vous Rasa saya berkunjung ke pasar, di sana jatuh hati dengan daun jeruk purut. Warnanya hijau cerah sampai hijau tua.
Aroma daun khas citrus yang sangat kuat, dan segar.”
“Daun jeruk purut serta aneka dedaunan yang di fungsikan sebagai bumbu dalam olahan Indonesia, juga aneka rempah yang ketersediaan sangat berlimpah, merupakan potensi yang sangat luar biasa bagi ekosistem gastronomi Indonesia.”
“Tugas saya mengeksplor memilah serta memilih beragam varian bumbu, dan rempah tersebut ke dalam sajian klasik Prancis yang saya perkenalkan di momen Gastronomi Prancis & Indonesia “Rende-Vouz Rasa.”
Walau bereputasi internasional dengan predikat Bintang Michelin serta diakui sebagai Chef yang mumpuni dalam teknik memasak haute cuisine Prancis, Chef Carrade mempraktikkan ilmu padi, dirinya senantiasa termotivasi untuk terus mempelajari budaya kuliner sebuah bangsa.
Menurut Chef Carrade Indonesia merupakan negara besar di dunia. Indonesia memiliki khasanah kuliner yang sangat luar biasa. Jenis, varian juga teknik olahan yang sebagian menjadi jati diri masyarakat karena terkait dengan filosofi, ritual serta cerita yang menyertai keberadaannya.
Ini yang tak dimiliki oleh kuliner Prancis, “ujarnya.
Karenanya, penting bagi saya untuk dapat mengenal lebih dekat serta mendalam agar dapat mengeksplorasi kekayaan ini, “pungkas Chef Carrade. (rp)




