Site icon Wanita Indonesia

Pemerintah Pastikan Penumpang KRL Pakai Armada Baru, Rencana Impor Bekas Batal

Kereta Rel Listrik (KRL) tengah memberikan pelayanan kepada masyarakat. KAI

WANITAINDONESIA.CO — Pemerintah memastikan tidak mengimpor kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang untuk kebutuhan armada operasional Jabodetabek. Kebijakan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menyediakan fasilitas armada baru bagi masyarakat sekaligus memprioritaskan pemanfaatan industri manufaktur dalam negeri.

Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin menyampaikan hal tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Pengadaan armada akan mengutamakan produk dalam negeri melalui kerja sama dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA, tanpa menutup kemungkinan kemitraan teknis dengan produsen asing untuk pemenuhan target pengadaan.

PT KAI memetakan kebutuhan mendesak sebanyak 8 rangkaian (trainset) KRL baru dari total target pengadaan 23 trainset. Target pemenuhan seluruh rangkaian tersebut diproyeksikan selesai lebih cepat dalam rentang waktu dua hingga tiga tahun ke depan guna mengantisipasi lonjakan pengguna KRL Jabodetabek.

Sebelumnya, opsi impor rangkaian KRL bekas dari Jepang sempat diusulkan dan disetujui dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI. Rencana awal tersebut mencakup pengadaan 23 trainset yang terdiri atas 7 trainset formasi 12 kereta (SF12) dan 16 trainset formasi 8 kereta (SF8) untuk menambah kapasitas angkut harian. (Gdi)

Exit mobile version