Site icon Wanita Indonesia

Panggung Jasa Keuangan Cup 2026 Cetak Pegolf Muda Berprestasi

Atlet junior golf asal Indonesia Fadhlan Azzam Atmajah tengah beraksi di ajang Jasa Keuangan Cup 2026. Sumber: IJG

WANITAINDONESIA.CO — Ajang kompetisi olahraga senantiasa melahirkan momen-momen spektakuler yang menguji ketahanan mental sekaligus memancarkan pesona bakat-bakat muda. Atmosfer bergengsi tersebut menyelimuti lapangan Royale Jakarta Golf Club selama dua hari, 29-30 Oktober lalu, ketika 136 atlet dari Indonesia, Korea Selatan, Australia, hingga Filipina saling adu keahlian dalam turnamen golf junior paling presisius, Jasa Keuangan Cup 2026.

Memasuki edisi keempat, perhelatan berstandar bintang lima ini tidak sekadar menyajikan duel ketat di arena hijau, tetapi juga menjadi saksi lahirnya juara baru lewat performa gemilang atlet Indonesia, Fadhlan Azzam Atmajah, serta pegolf asal Korea Selatan, Park Suyol.

Konsistensi dan ketenangan Fadhlan di atas rumput hijau menjadi kunci utama pencapaian impresifnya sepanjang tiga putaran pertandingan. Setelah membuka putaran pertama pada pagi hari dengan skor 70, ia terus mempertajam serangannya dengan membukukan skor 69 di putaran kedua. Puncaknya terjadi pada putaran pemungkas, saat Fadhlan mencetak skor terbaik pekan itu dengan torehan 66 atau 6 di bawah par (jumlah pukulan standar), sekaligus mengunci kemenangan mutlak dengan keunggulan empat pukulan atas pegolf Korea Selatan, Lee Seungyu.

“Pasti rasanya senang, alhamdulilah bisa main dengan hasil maksimal sehingga kerja keras saya selama ini bisa terbayarkan. Saya juga melakukan latihan fisik karena kondisi fisik pasti akan memengaruhi fokus. Saya juga fokus pada tiap langkah yang saya ambil di lapangan, dan tidak terlalu memikirkan skor pemain lain, jadi lebih fokus ke diri sendiri,” ungkap Fadhlan usai melakoni laga terbaik dalam kariernya tersebut.

Persaingan tak kalah sengit tersaji di kelompok lain saat Park Suyol dari Korea Selatan berhasil merebut podium usai mengungguli atlet Australia, Halia Edwards. Mengemas 4 birdie (pukulan satu di bawah par) dan 2 bogey (pukulan satu di atas par), Park mencatatkan skor total 218 atau dua pukulan di atas par. Edwards, yang sempat memimpin hingga menjelang hole (lubang) terakhir, harus merelakan posisi teratas setelah mendapati bogey, sementara Park tampil tenang mengamankan par. Bagi Park, pencapaian ini menjadi catatan sejarah tersendiri karena menandai kemenangan internasional pertamanya.

“Turnamen ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi saya. Lapangannya indah dan saya menikmati bermain dengan para pemain lain di sini. Saya belajar bahwa tetap fokus sepanjang turnamen sangatlah penting,” tutur Park penuh kegembiraan.

Pada kategori putri, Amira Ajda Khairunnisa Permadi tampil mencolok sebagai pegolf putri terbaik Indonesia dengan mengamankan peringkat keempat. Setelah menorehkan skor 77-76 di dua putaran awal, Amira mengakhiri kompetisi dengan skor terbaiknya, yaitu 75, tepat di bawah wakil Australia, Saehi Suh (226), yang menempati urutan ketiga.

Ketua Bidang Pertandingan Jasa Keuangan Cup Sammy Lalamentik menyampaikan bahwa penyelenggaraan ajang ini merupakan wujud recycling program (program daur ulang/pengembalian manfaat) dari industri jasa keuangan untuk sektor sosial dan olahraga. Upaya tersebut mendapat dukungan penuh dari Pegadaian sebagai prime sponsor (sponsor utama), beserta dukungan dari sponsor lain seperti Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BSI, Bank BJB, Bank BNI, Bank BTN, Bank BCA, BNI Insurance, Asuransi Sinar Mas, Bank Sinar Mas, Askrindo Insurance, Jamkrindo, Bank Jakarta, Bank Kaltimtara, dan Bank Sulselbar.

Direktur Manajemen Risiko, Legal, Kepatuhan dan Umum PT Pegadaian Persero sekaligus Ketua Umum Jasa Keuangan Cup Ismail Ilyas menegaskan pentingnya nilai keberanian dan pembelajaran dalam setiap turnamen.

“Kehadiran peserta dan pendamping dari berbagai negara menunjukkan bahwa pembinaan golf junior di Indonesia terus berkembang dan mendapat perhatian dari pihak internasional. Kemenangan memang menjadi tujuan dalam sebuah kompetisi, tetapi keberanian untuk bertanding, semangat untuk terus belajar, dan kemampuan untuk bangkit adalah kemenangan yang sangat berarti,” tegas Ismail.

Penyelenggaraan tahun ini terasa makin istimewa karena bertepatan dengan satu dasawarsa berkiprahnya Indonesian Junior Golf (IJG). Dalam momentum perayaan sepuluh tahun ini, IJG bersama perwakilan Filipina, Australia, dan Korea Selatan menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat jaringan pembinaan internasional. Ketua Umum IJG Denny Uneputty menekankan komitmen IJG dalam menyediakan pathway (alur pembinaan) yang jelas bagi para atlet muda.

“Indonesian Junior Golf membangun road map (peta jalan) yang sedemikian jauh, bukan hanya sebagai penyelenggara turnamen, tetapi terlebih bagaimana kita bisa membawa para atlet junior ini ke arah yang jelas. Sejauh ini hanya IJG yang mendapat pengakuan dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Sudah 11 turnamen yang mendapat pengakuan sehingga memastikan anak-anak yang ikut turnamen IJG punya privilege (hak istimewa) masuk ke sekolah-sekolah favorit di Indonesia,” jelas Denny.

Denny juga memaparkan program Beasiswa Belajar Golf untuk tahun 2027 yang menyasar 36 pegolf pemula untuk dibina menjadi atlet berprestasi. Program ini didukung empat pelatih profesional yang merupakan alumni IJG, yaitu Putri Aisyah Amani, Moch. Seandy Alfaraby, Aqil Widyantoro, dan Grady Santoso. Dukungan senada disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia Suharsono, yang berharap ajang berkualitas tinggi ini terus berkelanjutan demi melahirkan bintang-bintang baru di kancah dunia.

Perjalanan mengukir prestasi di arena golf bukanlah tentang hasil akhir semata, melainkan proses panjang yang menempa kedisiplinan, ketangguhan mental, dan keagungan sportivitas. Ayunkan stik golf Anda, jaga fokus pada tiap impian, dan biarkan kegigihan melangkah menuntun Anda meraih puncak prestasi tertinggi! (Gdi)

Exit mobile version