WANITAINDONESIA.CO – Dunia anak-anak hari ini tidak lagi sebatas halaman bermain yang riuh, melainkan telah berpindah ke dalam genggaman layar gawai (gadget) yang sunyi namun sarat risiko. Di balik kemudahan teknologi, ada bahaya nyata yang mengintai keluarga, mulai dari berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, hingga konten tidak toleran yang berseliweran tanpa permisi. Menghadapi situasi ini, sosok orang tua di rumah memikul peran baru yang sangat krusial, yaitu menjadi benteng pertama yang menjaga moral dan keharmonisan keluarga dari dampak negatif dunia maya.
Tantangan besar di era modern ini turut menjadi perhatian serius pemerintah. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Angga Raka Prabowo, menegaskan bahwa derasnya arus informasi saat ini menuntut seluruh elemen masyarakat untuk kembali menghidupkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman utama. Beliau mengingatkan bahwa dasar negara tersebut jangan hanya menjadi hafalan atau sekadar mantra yang diucapkan tanpa makna, melainkan harus diwujudkan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat berinteraksi di jagat maya.
Perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat cepat memang membuka banyak peluang emas bagi kemajuan bangsa. Orang tua kini bisa dengan mudah mengakses informasi pengasuhan anak (parenting), mencari resep masakan, hingga menjalankan usaha rumahan secara daring (online) demi membantu perekonomian keluarga yang adil dan sejahtera. Namun, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo juga menggarisbawahi bahwa kemajuan ini membawa risiko besar yang dapat menggerus hubungan sosial dan nilai kebangsaan jika tidak diantisipasi bersama.
Oleh karena itu, peran keluarga dalam menyaring informasi yang masuk ke dalam rumah menjadi kunci utama agar ruang digital tidak berubah menjadi arena yang pecah belah. Awali dengan hal sederhana, seperti melatih anak-anak untuk selalu menghormati perbedaan pendapat di kolom komentar dan menahan jempol agar tidak mudah menghujat. Selain itu, kebiasaan memeriksa kebenaran sebuah informasi sebelum membagikannya ke grup percakapan keluarga juga menjadi langkah nyata untuk mencegah penyebaran disinformasi yang merusak kerukunan.
Melalui momentum Hari Lahir Pancasila, seluruh masyarakat diajak untuk memanfaatkan teknologi guna memperkuat persatuan, memperluas akses pendidikan, serta membuka ruang kreativitas yang sehat. Ekosistem digital yang bersih tidak akan tercipta tanpa adanya kesadaran dari lingkup terkecil, yaitu keluarga.
Di akhir keterangannya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo memberikan sebuah pesan mendalam yang patut kita renungkan bersama demi masa depan generasi penerus bangsa. Dia menyampaikan, “Jadikan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan kreativitas, dan membangun Indonesia yang lebih maju.”
Pada akhirnya, di tangan keluarga masa depan digital anak-anak kita dipertaruhkan. Setiap ketukan jempol yang bijak dan setiap didikan penuh kasih di meja makan adalah investasi tak ternilai untuk melahirkan generasi yang cerdas digital sekaligus berhati Indonesia. Mari kita peluk erat peran ini, demi menjaga senyum anak-anak kita tetap tulus, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. (Gdi)





