WANITAINDONESIA.CO – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menyelenggarakan Seminar Budaya Sehat Nusantara secara hybrid dengan mengangkat judul “Optimalisasi Bahan Pangan Lokal, MPASI Bergizi, untuk Tumbuh Kembang Anak”. Acara ini diselenggarakan pada Rabu, 12 November 2025, pukul 09.00 – selesai, bertempat di Sasana Budaya Rumah Kita Gedung Philanthropy, Jakarta Selatan, dan diikuti secara daring melalui channel YouTube DD TV.
Giat hari ini diikuti oleh para narasumber mulai dari dr. Ika Nurillah Satriana, IBCLC sebagai Dokter Umum & Konsultan Laktasi Internasional, dr. Hani Purnamasari MsiMed, SpA, IBCLC selaku Dokter Spesialis Anak & Konsultan Laktasi Internasional, Meyta Winduka Alexandriana A.Md.Gz selaku Ahli Gizi LKC Dompet Dhuafa dan drg. Martina Tirta Sari selaku Kepala LKC Dompet Dhuafa.
Kegiatan ini merupakan respons atas tantangan pemenuhan gizi anak dan upaya mendukung target pemerintah menurunkan angka stunting hingga 14% pada 2024.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional masih berada di angka 19,8%. Yang memprihatinkan, kasus tertinggi justru ditemukan pada kelompok usia 24-35 bulan, yaitu fase dimana anak sepenuhnya bergantung pada Makanan Pendamping ASI (MPASI). Fakta ini mengonfirmasi bahwa kualitas MPASI memegang peran krusial dalam pencegahan stunting.
Seminar ini dirancang untuk menjawab tantangan yang dihadapi keluarga, seperti kebingungan memilih menu, keterbatasan akses informasi, dan ketergantungan pada makanan instan. Melalui pemanfaatan sumber daya pangan lokal yang terjangkau dan bergizi tinggi—seperti ikan, telur, sayuran, dan kacang-kacangan—diharapkan dapat tercipta solusi MPASI yang berkelanjutan.
Tujuan dari seminar ini adalah untuk :
- Mendorong terciptanya MPASI berbasis pangan lokal yang bergizi, sehat, dan terjangkau.
- Mengedukasi dan menguatkan peran kader sebagai edukator gizi bagi ibu dan keluarga.
- Memperkuat pemahaman semua pihak, mulai dari PIC program, fasilitator, kader, hingga masyarakat umum mengenai prinsip pemberian MPASI yang tepat.
Kegiatan ini menargetkan partisipasi 80 peserta luring yang terdiri dari kader Posyandu, fasilitator, PIC Program LKC Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, serta perwakilan dari organisasi masyarakat dan media. Secara daring, acara ini menjangkau 800 peserta melalui siaran langsung YouTube.
“Kader Pos Sehat adalah ujung tombak perubahan di masyarakat. Melalui seminar ini, kami berharap tidak hanya meningkatkan kapasitas kader, tetapi juga mendorong terciptanya resep dan produk MPASI berbahan lokal yang dapat langsung diterapkan di Posyandu,” jelas perwakilan LKC Dompet Dhuafa.
Sebagai penutup, LKC Dompet Dhuafa mengajak semua pihak untuk bersinergi mendampingi setiap keluarga dalam memantau tumbuh kembang anak dan mendorong penerapan MPASI yang bergizi dan berbasis bahan pangan lokal. Bersama, kita wujudkan anak Indonesia yang sehat, bebas stunting, menuju Indonesia Emas 2045.(den) (adv)

