Nutrisi Nabati Berkualitas Jadi Kunci Utama Cegah Risiko Demensia

Ilustrasi dokter tengah memeriksa kesehatan seorang pasien

WANITAINDONESIA.CO – Menjaga kesehatan otak di usia matang kini menjadi perhatian serius bagi kaum perempuan yang aktif dan dinamis. Sebuah studi skala besar yang diterbitkan dalam jurnal medis Neurology milik American Academy of Neurology pada April 2026 mengungkapkan fakta penting mengenai hubungan antara pola makan dengan risiko demensia.

Penelitian yang menganalisis data dari Multietnic Cohort Study terhadap lebih dari 92.000 peserta ini menekankan bahwa kualitas makanan berbasis tumbuhan jauh lebih menentukan dibandingkan sekadar menghindari produk hewani. Hasil riset menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi makanan nabati sehat secara konsisten memiliki risiko demensia 12 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang abai terhadap kualitas nutrisinya.

Baca Juga :  Khasiat Zumba buat Kesehatan Ibu

Demensia sendiri merupakan istilah medis untuk sekelompok gejala yang menunjukkan penurunan fungsi kognitif secara signifikan, yang umumnya memengaruhi ingatan, kemampuan berpikir, hingga kemampuan seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Penyakit ini biasanya mulai menghinggapi penderita pada usia lanjut, sering kali di atas 65 tahun, namun proses kerusakannya bisa dimulai jauh sebelumnya tanpa disadari. Gejala awal yang sering muncul meliputi kesulitan mengingat kejadian yang baru saja terjadi, kebingungan terhadap waktu atau tempat, hingga perubahan kepribadian yang tidak biasa. Jika tidak ditangani dengan tepat melalui pola hidup sehat, kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya secara drastis.

Baca Juga :  Manfaat Jeruk Nipis untuk Diet: Segar, Sehat, dan Efektif?

Berdasarkan studi tersebut, jenis makanan nabati yang dianggap “sehat” mencakup biji-bijian utuh, buah-buahan, sayuran hijau, minyak nabati berkualitas, kacang-kacangan, serta konsumsi teh atau kopi.

Sebaliknya, diet nabati yang dianggap tidak sehat seperti biji-bijian olahan, kentang goreng, dan makanan tinggi gula tambahan justru meningkatkan risiko demensia hingga 25 persen jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang. Hal ini membuktikan bahwa tidak semua makanan berbasis tumbuhan otomatis memberikan dampak baik bagi otak, terutama jika melalui proses pengolahan yang tinggi atau mengandung pemanis buatan yang berlebih.

Solusi ideal untuk mengatasi dan mencegah risiko demensia saat ini adalah dengan menerapkan diet seimbang yang kaya akan nutrisi neuroprotektif. Selain mengonsumsi sayur dan buah, penelitian ini secara mengejutkan menemukan bahwa konsumsi telur dalam porsi yang wajar justru berkaitan dengan penurunan risiko demensia sebesar 12 persen.

Baca Juga :  Peran Ibu-Lifebuoy Jaga Kesehatan Wujudkan Mimpi Generasi Indonesia

Artinya, pola makan terbaik bukanlah yang menghilangkan seluruh produk hewani, melainkan yang memprioritaskan bahan pangan utuh dan meminimalisir makanan olahan. Gabungan antara asupan nutrisi berkualitas, stimulasi mental yang berkelanjutan, serta aktivitas fisik yang rutin menjadi tameng terkuat bagi perempuan Indonesia untuk tetap bugar dan tajam secara kognitif hingga usia senja. (Gdi)