WANITAINDONESIA.CO — Ibadah di Masjidil Haram selalu menjadi momen spiritual yang tak terlupakan bagi umat Muslim dari seluruh dunia. Selain area utama di dalam bangunan masjid dan pelataran terbuka yang mengelilingi Ka’bah, rooftop atau lantai atap Masjidil Haram kini dibuka untuk jamaah yang ingin melakukan salat—terutama saat area utama penuh menjelang waktu salat atau pada puncak musim ibadah seperti Ramadan dan Haji dan Umroh.
Rooftop Masjidil Haram merupakan bagian dari struktur perluasan masjid yang dirancang untuk menambah ruang ibadah saat jumlah jamaah mencapai puncaknya. Area ini dilengkapi akses eskalator dan lift yang mempermudah jamaah naik ke lantai atas, serta dipandu petugas untuk memastikan kenyamanan dan ketertiban selama ibadah.
“Berada di lantai atap sambil memandang langit Makkah dan melihat sebagian pelataran Masjidil Haram dari kejauhan adalah pengalaman yang sangat berbeda. Saat sholat di sini, suasana terasa lebih tenang namun tetap khusyuk meskipun jumlah jamaah begitu banyak,” ujar salah satu jamaah umrah yang baru saja menunaikan sholat di rooftop.
Luas dan Kapasitas Masjidil Haram
Masjidil Haram adalah masjid terbesar di dunia, terutama setelah menyelesaikan proyek perluasan besar-besaran yang dikenal dengan Third Saudi Expansion. Luas total kompleks masjid kini mencapai sekitar 1,5 juta meter persegi, memungkinkan kapasitas jamaah yang bisa berada di dalam dan sekitar kawasan masjid mencapai hingga 3 juta orang per hari saat musim ramai seperti Haji dan Ramadan.
Secara keseluruhan, Masjidil Haram dengan semua area ibadahnya (ruangan dalam, pelataran, mezzanine, dan area atap) mampu menampung jutaan umat Muslim dari berbagai negara secara bersamaan—sebuah bukti besarnya perhatian pemerintah Kerajaan Arab Saudi dalam memfasilitasi ibadah umat Islam di tempat paling suci ini.
Rooftop Sebagai Solusi Kepadatan Jamaah
Pembukaan rooftop ini juga menjadi respons terhadap tingginya angka jamaah yang datang setiap harinya. Ketika area utama sudah tidak lagi mampu secara optimal menampung jamaah, rooftop digunakan sebagai ruang tambahan untuk salat berjamaah. Pada operasional sebelumnya, pihak pengatur bahkan menyiapkan ratusan petugas untuk membantu mengatur jamaah yang naik ke rooftop agar tetap terjaga keamanan dan kenyamanannya.
Seiring peningkatan fasilitas itu, banyak jamaah merasa beribadah di rooftop memberikan pengalaman spiritual berbeda:
- Pemandangan yang lebih luas ke seluruh kompleks Masjidil Haram
- Rasa khusyuk dan tenang meskipun berada di tengah kerumunan ribuan jamaah
- Akses yang lebih baik di waktu penuh, seperti saat maghrib atau tarawih di bulan Ramadan
Kesimpulan: Rooftop Masjidil Haram kini menjadi bagian penting dari fasilitas ibadah di Masjidil Haram, terutama saat tempat utama sudah padat. Dengan luas total kompleks mencapai sekitar 1,5 juta meter persegi dan kemampuan menampung hingga jutaan jamaah, pengalaman salat di lantai atas memberikan nuansa spiritual yang mendalam bagi setiap Muslim yang berkunjung ke Makkah. (den)

