Site icon Wanita Indonesia

Minuman Herbal “Perisai” Diri Cuaca Ekstrem Ramadan

Agil Arya penjaga nyala bisnis keluarga, bumikan tradisi kearifan lokal lewat Rempah Sekawan Kalimasada. (Foto: Wanitaindonesia.co)

WANITAINDONESIA.CO – Marak UMKM Kuliner minuman herbal yang diracik dari rimpang di sejumlah tempat di wilayah Jabodetabek.

Untuk menarik pelanggan para pelaku usaha minuman herbal menampilkan display menarik di gerobak. Bagian depan terlihat aneka rimpang, dan rempah ditata dalam besek bambu, maupun toples kaca.

Pada meja tambahan, pelaku usaha terlihat disibukan dengan menakar sejumlah rimpang, dan rempah. Kemudian memasukkan ke dalam gelas, sesuai dengan jenis minuman yang dipesan pembeli. Material cangkir yang digunakan pedagang cukup beragam dari enamel, gerabah, maupun kaca.

Tak lama berselang, sebuah teko alumunium berisi air mendidih yang baru diangkat dari kompor, dituang ke dalam cangkir yang telah diberi larutan gula. Uap panas langsung mengepul bersamaan dengan aroma harum sedap khas rempah menguar lembut, menyapu indera penciuman.

Tradisi dari kearifan lokal minuman herbal di Bulan Mulia Ramadan, Wanitaindonesia.co temukan di daerah Ragajaya, Kabupaten Bogor.

Pemikat pandang dari brand kuliner Rempah Sekawan Kalimasada adalah konsep anti mainstream yang dihadirkan pelaku usaha. Lokasi berjualan menempati lahan luas berlokasi di ketinggian. Masyarakat setempat menyebut sebagai Camp Citayam, Ragajaya, Kabupaten Bogor. Lokasinya berada di dekat Tugu Macan nan ikonik.

Sebuah bangunan kecil dari kontainer pengganti gerobak menjadi tempat pedagang meracik minuman. Juga dijadikan tempat untuk mendisplay rimpang, dan rempah.

Kian menarik manakala terlihat tempat pembeli menyeruput minuman herbal, berada di bagian dalam lahan, dinaungi dengan dua tenda besar. Di dalamnya terdapat kursi kecil, dan meja.

Selebihnya berupa kursi, dan meja kayu di bagian depan. Juga tersedia amben (bahasa jawa, tempat duduk klasik dari bambu) yang diletakkan di pinggir lahan.

Walau berada di lahan terbuka, tak satupun nyamuk-nyamuk nakal yang kerap membersamai bila kita beraktivitas di luar ruang.

“Perisai” Ramadan dari Empon-empon, dan minuman herbal “Masuk Angin” taktik jitu jaga kesehatan di momen Ramadan (Foto: Wanitaindonesia.co)

Agungkan Ramadan Jaga Kesehatan

Agil Arya, dan isterinya Fais Alkurnis yang ditemui Wanitaindonesia.co, dengan senang hati menceritakan bisnis rintisan dari keluarga besarnya. “Saya, dan isteri merupakan karyawan.

Namun niat berbisnis sembari menjaga nyala usaha keluarga besarnya tak pernah surut, “ungkap Agil.

Sebagai pekerja di Jakarta, usai bubaran kantor, Agil bergegas pulang untuk membuka gerai miliknya, Rempah Sekawan Kalimasada.

Tak ciut dengan perjalanan pulang yang kerap diwarnai dengan kemacetan, ia bergegas menyambangi usaha yang baru dirintisnya tersebut, berlokasi di daerah Ragajaya, Bojonggede, Kabupaten Bogor, berbatasan dengan kota Depok.

Bisnis rintisannya ini baru didirikan beberapa bulan sebelum Ramadan.
Ini hanya satu dari banyaknya ide, yang dimiliki oleh pria kreatif, khususnya di tahun 2025 lalu.

Lewat ide bisnis Rempah Sekawan Kalimasada yang berhasil direalisasikannya di 2026, ayah dari dua orang anak kecil ini bertekad untuk menjaga nyala, serta mengembangkan bisnis minuman herbal keluarga besarnya.

Agil menceritakan, leluhur kami telah membuat usaha rintisan minuman herbal sebelum Indonesia merdeka. Alhamdulillah hingga sekarang masih terus eksis, dan berkembang lewat generasi berikutnya.

Fondasi bisnis kami lebih ke narasi ihwal minuman herbal, yang dikemas dalam narasi menarik agar konsumen percaya, serta kembali lagi.

“Alhamdulillah saya mampu membangun citra, karena banyak pembeli yang datang kembali, dikarenakan mereka percaya bahwa racikan herbal kami nyata khasiatnya, “ucap Agil.

“Bersyukur kami menemukan lokasi ideal di sebuah tanah lapang terawat. Teristimewa lokasinya lebih tinggi dari permukaan tanah di sekitarnya. Nyaris seperti berada di puncak, “selorohnya.

Lokasi yang kerap “disapu” udara dingin, tentunya sangat ideal untuk memasarkan minuman herbal. Ini menjadi pertimbangan khusus kedua pasutri muda itu.

Agil menambahkan, “Ihwal lokasi out-door yang rentan dengan gangguan nyamuk, saya juga harus melakukan survei dengan memantau langsung pergerakan hewan penghisap darah tersebut.”

“Ternyata nyamuk hanya muncul di kisaran mendekati waktu Maghrib dan sebelum Isya. Setelah itu nyamuk akan pergi. Hanya tersisa beberapa ekor saja. Dan hal ini sama sekali tak dikeluhkan oleh para pengunjung, “urainya.

Walau tak berada di jalanan padat, dan dijajakan di gerobak layaknya pelaku usaha serupa, pasutri ini malah bersyukur, ihwal lokasi, dan konsep berjualan yang menempati sebuah ruang kotak kontainer anti mainstream. Tempat usahanya merupakan warisan dari pelaku usaha kopi sebelumnya.

Lokasi out-door Rempah Sekawan Kalimasada asri di sebuah tanah lapang (Foto: Wanitaindonesia.co)

Lokasi Hip Out-door di Ketinggian

Mereka kompak meng up-grade bagian depan, dan dalam bangunan dengan display aneka rimpang, dan rempah. Dengan pencahayaan yang baik, keberadaan Rempah Sekawan Kalimasada menjadi pemikat pandang lalu-lalang pengendara, yang hendak menuju arah pulang ke beberapa kompleks perumahan, di daerah Sasak Panjang, Tajur Halang, Kabupaten Bogor.

Tempat menyeruput minuman rempah dikonsep di dalam tenda terbuka berukuran besar, dan sedang. Alasan memilih tenda, dikarenakan pasutri yang dikarunia dengan limpahan energi kreatif ini, memiliki hobi kemping. Selain menyelaraskan dengan tempat berjualan yang merupakan area out-door.

Walau anti mainstream dari pelaku usaha sejenis, lokasi hasil hunting pasutri muda ini, menurut mereka menjadi titik tolak usaha kuliner rintisan tersebut. Hadir spirit, dan asa dikarenakan projek perdana progres bisnisnya sangat menjanjikan. Rencana ke depan mereka akan mengembangkan usahanya, dengan berekspansi ke sejumlah tempat.

Ketika berbincang dengan Wanitaindonesia.co di gerainya nan asri, terlihat pelanggan antusias memilah, dan memilih ragam minuman herbal yang disajikan hangat, maupun dingin dengan tambahan es.

Pembeli ada yang datang sendiri, berkelompok maupun bersama keluarga. Ada yang merasa feel-nya lebih sedap bila racikan herbal yang dibeli langsung dinikmati di tempat. Lainnya dengan suka cita akan membawa racikan tersebut pulang ke rumah.

Di sela kesibukan melayani pembeli, sang isteri Fais Alkurnis membawakan 4 varian minuman pesanan Wanitaindonesia.co berupa Susu Telang, Empon-empon, Kopi Jahe, dan Wedang Masuk Angin.

Terlihat Wedang Empon-empon berisi rimpang yang di geprek kemudian diiris, juga rempah menghadirkan tampilan eksotis dari segelas minuman herbal khas Indonesia.

Agil mengaku sengaja tak menyaring, dan membuang kandungan herbal, agar lidah penikmatnya dapat bersentuhan langsung, serta merasakan sensasi rasa dari rimpang segar.

Tak sabar dengan unjukan (minuman, bahasa Jawa) yang tersaji panas di dalam gelas kaca, ditengarai oleh cuaca sejuk malam Ragajaya, Kabupaten Bogor, membuat Wanitaindonesia.co segera menyesap larutan berisi rempah segar tersebut.

Racikan kekinian “Susu Telang” manfaatkan bunga Telang, dan susu pikat selera Gen-Z (Foto: Wanitaindonesia.co)

Empon-empon Bestie-nya Masyarakat Urban

“Wow, Wedang Empon-empon terasa sangat nikmat, serta hangat di tenggorokan. Aroma harum sedap rempah dari larutan air perebus, hadirkan sensasi rasa herbal yang lekat dengan kompleksitas.

Wajar, karena formulasi Empon-empon menggunakan 12 macam rempah pilihan diantaranya jahe, temulawak, kencur, lempuyang kunyit, serai, dan kulit secang.

Walau tak segahar jamu, lebih flamboyan di lidah, dan tenggorokan, rasa wedangan ini sangat nikmat. Tak puas sekali, dan hendak menjaga temperatur minuman herbal tetap hangat, kami bergegas menyesap kembali untuk kedua, dan lanjut ketiga kalinya.

Ketika larutan herbal habis, Wanitaindonesia.co meminta refil air panas tanpa tambahan gula. Saat diseduh ulang, terlihat warna wedang lebih terang, dari warna seduhan pertama. Menurut Agil minuman herbal racikannya bisa diseduh ulang maksimal 2 kali, dan tanpa tambahan biaya.

Empon-empon after tastenya terasa spesial. Manis legitnya bercampur pedas, dan pahit. Terasa light di lidah, dikarenakan siperacik mengaku menggunakan gula batu yang unggul dari rasa manis natural. Serta herbal segar yang digeprek, dan diseduh air panas.

Manfaat Empon -empon sangat beragam diantaranya antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan.

Agil menjelaskan, “Semua minuman herbal yang kami produksi, hanya menggunakan gula batu yang didatangkan dari Jawa. Selain juga menggunakan gula aren untuk olahan Bajigur.”

Pun halnya dengan rimpang, dan rempah yang didatangkan khusus dari Jawa. Alasannya untuk menjaga keotentikan rasa alami minuman herbal, dikarenakan pengaruh unsur hara sangat menentukan kualitas racikan.

Disamping itu harganya jauh lebih murah, dibandingkan jika harus membeli di Jakarta atau Bogor. “Karenanya saya bisa menekan harga jual menjadi lebih murah dari kompetitor, “cetusnya.

“Jika cafe maupun angkringan minuman herbal lain mematok harga jual termurah dari Rp.15 hingga 17 ribu!

Saya bisa menjual di bawah harga tersebut, yakni di kisaran harga mulai dari Rp. 7.000,- (ukuran gelas), hingga Rp. 20.000 perteko. Berisi 4 cangkir untuk 3-4 orang. Ukuran teko dengan harga jual tersebut berlaku untuk semua varian minuman, yang tersedia di Rempah Sekawan Kalimasada, “ucap Agil.

Kekuatan produk, dan seni mendisplay bahan menjadi magnet buat pengunjung untuk datang kembali (Foto: Wanitaindonesia.co)

Herbal On The Go

Karena rasa yang flamboyan, lebih sedap, serta konsumennya memiliki mindset yang baik ihwal khasiat minuman herbal, konsumen setia datang dari lintas generasi. Dari Gen-Z hingga orang dewasa.

Gen-Z menggemari Susu Telang yang catchy dari warna biru tua. Dan tentu saja rasanya segar karena disajikan bersama es. Signature drink di sini adalah Bajigur, Jasulang(Jahe, Susu, Telang), dan Jahe Madu Lemon.

Wanitaindonesia.co turut merasakan, selain indera perasa dijamu nikmat lewat minuman Rempah Sekawan Kalimasada, tubuh yang awalnya dingin dikarenakan terpapar angin malam, seketika hangat. Bonusnya mampu membuat mood menjadi lebih baik. “Percaya deh, karena ini berdasarkan pengalaman nyata!

Ketika di rumah selang dua jam berikutnya, kondisi tubuh menjadi lebih nyaman. Nyata efek dari kebaikan minuman herbal berbasis kearifan lokal, mampu membuat tubuh menjadi lebih baik, segar, dan nyaman. Laksana “perisai” saat berpuasa, terutama di tengah cuaca ekstrem sekarang ini.

Agar bisnis rintisannya terus berkembang, ada beberapa rencana akan diwujudkan paska Lebaran diantaranya membuat wedangan on the go berupa Lemon Jahe yang proses pembuatannya dilakukan dengan teknik fermentasi.

Proses fermentasi bisa berlangsung selama lebih kurang seminggu. Untuk memutus proses fermentasi harus di chill di dalam lemari pendingin. Minuman yang dicampur madu, diharapkan bisa menjadi signature drink tambahan di Rempah Sekawan Kalimasada. Racikan spesial ini diklaim memiliki rasa yang sangat nikmat. Asam, manis segar dengan sensasi dari efek sparkling nan istimewa.

Tak hanya menyegarkan, juga berkhasiat sebagai obat ketika tenggorokannya sakit. Ia mengaku setelah meminum Lemon Jahe, sakit tenggorokan yang dideritanya berangsur membaik, dan sembuh. Ke depan ada rencana pengembangan minuman berupa kopi, dan teh dengan tambahan herbal.

Agil memberikan testimoni menarik. Di Ramadan sebelumnya, ia kerap mengalami sembelit. Namun setelah memiliki usaha sendiri, ia jadi rajin mengonsumsi minuman herbal seperti Susu Telang maupun Wedangan Masuk Angin. “Alhamdulillah permasalahan bab yang tak lancar itu teratasi dengan baik, “pungkasnya menutup wawancara. (*)

Exit mobile version