
Wanitaindonesia.co, Jakarta – UFS Indonesia terus mendorong Industri kuliner Tanah Air agar terus berkembang, tangguh menjawab tantangan zaman.
Terbaru lewat inisiatif peluncuran Tren Future Menu 2025 yang ditujukan kepada Chef Profesional serta pelaku industri kuliner. Tren berisi panduan strategis guna menjawab pergeseran preferensi konsumen. Berangkat dari wawasan menyeluruh kemudian hadir 4 tren kuliner global.
UFS Indonesia menerjemahkannya ke dalam berbagai fasilitas serta kegiatan dengan mengangkat beragam inspirasi kuliner yang sangat relevan, dengan industri serta penikmat kuliner Tanah Air.
Raditya Beer, Country Marketing Manager UFS Indonesia menjelaskan, “Bisnis kuliner identik dengan hal kreatif, efisien serta adaptif dengan dinamika global.”
“Para pegiat kuliner wajib berinovasi, selain mencari inspirasi resep terbaru harus mampu menghadirkan solusi nan menyeluruh untuk mendorong perkembangan industri. Terutama dengan adanya tantangan global seperti peningkatan biaya operasional, pergeseran preferensi konsumen serta persaingan yang kian ketat, “jelasnya.
Raditya melanjutkan, “Berfokus terhadap tantangan tersebut, UFS sebagai perusahaan food service dengan purpose, menjadi mitra strategis bagi profesional Chef serta pelaku usaha kuliner. Selain menyediakan beragam produk inovatif berkualitas seperti Knorr Professional, Bango serta Royco. Juga lewat inspirasi kuliner on-trend melalui inisiatif tahunan Future Menu. ”

“Tahun ini Future Menu disusun lewat riset mendalam, dengan memadukan laporan industri, analisis tren media sosial, wawasan dari 250 Chef Profesional UFS. Juga feedback dari ribuan Chef Profesional di berbagai belahan dunia, “ucapnya.
Hasilnya, terkumpul 4 Tren utama yang kemudian diperbaharui serta dipertajam secara global.
Street Food Couture
Tradisi makan di luar dengan memilih kuliner street food menjadi hal yang paling digemari masyarakat
79%. Karenanya diangkat pesona kasual, dan unsur eksplorasi street food yang dilakukan dengan pendekatan yang lebih premium.
Seperti pengunaan bahan-bahan berkualitas tinggi, dengan teknik memasak yang lebih terampil. Tujuannya agar hadir kreasi hidangan yang khas, istimewa dengan plating menarik.
Culinary Roots
Tren dari bertumbuhnya minat konsumen akan pengalaman bersantap yang kaya dengan nilai – nilai budaya. Indonesia menyimpan banyak sekali potensi yang membutuhkan eksplorasi. Tren merayakan serta menghidupkan kembali kuliner daerah yang kurang dikenal, dengan mengangkat kekayaan rempah nusantara dengan teknik memasak tradisional.
Tren menjadi alert buat profesional juga pebisnis untuk teguh menjaga keaslian cita rasa sembari berinovasi, agar sajian tersebut tetap relevan dengan selera konsumen masa kini.

Borderless Cuisine
Konsumen modern gemar berpetualang rasa lewat perjalanan serta eksplorasi budaya. Hal ini berdampak pada popularitas kuliner dunia yang kian meningkat. Hal ini bisa dijadikan peluang dengan menghadirkan menu lintas batas yang lebih beragam, namun tetap setia lewat cita rasa otentiknya.
Tak hanya sekedar menghadirkan kombinasi rasa, penting dapat menyatukan kekayaan kuliner dari berbagai budaya, ke dalam sajian.
Diner Designed
Personalisasi kekinian menjadi hal penting khususnya bagi Gen-Z. Mereka menggemari hidangan yang menyelaraskan dengan selera pribadi. Juga mampu merepresentasikan gaya hidup yang adventurous.
Tak hanya sekedar tren, namun menjadi motivasi dalam menghadirkan pengalaman kuliner yang berbeda, lewat pengalaman imersif yang berkesan.

Akses Gratis, Tantangan Lomba Hadiah Puluhan Juta!
Keempat tren tersebut bisa ditemukan di E-Book “Future Menu 2025”, yang isinya telah disesuaikan dengan industri kuliner Tanah Air.
“Hadirkan Cita Rasa Juara” merupakan panduan yang berisi ide resep, teknik memasak hingga penggunaan bahan makanan yang relevan, agar cita rasa lokal tetap hidup serta mampu bersaing dengan kuliner luar.
Turut memberikan pendapat, Chef Ronald Tokikov, Balicooks, “Tren Menu yang dihadirkan UFS ini berdampak transformatif pada bisnis, karena hadir romansa rasa di panggung baru, agar dunia dapat ikut menikmatinya, tanpa kehilangan jati diri.”
“Dasarnya, kuliner otentik unggul lewat daya tarik khususnya lewat penggunaan rempah yang beragam. Namun agar tetap menjadi magnet, para profesional harus terus mengeksplorasi agar dapat menjadi kekuatan pada hidangan on-trend, sekaligus identitas bangsa besar, yang lekat dengan keberagaman kuliner, “pungkas Chef Ronald.

Agar Chef, dan pebisnis kuliner lebih progresif memanfaatkan beragam tren terkini, sekaligus menyebarkannya ke sesama pegiat kuliner, UFS Indonesia menyelenggarakan kompetisi memasak online. Peserta wajib membuat kreasi dari 4 tren tersebut.
Kompetisi berlangsung mulai sejak Juli – Agustus dengan memperebutkan hadiah uang puluhan juta.
Informasi lomba bisa dilihat di Ig: UFS Indonesia : @unileverfoodsolutionsID.
Tak melupakan para penikmat kuliner, UFS juga memberikan kesempatan kepada mereka, untuk menikmati beragam hidangan, yang terinspirasi dari tren kuliner dunia.
Diawali dengan kegiatan di 3 kota, Jakarta, Semarang, dan Bali. Ke depan akan hadir kolaborasi dengan banyak restoran terkemuka di berbagai kota di Indonesia dengan menciptakan menu yang menyelaraskan dengan tren.
Akses E-Book Future Menu 2025 bisa Anda akses di UFS Indonesia, https: //www.unileverfoodsolutions.co.id




