Site icon Wanita Indonesia

Menteri PKP Maruarar Sirait Pegang Teguh Filosofi Bunga Wijayakusuma, Ingatkan Jajaran Bekerja Bersih dan Tuntas

Maruarar Sirait menegaskan agar setiap aparatur negara menjauhi segala bentuk penyimpangan. (Foto: Desi)

WANITAINDONESIA.CO — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, membagikan pesan mendalam mengenai arti integritas, loyalitas, dan tanggung jawab dalam mengabdi kepada negara. Di sela-sela agenda kerjanya yang juga tengah mematangkan rencana perluasan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi bagi masyarakat berpenghasilan hingga Rp17 juta per bulan bersama BP Tapera, ia menekankan pentingnya memaknai jabatan sebagai sebuah kehormatan yang tidak abadi.

Dalam arahannya kepada para jajaran dan anak buahnya, Maruarar Sirait menegaskan agar setiap aparatur negara menjauhi segala bentuk penyimpangan. Ia mengingatkan bahwa kesempatan untuk melayani dari antara sekitar 280 juta penduduk Indonesia merupakan sebuah kehormatan istimewa yang diberikan oleh negara melalui Presiden. Pesan yang ditekankan adalah agar seluruh anak buahnya tidak menjadi beban atau merepotkan, tidak korupsi, senantiasa loyal dan rajin, serta bekerja dengan semangat dan tuntas.

(Foto: Desi)

Nilai-nilai kepemimpinan tersebut tidak lepas dari didikan orang tuanya yang menanamkan filosofi hidup melalui Bunga Wijayakusuma. Maruarar mengenang masa kecilnya ketika sang ayah kerap membangunkan anak-anaknya pada tengah malam, sekitar pukul 12.00 malam, di teras rumah untuk menyaksikan detik-detik mekarnya bunga berwarna putih yang indah dan wangi tersebut. Keindahan Bunga Wijayakusuma yang hanya mekar di malam hari dan segera layu pada keesokan paginya membawa pesan filosofis bahwa tidak ada kekuasaan maupun jabatan yang bersifat abadi di dunia ini. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar jajarannya tidak pernah menyesal di kemudian hari ketika kekuasaan atau kesempatan tersebut telah dicabut, dengan memastikan mereka selalu memberikan karya yang terbaik, terberani, terbersih, dan tercepat bagi negara dan rakyatnya.

Pesan filosofis ini sejalan dengan langkah nyata yang tengah digalakkan oleh Kementerian PKP di bawah kepemimpinannya, termasuk terobosan kebijakan perluasan KPR subsidi berbunga 6 persen untuk kelas menengah. Kebijakan yang dikoordinasikan bersama Kementerian Keuangan, Kemenko Perekonomian, dan BP Tapera ini diharapkan mampu membuka akses hunian yang layak bagi masyarakat yang selama ini memiliki pilihan terbatas.

Di penghujung pesannya, Maruarar mengajak seluruh jajaran untuk saling mendoakan dan menguatkan dalam memanfaatkan waktu pengabdian ini dengan sebaik-baiknya. Mengingat setiap orang memiliki waktu dan jamannya masing-masing, ia percaya bahwa segala sesuatu akan indah pada waktunya apabila waktu yang diberikan Tuhan digunakan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan bangsa. (Des)

Exit mobile version