Site icon Wanita Indonesia

Mengubah Tradisi Jadi Inovasi, Strategi Kemenekraf Pacu Ekonomi

Kuliner tradisional yang diolah dengan kreativitas tinggi dapat meningkatkan value yang pada akhirnya dapat mendorong ekonomi. Gdi.

WANITAINDONESIA.CO –  Di balik percepatan pembangunan infrastruktur dan pesatnya arus teknologi, ada satu fondasi tak terbatas yang berpotensi menjadi mesin penggerak ekonomi masa depan, yaitu kreativitas. Kehadirannya kini tak lagi sekadar pemicu ide, melainkan daya ubah yang mampu menyulap kekayaan warisan budaya dan pengetahuan lokal menjadi peluang ekonomi bernilai tinggi.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar dalam acara Konferensi Dunia tentang Ekonomi Kreatif (World Conference on Creative Economy atau WCCE) 2026 yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat. Irene menekankan bahwa kreativitas merupakan sumber daya istimewa yang akan terus berkembang pesat tanpa batas selama terus dibagikan.

“Kreativitas adalah sumber daya yang terus tumbuh dan dapat dibagikan. Kreativitas mengubah warisan budaya kita menjadi kemungkinan baru, tradisi menjadi inovasi, dan teknologi menjadi kekuatan yang menghubungkan hati manusia,” ujar Irene.

Irene menjelaskan bahwa pembangunan fisik, pengembangan ilmu pengetahuan, hingga pelestarian tradisi memang memegang peranan krusial bagi kemajuan bangsa. Namun, tanpa adanya sentuhan kreativitas, potensi-potensi besar tersebut tidak akan secara optimal menghasilkan nilai tambah maupun jaringan kerja sama (kolaborasi) yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Memasuki era pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), peluang-peluang baru kini makin terbuka lebar. Kendati demikian, Irene mengingatkan agar pemanfaatan teknologi canggih tersebut tetap berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan agar setiap inovasi yang lahir memiliki arah dan tujuan yang jelas.

Pengembangan ekonomi kreatif secara berkesinambungan perlu diarahkan untuk membangun tatanan ekosistem yang solid. Ekosistem ini bertugas memperluas akses produk lokal menuju panggung pasar dunia (pasar global), sekaligus membuka kesempatan setara bagi para pelaku kreatif untuk mengubah gagasan menjadi nilai ekonomi yang nyata.

“Ketika infrastruktur menghubungkan kita, pengetahuan mendorong kita, inklusi memberikan suara kepada semua orang, koperasi memperkuat kita, dan tradisi membuka pintu ke dunia, kreativitas mengubah potensi kolektif menjadi peluang bersama,” ungkap Irene.

Untuk mewujudkan mimpi besar tersebut, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama. Sejalan dengan mandat Presiden Prabowo Subianto, seluruh kementerian dan instansi terkait diimbau untuk mengesampingkan ego sektoral demi memperkuat persatuan menuju tujuan nasional bersama.

Melalui ajang WCCE ini, negara-negara dunia diajak merumuskan arah masa depan melalui Visi Jakarta (Jakarta Vision). Visi bersama ini dirancang agar tidak hanya relevan bagi kemajuan Indonesia, tetapi juga menjadi bagian penting dari peradaban masyarakat global dalam membentuk masa depan ekonomi kreatif dunia.

Sudah saatnya kita menyadari bahwa setiap gagasan yang lahir dari identitas lokal mampu bergema hingga ke ujung dunia. Mari terus mengasah potensi diri, mendobrak batas, dan mengambil peran aktif dalam mengalirkan karya kreatif yang membawa perubahan nyata bagi kemajuan bersama. (gdi)

Exit mobile version