Site icon Wanita Indonesia

Mengingat Karya-Karya Terbaik Guruh Sukarnoputra

Putra bungsu Bung Karno dan Fatmawati ini mendedikasikan 50 tahun hidupnya untuk menjembatani tradisi Nusantara dengan modernitas.

WANITAINDONESIA.CO — Kepergian Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra pada 26 September 2026 bukan hanya duka bagi keluarga besar Soekarno, tapi juga kehilangan besar bagi dunia seni Indonesia. Putra bungsu Bung Karno dan Fatmawati ini mendedikasikan 50 tahun hidupnya untuk menjembatani tradisi Nusantara dengan modernitas.

Berikut 5 karya terbaik yang menjadi warisannya:

1. Album Guruh Gipsy (1977) – Tonggak Musik Progresif Etnik
Ini adalah mahakarya paling fenomenal. Bersama grup Gipsy yang diperkuat mendiang Chrisye, Keenan Nasution, Abadi Soesman dan Roni Harahap, Guruh berani memadukan rock progresif dengan gamelan Bali tradisional. Album ini hingga kini dinobatkan sebagai salah satu album musik progresif-etnik terbaik sepanjang masa di Indonesia. Lahir saat ia baru berusia 24 tahun. c6fa

2. Swara Maharddhika (1977) – Wadah Pertunjukan Kolosal
Kecintaannya pada tari tidak berhenti di studio. Ia mendirikan Swara Maharddhika dan GSP Production (Gencar Semarak Perkasa) untuk mewadahi bakat muda. Dari sini lahir penari dan musisi legendaris seperti Titi DJ, Memes, dan Denny Malik. Pementasannya selalu spektakuler, memadukan musik, tari kontemporer, teater, dan busana megah. c6fa

3. Pergelaran Untukmu Indonesiaku (1979-1980)
Jika Swara Maharddhika adalah rumahnya, maka pagelaran _Pergelaran Karya Cipta Guruh Sukarno Putra: Guruh & Swara Maharddhika (1979)_ dan sekuelnya _Untukmu Indonesiaku! (1980)_ adalah puncaknya. Ini menjadi pionir pertunjukan panggung spektakuler nasional modern di Indonesia. Lagu-lagu seperti _Untukmu Indonesiaku, Swara Maharddhika,_ dan _Sabang Merauke_ lahir dari proyek ini. c6fa

4. Deretan Lagu Legendaris yang Abadi
Hampir semua lagunya menjadi memori kolektif bangsa. Dari tangannya lahir:

Liriknya tidak hanya soal cinta, tapi juga kritik sosial dan kecintaan pada Indonesia.

5. Pengakuan Internasional
Dedikasinya diakui dunia. Pada tahun 1991, Pemerintah Prancis menganugerahinya Chevalier de L’Ordre des Arts et des Lettres, penghargaan tertinggi untuk kontribusi di bidang seni dan budaya.

Guruh membuktikan, menjadi anak seorang proklamator bukan hanya soal politik. Ia memilih panggung seni sebagai jalan pengabdiannya untuk Indonesia. (GIE)

Exit mobile version