Site icon Wanita Indonesia

Mengatasi Stres Berkepanjangan Lewat Terapi Stimulasi Otak ExoMind

Terapi stimulasi otak ExoMind memanfaatkan gelombang elektromagnetik untuk mengatasi stres berkepanjangan yang dilaksanakan di Seraphim Medical Center bagian dari unit bisnis Bethsaida Healthcare, Paramount Gading Serpong, Kabupaten Tangerang. (Seraphim).

WANITAINDONESIA.CO – Tumpukan tenggat waktu pekerjaan, jam tidur yang kacau, hingga pikiran yang terus berputar saat tubuh beristirahat kerap dianggap sebagai ritme lumrah dalam kehidupan dewasa. Kebanyakan orang memilih mengatasi kejenuhan ini dengan berlibur singkat, berolahraga, atau merapikan kembali jadwal harian. Namun, ketika rasa lelah secara mental, emosi yang mudah tersulut, serta rasa sulit berkonsentrasi tetap saja hinggap, kondisi tersebut menandakan adanya beban mendalam yang sedang ditanggung oleh organ otak.

Selama ini masyarakat umum cenderung memandang tekanan emosional sekadar urusan emosi atau beban pikiran belaka. Padahal, saat tekanan tersebut berlangsung secara terus-menerus, jaringan dan sistem saraf di dalam otak ikut bekerja keras mengatasi dampaknya. Memahami kondisi ini, Seraphim Medical Center menghadirkan terobosan teknologi baru berupa rTMS (repetitive Transcranial Magnetic Stimulation atau stimulasi magnetik transkranial berulang) melalui perangkat ExoMind untuk merawat dan memulihkan kebugaran otak secara menyeluruh.

“Stres yang berlangsung lama tidak hanya dirasakan sebagai perasaan, tetapi juga memengaruhi cara otak mengatur emosi, fokus, dan energi. Karena itu, mendukung kesehatan mental bisa dilakukan juga dari sisi otaknya, tentu bersama dengan pola hidup yang baik,” jelas dr. Oktaviana Niken P., Sp.N., DAIFIDN.,MMRS.,FNR.,AIFO-K dari Brain Wellness & Sleep Center Seraphim Medical Center dalam keterangan yang diterima, Senin.

Tekanan emosional yang menumpuk tanpa penanganan tepat secara berangsur-angsur menurunkan kestabilan emosi, daya adaptasi, proses pengambilan keputusan, hingga motivasi harian. Sinyal awal seperti tubuh terasa mudah lelah secara mental walau tidak beraktivitas fisik berat, penurunan konsentrasi, emosi yang tidak stabil, serta tidur yang kurang nyenyak kerap kali diabaikan. Banyak individu baru mencari bantuan medis setelah daya tahan mentalnya terganggu parah dan memicu kendala pada hubungan kerja maupun keluarga.

“Banyak orang baru mencari bantuan setelah kondisinya sangat mengganggu. Padahal sinyal awalnya, seperti sulit fokus atau tidur yang tidak nyenyak, sudah cukup menjadi alasan untuk berkonsultasi,” ujar dr. Niken.

Guna membantu memulihkan fungsi penting tersebut, teknologi ExoMind buatan BTL dengan fitur ExoTMS™ bekerja memanfaatkan gelombang elektromagnetik berulang. Proses ini bertipe non-invasif (tanpa pembedahan atau tanpa sayatan), sehingga tidak ada peralatan medis yang dimasukkan ke dalam tubuh. Pulsa magnetik berdaya hingga 3,6 Tesla tersebut diarahkan secara presisi ke area DLPFC (Dorsolateral Prefrontal Cortex atau korteks prafrontal dorsolateral), yakni bagian depan otak yang mengendalikan emosi, keputusan, dan fungsi berpikir.

“DLPFC bisa dibayangkan seperti ‘pusat kendali’ yang membantu kita mengatur emosi dan mengambil keputusan. ExoMind menstimulasi area ini dengan cara yang lembut dan non-invasif, sebagai salah satu cara mendukung fungsinya,” terang dr. Niken.

Secara teknis, kumparan elektromagnetik diletakkan di dekat kepala pasien untuk menginduksi arus listrik sangat kecil pada jaringan saraf. Hamburan medan magnet ini memicu daya neuroplasticity (neuroplastisitas atau kemampuan otak untuk beradaptasi dan menata ulang strukturnya), sehingga cara sel-sel saraf saling berkomunikasi dapat diperbaiki secara berkala.

“Otak kita tidak statis. Ia mampu beradaptasi, dan stimulasi yang berulang dapat membantu memodulasi aktivitas jaringan saraf. Itulah dasar dari pendekatan rTMS,” jelas dr. Niken.

Melalui rangkaian prosedur terapi ini, pasien dapat memperoleh dukungan berupa peningkatan kualitas tidur, perbaikan konsentrasi, stabilitas emosi, hingga bertambahnya energi harian. Meski demikian, terapi magnetik ini berperan sebagai penunjang medis yang optimal apabila diselaraskan dengan gaya hidup sehat serta konsultasi psikologis apabila diperlukan.

“Ekspektasinya perlu realistis. ExoMind adalah salah satu bentuk dukungan, bukan solusi instan. Hasilnya paling baik bila dikombinasikan dengan pengelolaan stres, kebiasaan tidur yang baik, dan aktivitas fisik,” tegas dr. Niken.

Pelaksanaan satu sesi terapi ExoMind biasanya memakan waktu sekitar 20-40 menit. Selama prosedur, pasien hanya perlu duduk atau berbaring santai sembari merasakan getaran ketukan ringan pada kulit kepala yang diiringi bunyi klik dari pulsa magnetik. Alur tindakan medis diawali dari konsultasi dan evaluasi awal untuk memeriksa riwayat kejang, operasi, atau penggunaan implan logam, dilanjutkan penentuan protokol sebanyak 4-6 sesi dengan frekuensi 2-3 kali seminggu, hingga pemantauan berkala.

“Setiap pasien berbeda, jadi jumlah sesinya tidak bisa dipukul rata. Kami selalu mulai dari evaluasi, lalu memantau responsnya secara berkala,” tambah dr. Niken.

Lebih jauh dr. Niken juga menyarankan agar calon pasien bersikap terbuka mengenai riwayat medisnya, mengingat medan magnet tidak dapat diterapkan pada individu dengan implan elektronik, benda logam di area kepala, riwayat epilepsi, atau kondisi acute medical or mental state (kondisi medis atau mental akut).

“Keamanan adalah prioritas. Karena rTMS menggunakan medan magnet, ada kondisi tertentu yang membuat terapi ini tidak boleh dilakukan. Itulah mengapa evaluasi di awal tidak boleh dilewati,” tegas dr. Niken.

Sebagai bagian dari unit bisnis Bethsaida Healthcare yang berlokasi di Paramount Gading Serpong, Seraphim Medical Center mengusung pendekatan functional medicine (kedokteran fungsional) yang menangani akar masalah kesehatan secara personal. Layanan ExoMind di Brain Wellness & Sleep Center melengkapi deretan fasilitas modern lainnya seperti qEEG Brain Mapping ( pemetaan otak qEEG), Neurofeedback (umpan balik neuro), TPS, Kinesiq, Cryo Chamber Therapy (terapi ruang kriyo), Hyperbaric Oxygen Treatment (terapi oksigen hiperbarik), PicoWay Laser (laser PicoWay), hingga Fotona Laser (laser Fotona).

“Tidur, emosi, dan fokus saling berkaitan. Karena itu kami melihatnya secara utuh, dan memilih kombinasi layanan yang paling sesuai setelah evaluasi,” ujar dr. Niken.

Untuk menikmati fasilitas kesehatan ini, Seraphim Medical Center menyediakan pilihan paket ExoMind mulai dari 1 sesi seharga Rp 1.500.000, paket 6 sesi seharga Rp 8.500.000, hingga paket 12 sesi seharga Rp 16.800.000.

Mengenali sinyal kelelahan mental sejak dini merupakan bentuk kepedulian tertinggi terhadap kualitas hidup Anda. Merawat kesehatan otak bukan lagi sekadar pilihan rekreasi semata, melainkan investasi jangka panjang agar Anda tetap tangguh, fokus, dan bahagia dalam menjalani setiap tantangan. (gdi)

Exit mobile version