WANITAINDONESIA.CO – Telah datang bulan Agung, dan Mulia bagi umat Islam yaitu Rajab.
Bulan Rajab merupakan satu dari 4 bulan mulia lainnya. Pada Bulan Rajab banyak terjadi sejumlah peristiwa penting utamanya peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, pada momentum ini Nabi mendapat perintah dari Allah SWT agar umatnya menjalankan kewajiban shalat 5 waktu.
Pada Bulan Rajab Sayyidah Aminah binti Wahb mulai mengandung Nabi Muhammad SAW. Selain terjadinya perang Tabuk yang merefleksikan keteguhan, serta ketabahan umat Islam dalam menghadapi tantangan.
Rajab bagi umat Islam merupakan momentum penting untuk menata kembali ibadah, memperbanyak amal saleh, serta bulan untuk melatih diri sebelum memasuki Ramadan.
Rasulullah SAW bersabda seperti yang diriwayatkan Anas bin Malik. “Kenapa dinamakan Rajab? Karena sesungguhnya terdapat banyak di dalamnya kebaikan untuk bulan Sya’ban , dan Ramadan.”
Umat Islam saat ini telah memasuki bulan Rajab, dimulai sejak Minggu (21/12/2025), dan akan berakhir pada Hari Senin (19/1/2026) yang kemudian berlanjut ke bulan Sya’ban. Selama Bulan Rajab, lidah umat Islam senantiasa basah oleh lantunan doa “Allahumma baarik lana fii Rajab wa Sya’ban, wa ballighna Ramadan.”
“Ya Allah berikanlah keberkahan bagi kami di Bulan Rajab, dan Sya’ban. Dan sampaikan kami pada Bulan Ramadan.”
Walaupun jarak Rajab ke Ramadan itu terbilang dekat, namun umat Islam diajarkan untuk meminta dipanjangkan umur, dikarenakan rahasia umur seseorang itu bersifat ghaib, hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Tidak ada ukuran, pedoman buatan manusia yang mampu memprediksikan batas akhir kehidupan seorang manusia. Ihwal permintaan untuk disampaikan pada Bulan Ramadan karena Ramadan merupakan bulan yang paling mulia, diantara 11 bulan lainnya. Di Bulan Ramadan setiap amalan umat Islam akan dilipatgandakan pahalanya. Bulan Ramadan merupakan bulan ampunan, dan Bulan Alquran.
Nabi Muhammad SAW menjelaskan Bulan Rajab disebut pula Al-Ashabb disebut sebagai Bulan Allah SWT. Allah memuliakan Bulan Rajab karena pada bulan mulia ini rahmat Allah tercurah deras kepada hamba-Nya yang bertaubat.
Momen dari ke 4 bulan yang agung, dan mulia bagi seorang mukmin, tentu tak akan bertambah umurnya, kecuali amal kebaikannya harus terus bertambah. Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baiknya manusia adalah yang panjang umurnya, dan baik amalannya. Dan seburuk-buruknya manusia adalah orang yang panjang umurnya, namun buruk amalannya.” (HR.Ahmad, at -Tirmidzi & Al-Hakim).
“Ayo Berlomba-lomba Berbuat Kebaikan!
Lantas apa sajakah keutamaan bulan mulia, dan agung, Bulan Rajab ini?
Wanitaindonesia.co menghimpun beberapa amalan yang bisa dipraktikkan langsung oleh pembaca Wanitaindonesia.co
Sepanjang Bulan Rajab, umat Islam dianjurkan untuk mengerjakan berbagai amalan kebaikan.
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “Apabila umur seseorang tidak sampai pada Bulan Ramadan, setidaknya dia hidup di Bulan Rajab.”
Dikarenakan banyak sekali keutamaan Bulan Rajab diantaranya diampunkannya semua dosa oleh Sang Maha Pengampun (Al Ghaffar). Karenanya pada momentum Rajab, banyaklah meminta ampun, perbanyak istighfar, serta wajib memperbaiki diri.
Bulan Rajab menjadi kesempatan untuk senantiasa berbuat kebaikan pada setiap helaan nafas. Karena Allah Yang Maha Pengasih & Maha Penyayang akan melipatgandakan pahala hamba-Nya. Seperti yang disampaikan oleh Imam al-Baghwi, “Amal saleh lebih besar pahalanya pada bulan-bulan haram Zulqa’dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab.”
Al Adl, Yang Maha Adil merupakan sifat Allah SWT. Islam itu agama yang menjunjung tinggi keadilan.
Karena berlaku adil akan mendekatkan mukmin kepada takwa.
Dan bagi mukmin yang ingkar, dan kufur nikmat, yang senantiasa berbuat kezaliman pada Bulan Rajab, maka dosa-dosanya-pun akan dilipatgandakan pula. Karenanya umat Islam dilarang untuk melakukan perbuatan dosa, aniaya, serta menjauhi hal-hal yang tidak terpuji.
Allah Sang Maha Penyayang menjadikan Rajab sebagai bulan latihan sebelum memasuki Ramadan. Dikarenakan Ramadan merupakan puncak dari bulan-bulan mulia tersebut. Diibaratkan Rajab merupakan bulan pembukaan, Sya’ban bulan penguatnya, dan Ramadan hakikat perjuangan umat Islam dari kedua bulan agung sebelumnya.
Doa di Bulan Rajab akan diijabah Allah. Imam Syafi’i dalam kitab al-Umm menjelaskan, “Sesungguhnya doa-doa akan dikabulkan pada 5 malam seperti malam Jum’at, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama Rajab, dan malam Nishfu Sya’ban.
Rajab dikatakan sebagai bulan Sedekah. Yang mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan sedekah. Maka Allah SWT akan menjauhkan mereka dari neraka jahanam.
Sedekah yang dimaksud oleh ajaran Islam memiliki cakupan luas tidak hanya sedekah uang, harta yang kita miliki. Tapi
sedekah dengan ilmu yang bermanfaat, menolong sesama muslim, serta melakukan amalan kebaikan lainnya. Karenanya jangan lewatkan keseharian Anda untuk melakukan sedekah.
Jadwal Puasa Rajab
Walau tidak ada perintah dari Allah SWT untuk melakukan puasa Rajab seperti kewajiban berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadan, sesungguhnya mengisi bulan mulia Rajab dengan berpuasa sunnah tentunya akan membawa berkah tersendiri. Puasa sunnah Rajab paling banyak dilakukan oleh umat Islam, selain membaca Al-Qur’an, dan banyak beristigfar.
Adapun Puasa Sunnah Rajab sudah dimulai sejak tanggal 1 Rajab 1447 H (Minggu, 21/12/2025), dan akan berakhir pada tanggal 30 Rajab 1447 H (Senin,19/1/2026).
Banyak pertanyaan seputar ibadah puasa Rajab, apakah harus dilaksanakan satu bulan penuh, atau sebaiknya diselang-seling?
Sesungguhnya puasa sunnah Rajab tak memberikan batasan tertentu. Berpuasalah sesuai dengan kemampuan fisik. Bisa dimulai dari sehari, dua hari, tiga hari berturut-turut atau hingga sebulan penuh.
Jadi seandainya di awal Rajab, Anda tidak sempat untuk berpuasa, masih banyak kesempatan untuk melaksanakan ibadah puasa di hari-hari berikutnya, hingga pada akhir Bulan Rajab di tanggal 19 Januari 2026.
Adapun pedoman berpuasa sunnah pada Bulan Rajab, umat Islam dianjurkan untuk mengutamakan keseimbangan antara kesehatan dengan ibadah. Sebaiknya berpuasalah pada Hari-hari utama di Bukan Rajab seperti puasa Ayyamul Bidh.
Adapun pilihan puasa di bulan Rajab bisa melakukan Puasa Daud, Senin-Kamis, Ayyamul Bidh maupun kombinasi dari ketiganya.
Puasa Ayyamul Bidh menurut Kalender Hijriah Kemenag RI di tahun 2026, jatuh pada Hari Jum’at, (2 Januari), Hari Sabtu, (3 Januari), dan Hari Minggu (4 Januari). (*)

