Site icon Wanita Indonesia

Men Djenggo, Pelopor Nasi Djenggo Bali, Tutup Usia: Warisan Kuliner Legendaris yang Akan Selalu Dikenang

Kabar duka datang dari dunia kuliner Nusantara. Ni Ketut Ngasti, sosok yang lebih dikenal sebagai Men Djenggo atau Nenek Odah, pelopor sekaligus pencipta nasi djenggo (atau nasi jinggo), dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 9 Mei 2026

WANITAINDONESIA.CO – Kabar duka datang dari dunia kuliner Nusantara. Ni Ketut Ngasti, sosok yang lebih dikenal sebagai Men Djenggo atau Nenek Odah, pelopor sekaligus pencipta nasi djenggo (atau nasi jinggo), dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 9 Mei 2026. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi masyarakat Bali dan pecinta kuliner tradisional Indonesia.

Men Djenggo dikenal sebagai perempuan sederhana yang berhasil menciptakan salah satu ikon kuliner paling populer di Bali. Nasi djenggo—nasi porsi kecil berbungkus daun pisang dengan lauk sederhana dan sambal khas pedas—berawal dari perjuangan beliau menjajakan nasi bungkus untuk para buruh di kawasan Pelabuhan Sanggaran, Bali, sekitar tahun 1970-an.

Menurut berbagai sumber, nama “Djenggo” terinspirasi dari panggilan putranya, Henry Alexie Bloem, yang akrab disapa Jenggo. Henry, yang juga dikenal sebagai chef ternama dan mantan Presiden Indonesian Chef Association (ICA), menyampaikan pesan haru melalui media sosial:
“Selamat jalan Meme, berbahagialah di sana. Karyamu akan selalu dicari dan dikenang. Men Djenggo, pencipta nasi djenggo.”

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai tokoh kuliner dan publik figur, termasuk Chef Juna, Ni Luh Djelantik, serta komunitas chef nasional yang mengenang Men Djenggo sebagai sosok yang mewariskan cita rasa sederhana namun penuh makna.

Selama puluhan tahun, nasi djenggo berkembang dari makanan para pekerja pelabuhan menjadi simbol kuliner rakyat Bali yang bisa ditemukan hampir di setiap sudut pulau. Dengan harga terjangkau dan rasa yang khas, hidangan ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat serta pengalaman wajib bagi wisatawan.
Rencananya, keluarga akan melaksanakan upacara ngaben pada 12 Mei 2026 sebagai penghormatan terakhir bagi almarhumah.

Kepergian Men Djenggo bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi warisan budaya kuliner Indonesia. Namun, melalui setiap bungkus nasi djenggo yang masih dinikmati hingga hari ini, semangat dan karya beliau akan terus hidup dan dikenang lintas generasi. (den)

Exit mobile version