WANITAINDONESIA.CO – Mantan Gubernur Alex Noerdin — tokoh politik senior dan mantan pemimpin Provinsi Sumatera Selatan — meninggal dunia pada Rabu, 25 Februari 2026, sekitar pukul 13.30 WIB di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta, saat menjalani perawatan medis. Ia wafat dalam usia 76 tahun.
Juru bicara keluarga, Okta Alfarisi, menyampaikan informasi wafatnya sang mantan gubernur dan proses selanjutnya berupa pemulangan jenazah ke Palembang untuk disemayamkan di rumah duka di Jalan Merdeka, Palembang. Jadwal pemakaman masih menunggu kesepakatan keluarga.
Menurut keterangan dari penasihat hukum keluarga, almarhum meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit serius, termasuk sumbatan pada empedu dan infeksi saluran pankreas, yang membuat kondisinya kritis dan memerlukan perawatan intensif di ruang ICU rumah sakit.
Alex Noerdin dikenal sebagai gubernur yang memimpin Provinsi Sumatera Selatan selama dua periode (2008–2018). Sepanjang kepemimpinannya, ia ditorehkan sejumlah kebijakan besar dan proyek strategis, seperti:
Pengembangan Jakabaring Sport City yang menjadi tuan rumah SEA Games 2011 dan bagian penting persiapan Asian Games.
Dorongan pembangunan LRT Palembang, salah satu sistem transportasi massal percontohan di Indonesia.
Program sosial seperti sekolah gratis dan berobat gratis yang berdampak luas bagi masyarakat.
Sebelum menjabat gubernur, ia berkarier di pemerintahan dan pernah menjadi Bupati Musi Banyuasin.
Di akhir hayatnya, Alex Noerdin sedang menghadapi beberapa perkara hukum terkait dugaan korupsi, termasuk kasus revitalisasi Pasar Cinde Palembang. Beberapa proses hukum belum selesai saat ia meninggal. Setelah wafatnya, Kejaksaan Agung menyatakan perkara pidana terhadapnya “tutup demi hukum”, meskipun kemungkinan aspek kerugian negara tetap dapat ditindaklanjuti secara perdata.
Partai Golkar, tempat almarhum berkarya sebagai tokoh senior, menyampaikan belasungkawa mendalam dan mengapresiasi kontribusi politik serta kepemimpinannya di Sumatera Selatan dan di parlemen nasional. (Den)

