WANITAINDONESIA.CO — Semangat gotong royong kembali menjadi napas utama dalam penguatan ekonomi kerakyatan. Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi mengajak 16 koperasi mitra dari berbagai daerah di Indonesia untuk bersama-sama memperkuat implementasi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sebuah program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Melalui forum bertajuk Rapat dan Diskusi Partisipasi Strategis Mitra LPDB dalam Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, LPDB ingin membangun sinergi antar koperasi agar masyarakat desa semakin mudah mendapatkan akses pembiayaan ultra mikro dengan bunga ringan, maksimal enam persen.
Kegiatan yang berlangsung di Jakarta ini dihadiri Sekretaris Kementerian Koperasi Republik Indonesia Ahmad Zabadi, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, jajaran direksi LPDB, pejabat Kementerian Koperasi, hingga perwakilan koperasi besar mitra LPDB dari seluruh Indonesia.
Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto mengatakan, forum tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat ekosistem pembiayaan koperasi nasional sekaligus mempererat kolaborasi antar koperasi melalui konsep “kakak asuh”.
“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk bersama-sama mendukung implementasi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, khususnya terkait penguatan unit simpan pinjam dan layanan lembaga keuangan mikro,” ujar Krisdianto.
Menurutnya, keterlibatan koperasi besar sangat dibutuhkan agar KDKMP tidak hanya hadir sebagai program, tetapi benar-benar menjadi solusi ekonomi masyarakat desa yang berkelanjutan.
“Kami ingin memperluas akses pembiayaan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Harapannya, lahir skema terbaik untuk mendukung keberhasilan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir dan tengkulak yang selama ini membebani ekonomi warga desa.
“Kami berharap koperasi-koperasi besar yang sudah eksisting dan menjadi mitra LPDB dapat memberikan dukungan nyata bagi layanan pembiayaan super mikro di KDKMP. Targetnya jelas, menghadirkan pembiayaan murah dengan bunga maksimal enam persen,” katanya.
Ahmad Zabadi juga menilai konsep kakak asuh menjadi wujud nyata semangat koperasi Indonesia, yakni kerja sama antar koperasi demi memperkuat ekonomi rakyat.
“Ini momentum bagi koperasi besar untuk mengambil peran strategis. Namun prinsip kehati-hatian tetap dijalankan. Jika memang tidak layak, maka pembiayaan tidak diberikan, dan pemerintah tidak akan mengintervensi proses profiling risiko,” jelasnya.
Saat ini, pemerintah terus mempercepat pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara bertahap. Setelah sebelumnya meluncurkan operasionalisasi 1.061 KDKMP, pemerintah menargetkan hingga 30 ribu koperasi dapat diluncurkan pada Agustus mendatang.
Tak hanya fokus pada pembiayaan, koperasi-koperasi tersebut nantinya juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat desa, mulai dari gerai sembako, layanan kesehatan, logistik, hingga layanan pembiayaan mikro.
Menariknya, hasil pertemuan yang berlangsung selama hampir tiga jam itu membuahkan dukungan penuh dari seluruh koperasi peserta rapat. Mereka tidak hanya siap menyalurkan pembiayaan yang bersumber dari LPDB, tetapi juga bersedia melakukan pendampingan langsung kepada KDKMP di wilayah layanan masing-masing.
“Syukur Alhamdulillah, 16 koperasi peserta rapat mendukung penuh inisiatif ini. Mereka bukan hanya memberikan pinjaman, tetapi juga melakukan pendampingan kepada KDKMP. Setelah forum ini, kami akan door to door memastikan skema ini berjalan baik, karena ini murni bisnis ke bisnis, bukan semata gerakan sosial,” tutur Krisdianto.
Melalui kolaborasi ini, LPDB Koperasi optimistis ekosistem pembiayaan koperasi nasional akan semakin kuat, sehat, dan mampu menjadi motor pemerataan ekonomi desa berbasis semangat kebersamaan. (ver)

