LKC Dompet Dhuafa Rayakan Milad ke-24: Tumbuh Sehat Bermanfaat, Kukuhkan Komitmen Layanan Kesehatan Berkelanjutan

Dengan mengusung tema “Tumbuh Sehat Bermanfaat”, momentum ini menjadi pengingat atas jejak panjang LKC Dompet Dhuafa dalam menghadirkan layanan kesehatan bagi kaum dhuafa di seluruh Indonesia.

WANITAINDONESIA.CO – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa merayakan puncak Milad ke-24 di Sasana Budaya Rumah Kita, Philanthropy Building, Jakarta pada Kamis, (20/11). Dengan mengusung tema “Tumbuh Sehat Bermanfaat”, momentum ini menjadi pengingat atas jejak panjang LKC Dompet Dhuafa dalam menghadirkan layanan kesehatan bagi kaum dhuafa di seluruh Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen kolaboratif menuju keberlanjutan layanan kesehatan masyarakat.

Acara dihadiri jajaran direksi Dompet Dhuafa, YRST Dompet Dhuafa, Kepala LKC Dompet Dhuafa dari 12 wilayah, serta mitra pemerintah dan lembaga kolaborator. Hadir pula Pungkas Bahjuri Ali, STP., MS., Ph.D, Kepala Sekretariat Nasional SDGs Indonesia Bappenas, yang pada kesempatan tersebut memberikan sambutan sekaligus menyampaikan arah pembangunan kesehatan nasional dalam kerangka SDGs 2026–2030.

Ketua Pengurus YRST Dompet Dhuafa, Ismail A. Said, membuka rangkaian sambutan dengan memberikan apresiasi atas dedikasi seluruh insan LKC Dompet Dhuafa. Ia menyebutkan bahwa selama lima tahun terakhir Dompet Dhuafa telah mengalokasikan lebih dari Rp100 miliar dana zakat untuk program-program kesehatan yang dijalankan LKC Dompet Dhuafa dan menjangkau lebih dari 1,6 juta penerima manfaat.

“Semoga LKC terus berkhidmat menyehatkan bangsa, utamanya kaum dhuafa. Angka ini besar, namun kita berharap akan terus meningkat seiring meningkatnya penghimpunan dana umat,” ujarnya.

Ismail juga menyampaikan kabar baik terkait potensi kebijakan pemerintah mengenai pembebasan tunggakan iuran BPJS yang selama ini banyak dibantu oleh LKC Dompet Dhuafa. Menurutnya, bila kebijakan ini terealisasi, LKC Dompet Dhuafa dapat mengalihkan dukungan dana tersebut ke program kesehatan lain yang lebih luas dampaknya. Ia turut mengapresiasi keberhasilan LKC Dompet Dhuafa meraih posisi terbaik kedua SDGs Action Award 2025 melalui program unggulan Pos Gizi.

Baca Juga :  Peringatan Maulid Nabi di Masjid Atta’awun, Dompet Dhuafa Bersama Jamaah Berbagi Kepedulian dan Layanan Kesehatan

Sementara itu, Herdiansah, Wakil Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, menegaskan bahwa kekuatan LKC Dompet Dhuafa terletak pada keberaniannya hadir di wilayah-wilayah dengan akses kesehatan yang minim. Program Bidan untuk Negeri, Pos Gizi, dan Kawasan Sehat menjadi bukti komitmen tersebut, terutama di wilayah Aceh dan Papua yang memiliki tantangan geografis serta keterbatasan infrastruktur.

“Kami mencari celah-celah sempit di mana orang lain tidak bisa datang, namun LKC bisa hadir. Program yang kuat adalah yang berakar pada nilai lokal dan memperkuat komunitas,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan pemberdayaan yang memadukan kearifan lokal, pendampingan, dan metode positive deviance menjadi kunci keberhasilan sejumlah program LKC Dompet Dhuafa yang terus berkembang di daerah-daerah terpencil.

Melengkapi rangkaian sambutan, Andi Makmur Maka, Pembina Dompet Dhuafa menegaskan bahwa Milad LKC yang bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional menjadi momentum untuk meneguhkan kembali bahwa kesehatan merupakan pondasi utama sebuah bangsa. Ia menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat adalah elemen kunci dalam menjawab kompleksitas masalah kesehatan hari ini.

“Pemberdayaan berarti memberi kemampuan, bukan belas kasihan. Kita hadir untuk memulihkan harapan keluarga yang berjuang dalam diam,” ungkapnya.

Baca Juga :  "Wisuda Beasiswa YES Angkatan II: Merayakan Milad 31 Tahun Dompet Dhuafa"

Ia juga menyampaikan bahwa LKC Dompet Dhuafa berperan penting dalam membantu negara menutup kesenjangan layanan kesehatan, terutama bagi keluarga sederhana, ibu hamil, balita, lansia, dan kelompok difabel.

Kepala LKC Dompet Dhuafa Pusat, drg. Martina Tirta Sari, menyampaikan laporan capaian program sepanjang 2025. Pada tahun ini, LKC Dompet Dhuafa mencatat lebih dari 36 ribu penerima manfaat pada triwulan pertama dengan jangkauan program di 131 kabupaten/kota. Pendampingan advokasi untuk aktivasi peserta PBI BPJS mencakup 11 ribu pasien dhuafa, sementara program pengobatan, pendampingan ibu hamil, hingga pemulihan gizi balita terus berjalan dengan hasil yang menggembirakan.

Dalam paparannya, Martina menjelaskan bahwa kolaborasi layanan ambulans berhasil menjangkau hampir 9 ribu jiwa, dan kerja sama dengan para mitra kolaborator pada 2024–2025 menghasilkan dukungan dana sekitar Rp2,8 miliar. Ia juga menekankan bahwa pengelolaan anggaran menunjukkan peningkatan efisiensi dengan realisasi pemanfaatan dana sebesar 91%, atau meningkat 28% dari tahun sebelumnya.

“Sebagai kado Milad, program Pos Gizi LKC meraih penghargaan SDGs Action Award 2025 dan hasil pengukuran dampak sosial Program Kawasan Sehat mencapai rasio 3,43. Artinya setiap satu rupiah yang diinvestasikan memberikan manfaat setara lebih dari tiga rupiah bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, perwakilan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, menegaskan bahwa isu stunting dan kualitas pembelajaran menjadi indikator utama pembangunan manusia Indonesia ke depan. Ia menyampaikan bahwa penurunan stunting bukan hanya prioritas jangka pendek, namun merupakan komitmen menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga :  Banten Terbebas dari Jeratan Rentenir, Dompet Dhuafa dan PUB Luncurkan Program Revolusioner

“Kontribusi LKC Dompet Dhuafa sangat penting dalam percepatan penurunan stunting. Kualitas manusia Indonesia dimulai dari gizi anak pada 1.000 hari pertama kehidupan,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi penghargaan SDGs Action Award yang diterima LKC Dompet Dhuafa melalui program Pos Gizi, serta menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memastikan target pembangunan nasional tercapai.

Sebagai bagian dari rangkaian Milad, LKC Dompet Dhuafa juga menyerahkan bantuan gizi bagi anak serta bantuan alat bantu untuk penyandang disabilitas. Bentuk dukungan ini menjadi simbol keberlanjutan program yang dijalankan bersama masyarakat dan pemerintah dalam pilar pelayanan dan pemberdayaan.

Sejak berdiri pada 6 November 2001, LKC Dompet Dhuafa telah menjalankan layanan kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui tiga pilar utama: pelayanan, pembelaan, dan pemberdayaan. Program-program seperti Gerai Sehat, Respon Darurat Kesehatan, Advokasi Jaminan Kesehatan, Pos Gizi, Kawasan Sehat, Bidan untuk Negeri, dan berbagai inisiatif lainnya terus dikembangkan untuk memperluas akses kesehatan bagi masyarakat dhuafa di seluruh Indonesia.

Dengan semangat “Tumbuh Sehat Bermanfaat”, LKC Dompet Dhuafa berkomitmen melanjutkan perjalanan panjang untuk menghadirkan layanan kesehatan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Adv)