Site icon Wanita Indonesia

Lintasi 13 Negara, 140 Mahasiswa Dunia Merajut Kebudayaan dan Keberlanjutan di UMN

Kunjungan mahasiswa UMN Sustainability Immersion Program (SIP) 2026 ke Bukit Sinyonya, Kampung Batulingga, Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten. (Gdi)

WANITAINDONESIA.CO – Rasa kebersamaan melingkupi sudut-sudut Universitas Multimedia Nusantara ketika ratusan anak muda dari berbagai belahan dunia berkumpul dalam satu benang merah. Selama sepekan penuh, sebanyak 140 mahasiswa internasional dari 13 negara melintasi ruang dan batas budaya untuk menyelami isu kelestarian lingkungan sekaligus kehangatan tradisi Nusantara melalui ajang UMN Sustainability Immersion Program 2026.

Kegiatan tahunan berskala internasional yang diselenggarakan di Kampus Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, ini membuktikan bahwa perhatian terhadap masa depan bumi tidak mengenal batasan suku, bahasa, maupun kewarganegaraan. Keberlanjutan bukan semata-mata berbicara mengenai ekosistem alam, melainkan juga tentang bagaimana manusia saling berinteraksi, berempati, dan menyelaraskan perbedaan.

Rektor Universitas Multimedia Nusantara, Dr. Andrey Andoko, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas antusiasme para peserta yang datang dari berbagai penjuru bumi. Ia menekankan pentingnya pengalaman langsung yang memadukan teori di ruang kelas dengan interaksi sosial di lapangan.

“Dalam program ini mahasiswa tidak hanya mempelajari keberlanjutan, tapi juga memberikan pengalaman nyata di kelas maupun di luar kelas. Lebih dari itu, para mahasiswa juga semakin mengenal kebudayaan yang ada di Indonesia,” ujar Andrey dalam keterangan yang diterima, Senin.

Lebih lanjut, Andrey menjelaskan bahwa interaksi lintas budaya memegang peranan krusial dalam membentuk cara pandang generasi muda terhadap masa depan planet bumi. Menurutnya, keberlanjutan adalah tentang kolaborasi antarmanusia yang saling melengkapi dalam keberagaman.

“Saya harap lewat kegiatan ini mahasiswa mendapatkan berbagai pengalaman dan teman-teman baru dari berbagai negara. Lebih dari itu, saya harap segala pengetahuan baru yang didapatkan bisa diimplementasikan pada masing-masing negara nantinya serta memahami bahwa masa depan keberlanjutan adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Selama tujuh hari penuh, dinamika penjelajahan para mahasiswa internasional ini diwarnai oleh beragam agenda transformatif. Dimulai dari sesi pembukaan pada pertengahan Juli, peserta langsung diajak menyelami kearifan lokal melalui program kebudayaan dan bahasa Indonesia yang dipandu oleh Tim Humaniora Universitas Multimedia Nusantara. Mereka tidak hanya belajar sejarah dan tradisi, tetapi juga diajak memainkan permainan tradisional Indonesia yang sarat akan nilai kebersamaan.

Tak berhenti pada penjelajahan budaya, para peserta juga diasah daya kritis dan kewirausahaannya melalui lokakarya penggalian ide perintisan usaha (startup ideation) bersama Skystar Ventures. Semangat kolaborasi ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta, salah satunya Basl Mohamed Osman Mohamed Abas, mahasiswa asal Nottingham Trent University, Inggris.

“Senang rasanya bisa mengikuti kegiatan UMN SIP 2026, di hari pertama saya disambut dengan hangat serta berkesempatan untuk berkenalan dengan teman-teman baru dari berbagai negara. Walau ini menjadi kegiatan pertama, namun saya merasa sudah mendapatkan banyak pengetahuan baru terutama tentang keberlanjutan,” ungkap Basl dengan penuh antusias.

Pengalaman para peserta semakin kaya ketika mereka diajak melangkah keluar kampus menuju Taman Mini Indonesia Indah serta Desa Bandung untuk menyaksikan langsung denyut kehidupan dan keberagaman budaya masyarakat lokal. Pembelajaran teoretis di dalam kampus pun dikemas secara interaktif oleh empat fakultas di Universitas Multimedia Nusantara dengan mengangkat topik-topik krusial yang relevan dengan tantangan lingkungan global saat ini.

Kehangatan program ini mencapai puncaknya pada perayaan penutupan, di mana setiap peserta bergantian menampilkan pertunjukan seni dan kebudayaan dari negara asal masing-masing. Panggung penutupan berubah menjadi wahana perayaan kebhinekaan global yang memukau.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi Universitas Multimedia Nusantara, Prof. Dr. Friska Natalia, S.Kom., M.T., menegaskan bahwa diplomasi budaya dan pendidikan seperti ini merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.

“Lewat UMN SIP 2026, kita tidak hanya memahami antarbudaya, tetapi juga melihat secara langsung demonstrasi kolaborasi global. Hal ini menjadi penting untuk membekali generasi muda yang nantinya akan melanjutkan masa depan dunia. Saya harap para mahasiswa mendapatkan berbagai pengetahuan baru yang bisa dibawa kembali ke negara mereka,” tutur Friska.

Friska juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh perguruan tinggi mitra yang telah mendukung penuh kelancaran program ini. Ia berharap jejaring persahabatan yang telah terbentuk tidak berhenti sampai di sini, melainkan menjadi pintu pembuka bagi kolaborasi riset dan aksi lingkungan yang lebih luas di tingkat global.

Kesan mendalam mengenai program ini diakui secara tulus oleh Laila Rageh Hassanain, mahasiswi dari Abu Dhabi University, Uni Emirat Arab. Bagi Laila, pengalaman sepekan di Indonesia memberikan pelajaran hidup yang sulit dilupakan.

“UMN SIP 2026 merupakan program yang sangat baik, saya sendiri tidak hanya mengenal tentang kebudayaan Indonesia tapi juga berkesempatan untuk melihat berbagai kebudayaan lainnya yang dibawakan oleh masing-masing negara, dan saya juga bisa dengan bangga mengenalkan kebudayaan negara saya,” tutur Laila.

Di saat akhir kegiatan peserta mungkin telah bersiap kembali ke negara asal masing-masing, namun jejak persahabatan, inspirasi, dan kesadaran menjaga bumi akan terus menyala. Ketika kepedulian terhadap kelestarian lingkungan berpadu erat dengan rasa saling menghargai antarbudaya, sebuah harapan baru bagi peradaban dunia yang lebih hijau dan harmonis kini telah resmi dimulai dari Universitas Multimedia Nusantara. (Gdi)

Exit mobile version