Lintasan Sejarah Emas  ISAM, PERDESTI Indonesia Unggul lewat Kolaborasi Estetika – Anti-Aging Dunia

Presiden Dunia ISAM, Dr. Teguh Tanuwidjaja lewat penyelenggaraan ISAM Annual Meeting, dan Simposium & Workshop Estetika Medis i-SWAM, Indonesia menegaskan posisinya sebagai poros penting dunia di bidang Aesthetic & AntiAging dunia. (Foto: Wanitaindonesia.co)

WANITAINDONESIA.CO – Kesuksesan penyelenggaraan ke – 16 Simposium, dan Workshop Internasional Estetika-Anti-aging Dunia (i-SWAM) 2025 menjadi penanda sejarah ihwal kemampuan Indonesia sebagai negara pemimpin kolaborasi.

Momen manis di akhir tahun yang heroik 2025, menjadi salah satu fase paling penting dalam sejarah perkembangan ilmu  estetika, dan anti-aging di tingkat global maupun nasional.

Lewat penyelenggaraan 3rd ISAM Annual Meeting 2025, dan 16th International Symposium & Workshop in Aesthetic Medicine (i-SWAM), Indonesia menegaskan kembali posisinya sebagai salah  satu poros penting dunia, dalam pengembangan kompetensi dokter, networking ilmiah  internasional, serta penguatan standar keselamatan pasien di bidang Aesthetic & Anti-Aging Medicine.

Pertemuan ilmiah kelas dunia ini diselenggarakan oleh International Society of Aesthetic
Medicine (ISAM) bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Estetika Indonesia
(PERDESTI), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan mitra akademik nasional yang berpartisipasi  Universitas Udayana, Bali, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi, Universitas  Tarumanagara, Jakarta.

ISAM merupakan organisasi yang dibentuk dengan tujuan untuk mengembangkan teknologi, berbasis kepada penelitian di bidang estetika -anti-aging untuk dedikasi hingga peningkatan pelayanan kesehatan, di bidang estetik, dan obat antipenuaan untuk umat manusia.

Organisasi yang lahir dari ide, serta gagasan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, dan keterampilan medis di bidang estetik, muaranya akan mendorong para dokter yang mengikuti seminar di bidang ini untuk mengembangkan pengetahuan, teknologi, keahlian dalam bidang estetika.

Gawe akbar i-SWAN yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang (5-7 Desember 2025)
menghadirkan lebih dari 200 pakar internasional, dan delegasi dari 44 negara. Ini adalah
capaian yang menjadikan i-SWAM sebagai salah satu simposium medis estetika terbesar di Asia.

Kabar baiknya ISAM Presidency berkembang pesat, tercatat sebanyak 44 negara yang ikut bergabung. ISAM sebagai organisasi internasional memasuki era pertumbuhan paling progresif sejak berdiri.

Presiden ISAM, Assoc. Prof. Dr. Teguh Tanuwidjaja, M.Biomed, menyampaikan bahwa tahun ini jumlah negara anggota bertambah hingga mencapai 44 Presidency.

“Tentunya merupakan cerminan semakin meningkatnya kebutuhan global terhadap standar kompetensi, kurikulum, dan regulasi berbasis sains dalam dunia estetika, dan anti-aging, “ucapnya.

Perwakilan Miss Aesthetic dari berbagai negara juru bicara tentang pentingnya ilmu aesthetic untuk meningkatkan kualitas, serta usia hidup manusia di seluruh dunia.(Foto: Wanitaindonesia.co)

Capaian Emas 2025

Lewat kiprah, dan perannya sebagai Presiden Dunia ISAM, Dokter Teguh sukses menginisiasi kehadiran i-SWAM di Argentina, dan Paraguay di tahun 2025.

Hal tersebut dimungkinkan karena hadirnya kolaborasi epik lintas negara yang menjadi keberlanjutan dari kesuksesan i-SWAM dalam mempertemukan para pakar dunia di bidang estetika medis, dalam satu platform ilmiah yang kolaboratif.

Pada penyelenggaraan i-SWAM di Argentina, Dokter Teguh menjadi pembicara utama. Pria humoris ini berbagi wawasan ihwal perkembangan  terbaru dalam estetika medis, dan teknologi antipenuaan.

“Lewat i-SWAM, kami memiliki cita-cita mulia untuk membentuk komunitas global yang berlandaskan pada pendidikan, etika, inovasi. Selain membawa i-SWAM ke berbagai negara, mereka juga memiliki fokus utama pada kualitas pendidikan, serta praktik estetika medis, “ujarnya.

Dokter Teguh juga menginisiasi hadirnya edisi satelit di Paraguay, yang menjadi momen penanda sejarah.  Kursus perdana bersama Dokter Teguh disambut antusias, diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai wilayah di Paraguay.

Lewat ISAM, pria dengan limpahan energi kreatif ini menggagas ide Miss Aesthetic International di Indonesia, yang kemudian dikembangkan di seluruh dunia. Lewat peran perwakilan representatif ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dunia tentang pentingnya ilmu aesthetic untuk meningkatkan usia hidup manusia di seluruh penjuru dunia.

Dalam pertemuan tahunan ISAM 2025, para Presiden ISAM dari seluruh negara anggota hadir secara langsung. Ini penanda ihwal kekuatan, solidaritas, dan keseriusan komunitas global dalam menyatukan arah kebijakan pendidikan, kredensial kompetensi, dan pertukaran ilmiah internasional.

Pertemuan monumental membahas  empat isu strategis, yang menjadi fokus utama diskusi global seperti  Implementasi i-SWAM Congress di masing-masing negara Presidency, sebagai upaya pemerataan akses pendidikan estetika-anti-aging.

Tak kalah penting dilaksanakannya Mutual Recognition of Credit Units, untuk membangun sistem kredit pendidikan internasional setara CME/CPD.

Selain dilakukan pula Global Visiting Professor Exchange Program, yang semakin mempercepat transfer  pengetahuan antarnegara.

Last but not least Ekspansi ISAM National Chapters untuk memperkuat kapasitas organisasi di tingkat regional.

Semua inisiatif yang telah dilakukan, diharapkan akan menjadi fondasi integrasi global kompetensi dokter estetika. Agar ke depan hadir standar keselamatan, dan kualitas layanan yang semakin seragam di seluruh dunia. (*)