WANITAINDONESIA.CO – Kebakaran yang mengakibatkan korban jiwa kembali terjadi di Jakarta kali dialami di salah satu rumah toko (ruko) di kawasan Cempaka Baru, Jakarta.
Sebanyak tujuh orang dilaporkan tewas akibat kebakaran di ruko Terra Drone di Jalan Suprapto, Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Kebakaran semula di lantai satu, lalu merambat hingga ke atas dan beberapa pegawai lari ke atas hingga terjebak. Informasi juga menyebut 21 orang terjebak dan 15 berhasil dievakuasi.
Saat ini petugas masih melakukan evakuasi terhadap para korban kebakaran baik yang selamat, luka, maupun meninggal.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menunjukkan bahwa dalam satu tahun terakhir (terutama selama periode 2023 hingga 2024), hubungan pendek arus listrik atau korsleting secara konsisten menjadi penyebab utama mayoritas insiden kebakaran.
Berdasarkan data yang dihimpun, angka kejadian kebakaran di Jakarta mencapai ratusan hingga ribuan kasus, dengan objek yang paling sering terdampak adalah rumah tinggal dan bangunan semi permanen.
Banyak dari kasus korsleting listrik mengindikasikan bahwa sumber api seringkali berasal dari dalam rumah itu sendiri. Hal ini berkaitan erat dengan kondisi instalasi listrik yang sudah tua, penggunaan alat elektronik yang berlebihan, dan praktik penumpukan steker pada satu stop kontak (overload).
Tips Mencegah Kebakaran
- Untuk menekan angka kebakaran, peningkatan kesadaran dan tindakan preventif dari masyarakat sangat penting. Berikut adalah tips pencegahan kebakaran, khususnya yang berkaitan dengan penyebab utama di Jakarta:
- Jangan Overload Stop Kontak: Hindari menumpuk steker pada satu stop kontak atau menggunakan sambungan kabel “T” secara berlebihan.
- Gunakan Peralatan Standar: Pastikan semua kabel, steker, dan peralatan listrik yang digunakan memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) dan tidak rusak atau retak.
- Cabut Alat Elektronik: Cabut steker alat elektronik (seperti setrika, pengisi daya, TV, kipas angin) saat tidak digunakan atau sebelum meninggalkan rumah dalam waktu lama.
- Periksa Instalasi Berkala: Lakukan audit dan perbaikan instalasi listrik rumah Anda secara berkala (direkomendasikan setiap 5 tahun sekali) oleh teknisi listrik berlisensi.
- Sedangkan di dapur periksa kondisi selang dan regulator gas. Pastikan selang kompor gas tidak retak dan regulator terpasang dengan benar. Gunakan regulator yang memiliki pengaman otomatis jika memungkinkan.
- Jangan pernah meninggalkan kompor saat sedang memasak.
- Jauhkan bahan mudah terbakar seperti kain lap, kertas, plastik dari kompor dan sumber panas lainnya.
- Buatkan area merokok khusus di area terbuka yang aman dan jauh dari bahan mudah terbakar. Pastikan puntung rokok padam sepenuhnya sebelum dibuang ke asbak yang tidak mudah terbakar.
- Hindari membakar sampah meskipun di pekarangan, terutama saat musim kemarau dan angin kencang, karena api mudah merambat.
- Sediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di rumah atau tempat usaha, khususnya di dekat dapur atau panel listrik. Pastikan APAR mudah diakses dan masih berfungsi.
- Pasang detektor asap di area vital rumah untuk peringatan dini.
- Buat rencana evakuasi dan tetapkan titik kumpul yang aman di luar rumah, terutama bagi penghuni gedung bertingkat. (Gdi)

