WANITAINDONESIA.CO – Pendekatan edukasi pernikahan bagi generasi muda kini tidak lagi bisa dilakukan dengan cara yang kaku dan terlalu teoretis. Menjawab tantangan zaman, Kementerian Agama (Kemenag) sukses memikat perhatian generasi milenial dan Gen Z melalui cara yang sangat interaktif, salah satunya lewat kompetisi digital. Pendaftaran Lomba Video Tepuk Sakinah resmi ditutup dengan antusiasme luar biasa, berhasil menjaring sebanyak 103 karya video kreatif dari berbagai pelosok Indonesia.
Kompetisi ini terbagi menjadi dua kelompok yang cukup sengit, yakni 56 karya dari kategori Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 47 karya dari kategori masyarakat umum. Saat ini, seluruh video yang masuk sedang berada dalam proses penilaian intensif untuk memilih mana yang paling kreatif dan mampu menyampaikan pesan mendalam dengan cara yang paling seru.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, Ahmad Zayadi, dalam keterangannya, Selasa, mengungkapkan bahwa lomba ini merupakan langkah inovatif untuk memperkuat ketahanan keluarga sekaligus menekan angka perceraian di Indonesia sejak usia muda.
Menurutnya, format bimbingan untuk remaja usia sekolah, usia nikah, hingga bimbingan keluarga tidak boleh dikemas terlalu berat. Segala materi edukasi harus dibuat lebih seru, mudah diingat, dan praktis untuk diterapkan dari A sampai Z dalam kehidupan sehari-hari.
Di era di mana ruang publik sangat terbuka digital, Kemenag menyadari bahwa kreativitas menjadi kunci utama agar program edukasi tidak membosankan. Sebuah program bimbingan tidak harus mahal, melainkan wajib memiliki unsur kebaruan agar relevan dengan dinamika masyarakat modern.
Lewat kreasi video pendek yang menyenangkan seperti Tepuk Sakinah ini, diharapkan pesan tentang pentingnya membangun rumah tangga yang harmonis bisa tersampaikan dengan cara yang lebih aesthetic dan melekat di ingatan para calon pengantin muda.





