WanitaIndonesia.co, Jakarta -Tak sekedar tinggi dan menjadi penyebab kematian terbesar, kanker payudara di Indonesia telah berkembang ke taraf yang sangat mengkhawatirkan.
Selain wanita, kaum pria juga bisa mengindap kanker payudara. Sekmen usia penderitanya kian beragam mulai dari 14 tahun, hingga di atas 70 tahun, dari perempuan muda, menikah dan punya anak, hingga lansia.
Hal ini tentunya mengundang keprihatinan sejumlah pihak. Salah satunya produsen pembalut ternama di Indonesia Uni-Charm.
Dalam memeringati Bulan Kanker Payudara Sedunia Charm mengaungkan kampanye terbaru ‘Ayo SADARI Setelah Menstruasi’ guna menyebarkan literasi pentingnya gerakan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) kepada konsumen Charm yang mayoritas adalah Wanita Indonesia.
Yuji Ishii Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk menyampaikan “Melalui sosialisasi pada kemasan pembalut dengan slogan ‘Ayo SADARI Setelah Menstruasi’ Charm menyadari upaya kolaborasi yang dilakukan bersama pemerintah, serta organisasi non pemerintah dapat memberikan pemahaman baru tentang kondisi penyakit kanker payudara yang menjadi masalah kesehatan serius dunia, khususnya bagi Wanita Indonesia.
Kemudian muncul kesadaran masyarakat untuk meminimalisir risiko terjadinya kanker payudara dengan cara yang mudah, serta murah yaitu melakukan SADARI, “ujarnya.
“Kolaborasi Charm dengan YKPI diantaranya menyusun program edukasi tentang SADARI guna berkontribusi pada 0 Penemuan Kanker Payudara Stadium Lanjut yang merupakan kami dalam menerapkan kebaikan kecil dalam kehidupan sehari-hari dengan memastikan
kehidupan yang sehat, serta mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia, “pungkas Yuji Ishii.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan dr. Maxi Rein Rondonuwu menyampaikan, “Kanker payudara merupakan jenis kanker penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan mudah, caranya rutin Melakukan SADARI dan SADANIS (Periksa Payudara Klinis) guna Menuju 0 Penemuan Kanker Payudara Stadium Lanjut yang menjadi konsen kita bersama. Berharap Charm dapat terus berkolaborasi bersama pemerintah dan YKPI untuk mensosialisasikan gerakan SADARI.
Ahli Onkologi, Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI) dr. Walta Gautama mengatakan sebanyak 70% kanker payudara di Indonesia terdeteksi pada stadium lanjut. Hal ini menyebabkan penanganan, serta pengobatan menjadi kian sulit karena sel kanker telah menyebar ke organ dalam tubuh. Agar tidak terkena atau mengetahui sejak awal, penting bagi Wanita Indonesia untuk melakukan SADARI secara berkala pada hari ke 7 hingga ke 10, setelah hari pertama menstruasi, atau melakukan pada tanggal tertentu bagi yang sudah menopause, “paparnya.
Di penghujung acara Charm memberikan donasi kepada YKPI yang diwakili oleh Ketua Umum YKPI Linda Agum Gumelar untuk membantu gerakan SADARI melalui aktivitas Pink Ribbon. (RP).

