
WANITAINDONESIA.CO – Keberhasilan luar biasa baru saja diukir oleh putra-putri daerah dari Bumi Sukowati. Meski baru seumur jagung, angkatan pertama SMA Unggulan Rushd membuktikan bahwa mimpi besar dapat melampaui sekat wilayah dengan keberhasilan lima siswanya menembus beasiswa bergengsi untuk berkuliah di mancanegara.
Prestasi bersejarah ini diraih melalui program Beasiswa Garuda dari Pemerintah Indonesia, sebuah skema bantuan biaya pendidikan yang sangat kompetitif dan hanya diperuntukkan bagi talenta terbaik bangsa.
Kelima penerima manfaat tersebut adalah Karunia Excelsia, El Kayla Banani, Najmakayla Shafaa Ditia Raharjo, Andi Fayyaz Rizq, dan Faiz Raihan Rasyad.
Mereka tidak hanya membawa pulang beasiswa, tetapi juga telah mengantongi surat penerimaan dari berbagai perguruan tinggi kelas dunia.
Langkah kaki para siswa ini akan berpijak di kampus-kampus ternama seperti Universitas Toronto di Kanada, Universitas Queensland dan Universitas New South Wales (UNSW) Sydney di Australia. Tak ketinggalan, ada pula yang bersiap menuju Universitas Wageningen dan Riset di Belanda hingga Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa sistem pendidikan menyeluruh berlandaskan nilai progresif yang diterapkan sekolah mampu membuahkan hasil manis dalam waktu singkat.
Kepala Sekolah SMA Unggulan Rushd, Eko Supriyanto dalam keterangannya, Rabu, mengungkapkan rasa haru sekaligus bangganya atas perjuangan para anak didik tersebut.
Ia menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari perjalanan tiga tahun yang penuh pengabdian, baik dari sisi siswa, orang tua, maupun jajaran tenaga pendidik yang tidak pernah berhenti menanamkan rasa percaya diri.
“Kami selalu menanamkan kepada seluruh sivitas akademika bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar jika dibarengi kerja keras, integritas, dan kerendahan hati. Beasiswa ini adalah wujud nyata dari sebuah dedikasi yang tak terhenti,” tutur Eko Supriyanto dengan penuh syukur.
Sekolah yang berlokasi di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ini memang dirancang sebagai sekolah berasrama (boarding school) yang memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum Cambridge (kurikulum standar internasional dari Inggris). Lembaga ini didirikan oleh Achmad Zaky, sosok putra daerah yang juga dikenal sebagai pendiri salah satu platform dagang daring (e-commerce) terbesar di tanah air.
Sosoknya yang visioner ingin memastikan anak-anak daerah memiliki akses pendidikan berkualitas yang mampu mencetak para pembawa perubahan (changemakers) bagi masyarakat luas.
Melalui kurikulum yang mengintegrasikan kecerdasan akademik dengan pembentukan watak kepemimpinan, sekolah ini aktif membangun jejaring internasional guna memperluas cakrawala para siswanya. Keberhasilan angkatan pertama ini diharapkan menjadi lentera inspirasi bagi generasi selanjutnya untuk terus berani mengejar cita-cita setinggi langit.
Hari itu di sudut Sragen, binar mata kelima siswa tersebut seolah merangkum sejuta harapan baru. Di balik koper yang mulai dikemas dan paspor yang siap stempel, tersimpan doa tulus dari para guru dan orang tua yang merelakan anak-anaknya terbang jauh demi kembali sebagai pahlawan bagi bangsanya kelak. (Gdi)




