Kenyang di Kembang Goeyang

Cinta lewat setangkup Roti Bakar. Foto: Wanitaindonesia.co

WANITAINDONESIA.CO – Mendapat tawaran makan di resto baru siapa yang sanggup menolaknya?

Tawaran simpatik itu datang dari salah seorang sahabat Wanitaindonesia.co. Dia Jurnalis senior lifestyle juga food enthusiast sekaligus pemimpin komunitas lifestyle, yang kerap merekomendasikan tempat kuliner baru, jika varian sajiannya layak untuk di-review.

Sejawat tersebut kerap merekomendasikan Wanitaindonesia.coke para partner pelaku usaha oekuliner, agar usahanya bisa dijadikan insprirasi pemberitaan.

Tentu saja dengan syarat dari Wanitaindonesia.co tentang kriteria ihwal kuliner layak review, yakni sajiannya khas otentik, plating yang menarik, ambience unik serta nilai plus lainnya seperti harga affordable.

Alasan layak, menjadi upaya Wanitaindonesia.codalam memberikan hak ke pembaca, ihwal pengayaan kuliner, terlebih saat ini kuliner menjadi gaya hidup di Indonesia. Dan Jakarta menjadi melting pot terdepan dari ragam lini kuliner Nusantara, Fushion, dan kuliner asing.

Resto baru tersebut berada di lokasi prestisius Jakarta, Sarinah. Melting pot terbaik di Indonesia bagi masyarakat Indonesia serta masyarakat internasional.

Namun demikian, Wanitaindonesia.co tak serta-merta percaya. Harus ditelisik dahulu siapa persona di balik usaha kuliner tersebut. Setelah yakin akan nama besar dari keberadaan resto baru tersebut, kami buru-buru melipir ke sana.

Chairman of the Board Kembang Goeyang, Faizal Admodirdjo, penerus legacy bisnis kuliner orang tuanya, ekspansi ke Sarinah lewat kuliner peranakan. Foto: Wanitaindonesia.co

Sentuhan Personal Lily Admodirdjo

Kembang Goeyang sudah terlihat menarik dari luar resto. Sentuhan personal terlihat nyata dari ambience artistik. Kesan hommy begitu kental, karena sang pemilik dikenal memiliki selera tinggi dalam menghadirkan sebuah konsep resto kepada foodies. Lantai keramik pilihan, furnitur serta pernak-pernik interior koleksi pribadi di tata detail, dan personal. catchy kesemuanya terinspirasi oleh budaya Nonya (peranakan Cina).

Chairman of the Board Kembang Goeyang, Faizal Admodirdjo merupakan generasi kedua yang terjun meneruskan usaha kuliner orang tuanya Lily Admodirdjo.

Bagi jurnalis kuliner senior serta para pelaku industri kuliner Indonesia, persona Lily Admordirdjo merupakan pengusaha yang tak pernah gagal dalam menghadirkan konsep sebuah restoran, yang lekat dengan style masyarakat urban.

Ibu yang terampil mematut diri dengan keramahan natural serta sangat menghargai mitranya, sukses membesarkan restoran Kembang Goela, dan Meradelima yang ikonik. Lekat dengan sajian Nusantara serta Peranakan.

Baca Juga :  Ramen dan Sushi Berkonsep Fusion Lengkapi Destinasi Kuliner Bogor

Lewat seni memasak, passion di bidang kuliner, seleranya yang sangat tinggi ihwal kuliner juga didukung akan wawasan pada sajian Nusantara serta Nonya (Peranakan Melayu -Cina), membuat seluruh menu yang disajikan di restoran Kembang Goela, dan Meradelima nyata otentik serta terjamin kelezatannya.

Faizal Admodirdjo menceritakan kehadiran Kembang Goeyang menjadi perpanjangan lini usaha kuliner sebelumnya Kembang Goela, dan Meradelima. “Konsep resto mengacu ke style peranakan namun dibuat casual, mengingat lokasi serta target market kami kalangan Milenial, dan Gen-Z. Namun demikian kami juga menarget sekmen keluarga yang ingin melewatkan beragam momen makan di sini.”

Sesaat jelang waktu makan siang, berada di Kembang Goeyang serasa kembali ke dalam mesin waktu. Ambience resto lekat dengan nuansa peranakan. Elemen dekorasi area depan resto terlihat mencolok dengan tampilan kebaya encim, dan sarung batik buketan 3 negeri yang ditata di dalam frame. Lantai resto hingga langit-langitnya serta detail penataan meja kursi dipilih dari material berkualitas. Lekat dengan sentuhan personal Lily Admodirdjo.

Roti Chanai Kari Ayam salah satu signature dish Kembang Goeyang. Foto: Wanitaindonesia.co

Kelana Rasa Kuliner Peranakan

Walau merupakan konsep kuliner hawker food yang tersaji dalam jumlah mencapai ratusan menu, Faizal mengaku telah memilah serta memilih menu untuk tamu-tamunya, dengan menyelaraskan waktu makan.

Ada sajian untuk sarapan, menu makan siang hingga waktu makan malam. Tentu disela ketiga waktu makan tersebut hadir konsep afternoon tea, ritual ngopi yang menjadi lifestyle masyarakat urban.

Daftar menu dicetak bolak-balik di selembar kertas, berfungsi sebagai place match. “Yang mendesain lembaran menunya adalah putra saya. Dia memiliki background pendidikan desain grafis, “ucap Faisal ke Wanitaindonesia.co

Terdapat ratusan pilihan menu yang telah dikelompokan ke dalam jenisnya. Catchy karena ditulis dengan ejaan tempo doeloe seperti Tjemil-tjemilan, Goreng-gorengan, Makanan Oetama, Hidangan Penoetoep, Kopi-kopian, Jus murni, Wedang, Teh, dan lain sebagainya.
Walau terbilang banyak, Faizal menjamin ketersediaan seluruh menu akan selalu ada setiap harinya.

Baca Juga :  Serabi Kuah

Kelana rasa di Kembang Goeyang, Wanitaindonesia.co awali dengan varian roti isi serta roti toping. Menggunakan England bread, terlihat nyata tangkupan besar roti tersaji menggugah selera.

Aroma khas harum sedap menyergap indera penciuman, yang tersaji lewat olahan Roti Bakar Telur Keju, Roti Bakar Srikaya, Roti Bakar Kelapa Gula Jawa, Roti Bakar Moka Nougat. Alternatif selain Roti Bakar, pengunjung bisa menikmati Roti Chanai Kari Ayam.

“Roti sebaiknya disantap selagi hangat, karena teksturnya masih terasa lembut dengan varian isi serta saus pelengkap yang lezat, “saran Faisal.

Varian roti inspiratif hadir dari toping kelapa gula merah. Unik khas Kembang Goeyang, menguar aroma harum sedap dari kelapa parut segar, menyatu dengan juruh (larutan gula merah kental). Rasanya seperti unti untuk isian kue Bugis ataupun Dadar.

Di sini pengayaan kuliner pengunjung menjadi yang utama, Kembang Goeyang mampu mempertahankan konsistensi kesegaran kelapa parut yang mudah rusak jika tak di-treatment dengan baik.

Bihun Laksa Singapore tak pernah gagal memuaskan selera foodies dengan tekstur creamy, beraroma rempah nan lembut hadirkan harmoni rasa pedas, dan gurih. Foto: Wanitaindonesia.co

Signature Dish

Menu berikut Roti Chanai Kari Ayam Roti. Unggul dari tekstur luar roti yang kering renyah, bagian dalamnya terasa lembut elastis, dan berlapis-lapis. Kuncinya ada pada penggunaan bahan premium yang dipadukan dengan teknik pengadonan yang tepat. Aroma roti tercium harum sedap khas mentega.

Kari Ayam spesial terlihat berwarna merah muda, dengan kekentalan sedang. Di dalamnya berisi dada ayam yang dipotong dadu. Walau bumbu kari-nya tak terasa garang di lidah, sajian ini menjadi satu dari banyak signature dish Kembang Goeyang. Gen-Z menjadi penikmat terdepan

Saran dari Wanitaindonesian.co kuah kari akan tersaji sempurna jika ditambahkan wangsui, untuk memperkuat cita rasanya.

Penggemar Nasi Goreng Kampung segera melipir ya!, rasanya juara! Tekstur Nasi Goreng terlihat kering sedikit berminyak, dengan warna kecokelatan menggoda selera. Cita rasa istimewa hadir dari penggunaan bumbu yang terbilang berani. Isinya berupa ayam suwir.

Sarapan dengan Bubur Ayam bisa Anda lewatkan di sini dalam setiap waktu makan! Alasannya simpel, Buburnya lezat dengan tekstur creamy nan khas. Kaldunya gurih diracik dengan bahan natural serta toping khas. Jika Anda hanya memesan bubur, percayalah satu mangkuk tak cukup buat Anda!

Baca Juga :  Rumah Indofood Jadi Magnet Jakarta Fair Kemayoran 2026, Belanja hingga Kuliner dalam Satu Tempat

Menu berikutnya Asem-Asem Iga. Iga berdaging tebal tersaji dengan kuah cokelat panas mengepul. Hadir harmoni rasa asam, manis, dan pedas nan istimewa.

Penggunaan larutan asam jawa serta irisan tomat hijau menjadi statement kuliner asem-asem, yang terasa spesial dinikmati di saat cuaca panas.

Selain bewarna cokelat, khasanah kuliner Asam-Asam Iga mengenal penyajian kaldu bening. Citarasa asam dihasilkan dari penggunaan belimbing wuluh serta tomat hijau, tanpa larutan asam jawa. Rasanya lebih segar, dan light.

Puas bersantap di Kembang Goeyang atau Anda hanya ingin rehat sejenak, Kembang Goeyang menjadi pilihan utama di Sarinah. Lekat dengan suasana hommy dengan area santap di dalam serta belakang resto, yang merupakan konsep makan out-door.

Lantas minuman serta cemilan apa yang mampu membangun suasana hommy tersebut? Aneka racikan kopi, dan teh terbilang beragam seperti Es Kopi Gula Aren, Iced Salted Caramel Latte serta Kopi Tarik. “Pesan deh Ice Mont Blanc, minuman kopi dingin yang memadukan cold brew dengan toping krim lembut! Untuk racikan teh tak kalah beragam. Rekomendasi Wanitaindonesia.co Teh Poci, dan Es Teh Peach.

Plot-twist dari Kenyang di Kembang Goeyang, Wanitaindonesia.coterkesima dengan jajan pasar yang “tersembunyi” di bagian belakang resto. Terlihat nyata tampilan serta tekstur kue bercirikan kelezatan alami.

Sayangnya display kue di area belakang ini tak terlalu menarik. Wanitaindonesia.co menyarankan untuk mendisplay aneka jajan pasar tersebut di luar atau di area depan bagian dalam resto, agar mudah dilihat tamu ketika masuk.

Kembang Goeyang
Lantai Dasar Gedung Sarinah di
Buka – Tutup: 10.00 WIB – 22.00 WIB
Minggu (Car Free Day) : 07.00 WIB – 22.00 WIB. (*)