Site icon Wanita Indonesia

Kennyjacta, Ern, dan Dochi Sadega: Tentang Kejujuran, Persahabatan, dan Babak Baru dalam Bermusik

Bukan sekadar soal warna musik atau kolaborasi baru, tetapi tentang keberanian menengok ke dalam diri, memikirkan ulang cara bercerita lewat lagu, dan menghadirkan karya yang terasa lebih personal.

WANITAINDONESIA.CO – Ada fase dalam hidup dan juga dalam bermusik di mana seseorang berhenti sekadar ingin terdengar baik, lalu mulai berani terdengar jujur. Fase itulah yang kini tengah dijalani Kennyjacta.

Musisi muda ini memasuki babak baru dalam perjalanan kreatifnya. Bukan sekadar soal warna musik atau kolaborasi baru, tetapi tentang keberanian menengok ke dalam diri, memikirkan ulang cara bercerita lewat lagu, dan menghadirkan karya yang terasa lebih personal. Sebuah langkah dewasa yang lahir dari proses refleksi panjang.

Perjalanan ini tak ia lalui sendirian. Kenny memilih berjalan bersama dua sosok yang punya tempat istimewa dalam hidupnya: Ern yang sebelumnya dikenal dengan nama Crimentine dan Dochi Sadega, vokalis band Pee Wee Gaskins. Ketiganya dipersatukan bukan hanya oleh musik, tetapi juga oleh persahabatan dan kesamaan fase hidup. Kolaborasi mereka dijadwalkan rilis dalam waktu dekat, menjadi penanda penting dari arah baru yang ingin dituju Kennyjacta.

“Aku ingin mencoba sesuatu yang baru, tanpa kehilangan karakterku,” ujar Kenny, menggambarkan keinginannya untuk tumbuh tanpa meninggalkan jati diri.

Kedekatan Kenny dan Ern tumbuh dari obrolan-obrolan panjang tentang musik, kehidupan, dan segala hal di antaranya. Dari ruang yang terasa aman dan tanpa tekanan itulah ide-ide mengalir secara organik. Tidak ada tuntutan untuk tampil sempurna, hanya keinginan untuk saling jujur dan saling mendengar.

Bagi mereka, bekerja bersama bukan sekadar menyatukan nada dan lirik. Proses ini menjadi ruang berbagi pengalaman, perasaan, dan sudut pandang yang lahir dari fase hidup yang serupa. Kedekatan personal membuat proses kreatif terasa lebih terbuka—dan justru di situlah keindahan karya itu tumbuh.

Ern pun merasakan hal yang sama. Keterlibatannya dalam proyek ini menjadi momen reflektif, sekaligus ajakan untuk berdiri lebih tegak dengan identitasnya sendiri. Ia mengakui, di fase ini, kejujuran menjadi nilai yang tak bisa lagi ditawar.

“Di lagu ini saya ingin lebih jujur. Karena ternyata melelahkan menjadi people pleaser. Jadi kalau tidak mau, ya bilang tidak mau,” ungkap Ern, lugas namun penuh makna.

Seiring proses berjalan, proyek ini terus berkembang dan membuka pintu bagi perspektif baru. Atas inisiatif tim A&R Sony Music, kolaborasi pun diperluas dengan melibatkan Dochi Sadega. Kehadirannya memberi warna berbeda sebuah sentuhan yang memperkaya perjalanan kreatif ketiganya.

Untuk urusan produksi, Kenny kembali mempercayakan karyanya kepada Silverzone, kolaborator lama yang telah memahami arah bermusiknya. Silverzone menjadi jembatan yang menerjemahkan proses personal ini ke dalam karya yang matang, utuh, dan relevan.

Di balik kolaborasi ini, ada cerita tentang keberanian untuk berubah, tentang persahabatan yang tumbuh seiring waktu, dan tentang kejujuran pada diri sendiri. Sebuah pengingat bahwa dalam hidup dan juga dalam berkarya menjadi apa adanya adalah bentuk kekuatan yang paling indah. (Srv)

Exit mobile version