Katadata Luncurkan KESGI: Dasbor Berbasis AI untuk Pantau Komitmen ESG Perusahaan

Peluncuran KESGI (Katadata ESG Insight) yakni dasbor yang mampu menghimpun dan menganalisis data Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan-perusahaan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (6/4/2026). Gdi

WANITAINDONESIA.CO – Tren bisnis kini tak lagi hanya soal mengejar profit semata. Di tengah meningkatnya kesadaran akan kelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi tolok ukur utama sebuah perusahaan dianggap sukses dan kredibel.

Mendukung percepatan ekonomi hijau ini, Katadata melalui Katadata Green resmi meluncurkan KESGI (Katadata ESG Insight) di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (6/4). KESGI hadir sebagai dasbor pintar yang menghimpun dan menganalisis data ESG perusahaan-perusahaan di pasar modal dengan bantuan panel ahli dan kecerdasan buatan (AI).

Mungkin bagi sebagian kita, istilah ESG terdengar teknis. Namun, dampaknya sangat nyata bagi kehidupan sehari-hari, mulai dari bagaimana perusahaan mengelola limbah hingga bagaimana mereka memperlakukan karyawannya.

CEO Katadata, Metta Dharmasaputra, mengungkapkan bahwa ekonomi hijau adalah kunci bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Tanpa sektor ini sebagai pendorong baru, akan sulit mencapai target pertumbuhan ekonomi yang ambisius,” ujarnya.

Namun, tantangan di lapangan tidaklah mudah. Banyak perusahaan masih kesulitan dalam mengumpulkan data kuantitatif dan menghadapi keterbatasan sumber daya manusia. Di sinilah KESGI hadir sebagai solusi praktis.

Dari Data Menjadi Keputusan Yang Cerdas

Heri Susanto, Chief Content Officer Katadata, menjelaskan bahwa KESGI Dashboard dirancang agar data-data ESG yang rumit menjadi lebih mudah dipahami. “KESGI mengubah data menjadi insight, dari sekadar kepatuhan regulasi menjadi dasar pengambilan keputusan yang mantap,” jelas Heri.

Menariknya, KESGI memiliki kerangka penilaian yang sangat detail, mencakup:
1. Tiga pilar utama terdiri atas lingkungan, sosial, dan tata kelola.
2. Lima belas topik strategis mulai dari dari emisi karbon hingga keberagaman di tempat kerja.
3. Seratus lebih indikator yang memberikan gambaran transparan kinerja perusahaan.

Ke depannya, akan diluncurkan pula Katadata ESG-50 Leader Index, sebuah daftar referensi bagi para investor untuk melihat 50 perusahaan di bursa saham dengan standar ESG terbaik. Ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi pada perusahaan yang “sehat” secara finansial sekaligus ramah lingkungan.

Senada dengan hal tersebut, Jeany Hartriani selaku Deputy Head of Katadata Green menekankan bahwa ESG seharusnya bukan sekadar laporan di atas kertas, melainkan menjadi prinsip kepemimpinan dalam operasional perusahaan.

Acara peluncuran bertema “ESG untuk Akselerasi Dekarbonisasi & Bisnis Hijau” ini juga diwarnai dengan penandatanganan kerja sama dengan berbagai mitra strategis, seperti East Ventures hingga Rekosistem. Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat memperluas adopsi praktik keberlanjutan di berbagai sektor industri di Indonesia.

Bagi investor ritel, kehadiran platform seperti KESGI memberikan rasa aman dan transparansi. Kini, investor punya data untuk memilih dan mendukung perusahaan yang benar-benar peduli pada masa depan bumi dan generasi mendatang. (gdi)