WANITAINDONESIA.CO – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI). Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo, yang dikenal dengan nama Subagyo HS, meninggal dunia pada Senin, 19 Oktober 2026, di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta.
Subagyo HS mengembuskan napas terakhir pada pukul 16.20 WIB dalam usia 80 tahun. Kabar wafatnya mantan petinggi TNI AD tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, sebagaimana diberitakan ANTARA dan sejumlah media nasional.
“Betul, kita semua berduka atas kepulangan beliau dan sama-sama kita doakan semoga husnulkhatimah,” kata Muhammad Nas, seperti dikutip ANTARA.
Kepergian Subagyo HS menjadi kehilangan bagi keluarga besar TNI. Semasa berdinas, almarhum dikenal sebagai salah satu perwira yang menduduki sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI AD, termasuk Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) dan Kepala Staf Angkatan Darat.
Pernah Memimpin Kopassus Subagyo HS merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Magelang tahun 1970. Karier militernya berkembang melalui berbagai penugasan hingga dipercaya memimpin Kopassus pada periode 1994–1995. Saat menjabat Danjen Kopassus, Subagyo menjadi atasan Prabowo Subianto yang ketika itu menjabat sebagai Wakil Komandan Jenderal Kopassus. Setelah masa kepemimpinannya berakhir, posisi Danjen Kopassus kemudian dilanjutkan oleh Prabowo.
Pengalaman memimpin pasukan khusus tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan karier militer Subagyo HS sebelum menduduki jabatan tertinggi di lingkungan TNI Angkatan Darat. Menjabat KSAD pada Masa Tiga Presiden Karier Subagyo HS mencapai puncaknya ketika ia dipercaya menjabat Kepala Staf Angkatan Darat pada Februari 1998 hingga November 1999. Masa jabatannya berlangsung pada periode perubahan kepemimpinan nasional, mulai dari pemerintahan Presiden Soeharto, Presiden B.J. Habibie, hingga Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Pengalaman tersebut menempatkan Subagyo sebagai salah satu tokoh militer yang menjalankan tugas kepemimpinan TNI AD dalam masa transisi penting sejarah politik Indonesia.
Setelah purnawirawan, Subagyo tetap berkiprah di lingkungan pemerintahan. Ia pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, periode 2015–2019.
Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jenazah Subagyo HS direncanakan dibawa ke Jakarta pada Selasa, 20 Oktober 2026, untuk dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.
Sebelum diberangkatkan ke Jakarta, jenazah almarhum direncanakan disemayamkan di rumah duka di kawasan Gondokusuman, Yogyakarta. Kepergian Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo menutup perjalanan panjang seorang prajurit yang pernah mengemban tanggung jawab penting dalam kepemimpinan TNI AD. Dedikasi dan pengabdiannya selama berdinas menjadi bagian dari catatan perjalanan institusi militer Indonesia.(den)

