Site icon Wanita Indonesia

Jangan Khawatir Harga Daging Naik, Bahan Makanan Ini Bisa Jadi Pengganti

Harga daging naik, tenang masih banyak solusinya.

WANITAINDONESIA.CO – Seperti diketahui menjelang hari besar keagamaan seperti Natal, maka harga kebutuhan daging baik itu sapi, kerbau, unggas, bahkan ikan mengalami kenaikan, sedangkan Pemerintah terkadang terlambat melakukan antisipasi.

Namun jangan khawatir berikut ada beberapa bahan makanan sebagai subtitusi apabila harga daging mengalami kenaikan tanpa harus mengurangi kandungan gizi dan nutrisi di dalamnya. Yang jelas tetap lezat.

Bahan-bahan pengganti daging ini tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga memberikan variasi menu yang kaya akan serat dan protein nabati, sehingga hidangan Nataru Anda tetap lezat dan sehat.

Berikut bahan makanan yang bisa menggantikan daging:

  1. Olahan kedelai (tahu dan tempe)
    Keunggulan: Kaya protein, murah, mudah didapat, dan sangat serbaguna dalam pengolahan. Tempe bahkan mengandung serat dan probiotik yang baik untuk pencernaan.
    Kandungan Protein: Tempe memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dan serat yang baik dibandingkan tahu.
  2. Jamur
    Keunggulan: Teksturnya kenyal dan berserat, memberikan sensasi “menggigit” yang mirip daging. Memiliki rasa umami (gurih) alami yang kuat.
    Jenis yang Populer: Jamur tiram, jamur kancing, jamur shitake, dan jamur portobello (yang besar, cocok untuk patty burger).
  3. Nangka muda
    Keunggulan: Sering digunakan sebagai pengganti daging dalam hidangan tradisional, seperti gudeg atau gulai. Teksturnya yang berserat saat dimasak mampu menyerap bumbu dengan baik.
    Catatan: Pilih nangka yang masih muda (belum matang) untuk tekstur yang optimal.
  4. Kacang-kacangan dan biji-bijian
    Keunggulan: Sumber protein dan serat yang baik.
    Contoh: Kacang merah (cocok untuk semur atau sup), lentil (biasa untuk sup atau kari), dan edamame (cocok sebagai camilan atau tambahan tumisan).
  5. Telur
    Keunggulan: Sumber protein hewani yang mudah didapat, harganya relatif stabil, dan sangat serbaguna untuk berbagai masakan.

Berikut masakan alternatif yang cocok untuk disajikan pada momen Natal dan Tahun Baru.

Anda bisa mengolah bahan-bahan pengganti di atas menjadi hidangan istimewa yang tetap meriah dan cocok dihidangkan saat kumpul keluarga:

  1. Tempe dan tahu
    Anda bisa membuat opor tahu tempe kuah putih yang merupakan versi klasik opor tanpa daging ayam/sapi. Kuahnya yang kental dan gurih tetap terasa mewah.

    Kemudian juga sate tempe manis atau bakso tempe. Tempe diolah menyerupai sate daging yang dibakar dengan bumbu manis, atau dibuat menjadi bakso yang direbus.

  2. Jamur
    Bahan makanan ini bisa dibuat pepes tahu jamur. Biasanya diolah dengan bumbu rempah dan dibungkus daun pisang, memberikan aroma wangi dan rasa yang kaya.
    Sate jamur tiram mengingat jamur jenis ini punya tekstur mirip serat ayam, cocok dibakar dengan bumbu kacang atau kecap.

    Steak jamur portobello dengan ukurannya yang besar maka bisa di-grill atau dipanggang dan disajikan dengan saus lada hitam/brown sauce, menjadi menu utama ala steak.

  3. Nangka muda
    Bahan pangan ini bisa diolah menjadi gulai khas Padang yang kaya rempah dan santan, rasanya tidak kalah lezat dan ‘berat’ dibandingkan gulai daging.
    Gori (nangka) bumbu kuning, tetap mengandalkan santan tetapi lebih ringan dan tetap beraroma.
  4. Telur
    Bahan pangan ini sebenarnya paling banyak dikreasikan tetapi sebagai ide bisa dibuat semur telur kecap dan telur berempah yang direbus dan dimasak dengan bumbu semur yang kaya rempah dan manis kecap, cocok untuk hidangan utama.
    Bisa juga dibuat balado/pindang. Olahan dengan bumbu pedas atau bumbu kecap malah membuatnya lebih awet dan meriah.

Di DKI Jakarta, kenaikan daging telah diantisipasi lewat BUMD Dharma Jaya pada awal Desember, yang menjamin ketersediaan stok protein hewani di Jakarta akan super aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Termasuk kalau terjadi pembelian secara besar-besaran.

Stok di DKI mencakup daging sapi 1.000 ton, daging ayam 500 ton, dan ikan lebih dari 300 ton. (Gdi)

Exit mobile version