WanitaIndonesia.co, Jakarta – Lebih dari satu abad sejak pertama kali diperkenalkan di Jerman pada tahun 1922 oleh Beiersdorf, Hansaplast telah menjelma menjadi nama yang sangat akrab di hati masyarakat global, termasuk Indonesia. Masuk ke Tanah Air sejak tahun 1929 dengan nama Handyplast, Hansaplast bukan sekadar plester luka—tetapi simbol dariperawatan, perlindungan, dan inovasi yang terus berkembang mengikuti zaman.
“Hansaplast menjadi salah satu plester perekat pertama di pasaran, dan sejak awalkehadirannya di Indonesia, kami terus berkembang untuk menjadi lebih dari sekadar plester,” ujar Yosephine Carolline, Senior Brand Manager Hansaplast.
Hingga tahun 2025, Hansaplast telah mantap memposisikan diri sebagai market leader dalamkategori perawatan luka. Produk-produknya tak lagi terbatas pada plester, tetapi juga merambah ke antiseptik, salep, dan inovasi perawatan luka lainnya. Pertumbuhan inididorong oleh kepercayaan masyarakat terhadap kualitas Hansaplast yang telah teruji selamapuluhan tahun.
“Pertumbuhan Hansaplast didukung oleh kualitas terpercaya baik dari produksi lokal maupunimpor. Semua produk kami juga telah tersertifikasi halal, dan kami menjadi pionir dalamedukasi digital kepada konsumen,” jelas Yosephine.
Di tengah persaingan merek di kategori yang sama, Hansaplast unggul dalam beberapa aspekkunci: brand awareness yang tinggi, rangkaian produk yang lengkap, dan kualitas yang takdiragukan. Ini menjadi fondasi kuat yang membedakan Hansaplast dari para kompetitor.
Namun yang membuat Hansaplast semakin relevan dengan generasi saat ini adalahkemampuannya merangkul dunia digital. Dalam era di mana kepercayaan dan edukasi datangdari layar gawai, Hansaplast hadir secara aktif di berbagai platform digital seperti media sosial, YouTube, dan melalui kolaborasi dengan influencer.
“Popularitas di ranah digital sangat membantu dalam meningkatkan brand awareness dan kepercayaan. Konsumen yang teredukasi lebih percaya pada brand dan mampu melakukanswamedikasi dengan benar terhadap kondisi luka mereka,” jelasnya.
Strategi digital Hansaplast bukan sekadar hadir, tetapi berinovasi secara konsisten. Konten-konten yang dibangun selalu mengikuti tren dan disesuaikan dengan karakteristik audiensIndonesia. “Kami melakukan revamp komunikasi secara berkala dan menyusun strategi media sosial yang kuat, agar selalu relevan dan engaging.”
Kesuksesan strategi ini tentu tidak lepas dari tim yang solid di balik layar. Yosephinemenekankan pentingnya kolaborasi, adaptasi terhadap tren, dan mendengarkan suarakonsumen sebagai bagian dari proses. “Kami selalu melibatkan tim secara aktif, mendengarkan feedback konsumen, dan terus belajar dari perkembangan media sosial di Indonesia.”
Lalu apa kunci utama kesuksesan Hansaplast di tengah persaingan dan dinamika pasar digital yang cepat berubah? Menurut Yosephine, ada tiga hal yang dilakukan Hansaplast, yakniedukasi, inovasi dan kualitas.
“Edukasi, inovasi, dan kualitas. Tiga hal inilah yang terus kami pegang untuk menjagarelevansi dan kepercayaan masyarakat terhadap Hansaplast,” tegasnya.
Dengan semangat terus berinovasi dan menjaga kualitas, Hansaplast membuktikan bahwabrand yang telah berumur nyaris satu abad pun bisa tetap relevan selama tidak berhentimendengar, belajar, dan berkembang bersama konsumennya. (wib)