Site icon Wanita Indonesia

Ini Yang Dilakukan PLN UID Jaya Untuk Kenalkan Listrik Kepada Anak-Anak

Suasana seru dan ceria mewarnai kegiatan saat siswa-siswi SDIT Al Muhajirin mencoba miniatur PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu). Rasa ingin tahu yang tinggi terlihat dari semangat anak-anak dalam mengikuti setiap sesi edukasi yang diberikan.

WANITAINDONESIA.CO – Ruang kelas yang biasanya diisi dengan hafalan rumus dan teori seketika berubah riuh oleh gelak tawa dan antusiasme ratusan pasang mata anak-anak. Di balik keceriaan tersebut, ada sebuah misi besar yang sedang ditanamkan ke dalam benak para penerus bangsa, yaitu tentang bagaimana memperlakukan energi dalam kehidupan sehari-hari. Langkah nyata ini dihadirkan oleh PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pondok Kopi yang secara konsisten memperkuat edukasi kelistrikan kepada masyarakat melalui program PLN Goes To School. Kali ini, kegiatan edukatif yang interaktif tersebut menyapa para siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Muhajirin guna menyebarkan virus peduli energi.

Mengenalkan seluk-beluk dunia kelistrikan kepada usia anak-anak tentu membutuhkan pendekatan yang tidak biasa agar pesannya benar-benar meresap. Mengangkat tema besar mengenai pengenalan energi listrik sebagai penjaga energi masa depan, kegiatan ini dikemas apik melalui berbagai permainan edukatif, diskusi ringan, serta penyampaian materi yang renyah dan mudah dipahami. Generasi muda ini diajak bertualang secara visual untuk mengenal panjangnya proses perjalanan arus listrik hingga bisa sampai dan menerangi rumah mereka. Tidak hanya itu, mereka juga dibekali pemahaman mengenai langkah-langkah sederhana namun krusial dalam menjaga keselamatan saat bersentuhan dengan peralatan elektronik di sekitar mereka.

Pentingnya mengenalkan fondasi pemahaman ini sejak dini ditegaskan langsung oleh pimpinan tertinggi PLN di wilayah ibu kota. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengungkapkan bahwa pemahaman yang baik tentang penggunaan listrik yang aman, efisien, dan bertanggung jawab harus dibentuk sejak masa kanak-kanak.

“Anak-anak adalah generasi yang akan menentukan masa depan energi Indonesia. Melalui program PLN Goes To School, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa listrik merupakan kebutuhan penting yang harus digunakan secara aman, hemat, dan bijak. Dengan pemahaman sejak dini, kami berharap lahir generasi yang peduli terhadap keberlanjutan energi dan lingkungan,” ujar Moch. Andy Adchaminoerdin.

Lebih dari sekadar pengguna di masa depan, anak-anak sebenarnya memiliki posisi yang sangat strategis dalam struktur sosial terkini. Mereka kerap menjadi agen perubahan kecil yang mampu memengaruhi kebiasaan di dalam rumah tangga maupun di lingkungan sekolah. Melalui kepolosan dan pengetahuan baru yang mereka dapatkan, anak-anak bisa menjadi pengingat yang efektif bagi orang dewasa di sekitarnya untuk tidak memboroskan daya.

Pandangan tersebut diamini oleh Manager PLN UP3 Pondok Kopi, Ari Tirtaprawita, yang melihat adanya potensi besar dari keterlibatan aktif para siswa ini dalam membangun budaya baru yang lebih hijau.

“Anak-anak bukan hanya pengguna listrik di masa depan, tetapi juga penjaga energi bangsa. Dengan mengenalkan pentingnya keselamatan dan efisiensi (efficiency) energi sejak dini, kita sedang menyiapkan generasi yang lebih peduli, bijak, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan energi untuk Indonesia yang lebih maju,” kata Ari Tirtaprawita menekankan.

Inisiatif jemput bola yang dilakukan oleh perusahaan setrum negara ini pun memanen apresiasi tinggi dari pihak institusi pendidikan. Kepala Sekolah SDIT Al Muhajirin menyatakan bahwa metode pembelajaran kelistrikan yang dihadirkan secara menarik ini memberikan cakrawala baru bagi para anak didiknya, sekaligus secara otomatis menumbuhkan kesadaran kolektif untuk lebih bijak bersikap terhadap energi.

Ketika bel sekolah berbunyi menandakan waktu pulang, anak-anak tersebut tidak hanya membawa pulang buku pelajaran di dalam tas mereka. Ada sebuah tanggung jawab baru yang kini tumbuh di dalam dada mereka sebagai penjaga energi masa depan, yang siap memastikan lampu-lampu di rumah menyala hanya saat dibutuhkan demi bumi yang lebih baik.

Exit mobile version