Ingin Manfaatkan Pekarangan, Berikut Lima Tanaman Bernilai Ekonomi

Lahan pekarangan rumah yang kosong dapat dimanfaatkan untuk tanaman yang memiliki nilai ekonomi.

WANITAINDONESIA.CO – Terkadang pemilik rumah yang memiliki pekarangan terbatas masih bingung ingin ditanami apa yang selain membuat suasana menjadi lebih sejuk juga bisa bernilai ekonomi.

Jangan khawatir berikut lima tanaman yang bisa menjadi ide untuk mengisi pekarangan yang terbatas. Untuk cara bertanamnya juga tidak terlalu sulit, terpenting harus telaten untuk menyiraminya.

Tanaman ini juga bernilai ekonomis dalam arti dapat memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari atau bahkan menjadi sumber penghasilan tambahan.

  1. Cabai (Cabai Rawit/Merah Keriting)
    Mengapa Ekonomis?Harga cabai cenderung fluktuatif dan sering melonjak, menjadikannya komoditas yang selalu dicari. Kebutuhan rumah tangga dan usaha kuliner terhadap cabai sangat tinggi dan stabil.Cara menanamnya melalui proses penyemaian benih cabai pada media campuran tanah, kompos, dan sekam bakar (1:1:1) di polybag kecil atau tray semai. Letakkan di tempat teduh.Penanaman: Setelah berumur 3-4 minggu dan memiliki 4-6 helai daun sejati, pindahkan bibit ke pot atau polybag besar (lebih atau sama dengan 30 cm) yang sudah diisi media tanam yang sama. Perawatannya juga mudah siram rutin 1-2 kali sehari, pastikan media tanam lembap tapi tidak tergenang.Letakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung minimal 6-8 jam.Lakukan pemupukan susulan dengan pupuk NPK setiap 2-3 minggu sekali.
  2. Tomat
    Tomat merupakan sayuran serbaguna yang permintaannya selalu tinggi, baik untuk konsumsi langsung, masakan, maupun industri makanan. Masa panennya relatif cepat (60-85 hari). Cara menamamnya serupa dengan cabai melalui proses semai. Penanaman dengan memindahkan hasil semai ke pot atau polybag besar. Perawatannya diberi tiang penyangga (ajir) sejak awal tanam karena batang tomat cenderung lemah saat berbuah. Siram secara teratur dan pastikan mendapat sinar matahari penuh. Berikan pupuk NPK secara berkala. Jangkan lupa untuk memangkas tunas air (tunas yang tumbuh di ketiak daun) agar nutrisi fokus ke pembentukan buah utama.
  3. Jahe dan Kunyit (Tanaman Obat/Rempah)
    Jahe dan kunyit termasuk kategori Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sehingga memiliki harga jual tinggi, terutama jahe merah. Keduanya diminati sebagai bumbu dapur, minuman herbal, hingga bahan baku obat tradisional.Cara Menanam juga mudah dengan memakai rimpang yang sudah memiliki mata tunas aktif. Tanam rimpang ke dalam karung, pot, atau polybag besar yang sudah diisi media tanam (campuran tanah, kompos, sekam). Timbun rimpang sedalam 5-10 cm. Tempatkan tanaman di lokasi yang teduh namun tetap mendapat sinar matahari pagi. Siram rutin, jaga kelembapan tanah, tapi hindari genangan. Tanaman ini sudah dapat dilakukan setelah 8-12 bulan, ditandai dengan mengeringnya daun.
  4. Bawang Daun
    Bawang daun memiliki pasar yang stabil dan hampir selalu dibutuhkan dalam setiap masakan. Cocok untuk lahan terbatas dan memiliki siklus panen yang cepat (sekitar 60 hari). Untuk menanamnya bisa menggunakan biji, namun cara paling cepat adalah menanam kembali bagian bonggol sisa dapur. Tanam bonggol bawang daun yang masih ada akarnya di pot atau wadah vertikal. Pastikan 2/3 bagian bonggol tertutup media tanam. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari yangn cukup. Kemudian siram secara teratur, jaga tanah agar tidak terlalu basah. Tanaman ini dipanen dengan cara memotong daunnya (sisakan sedikit di bagian pangkal) agar tunas baru bisa tumbuh kembali.
  5. Tanaman Herbal Daun (Daun Mint, Daun Basil, Seledri)
    Bernilai ekonomi karena gampang tumbuh dan banyak dicari untuk pelengkap masakan western, minuman, dan hiasan (garnish). Nilai jualnya di pasaran sering lebih tinggi per ikat/gram dibanding sayuran biasa. Biasanya ditanam memakai pot-pot kecil atau sistem bertingkat (vertikultur). Media tanam subur dan gembur. Daun mint dan basil ditanam dari stek batang. Tancapkan stek batang yang sudah dipotong (tanpa daun bawah) langsung ke media tanam. Sedangkan untuk seledri ditanam langsung dari biji yang disemai atau sisa bonggol akar. Tanaman ini dirawat dengan rutin disiram dan harus terkena sinar matahari. Namun beberapa (seperti mint) bisa tumbuh baik di tempat yang agak teduh. Untuk panen dipotong bagian daun yang dibutuhkan (panen parsial) untuk merangsang pertumbuhan tunas baru.
Baca Juga :  63,5% Konsumen Mengaku Digital Payment Jadi Cara Baru Bertransaksi

Dengan pemilihan tanaman yang tepat dan teknik budidaya yang sederhana, lahan pekarangan di rumah Anda dapat bertransformasi menjadi sumber pangan dan pendapatan yang berkelanjutan. (Gdi)

Baca Juga :  Jakarta IP Market 2025 Resmi Dibuka Wagub DKI: Perkuat Posisi Jakarta sebagai Hub Lisensi Asia Tenggara