
WANITAINDONESIA.CO – Harvey Malaihollo menggelar konser bertajuk Im Still Here di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan pada 17 Oktober 2025. Konser ini menjadi saksi perayaan 50 tahun perjalanan karier bermusi musik Harvey Malaihollo.
Suasana penuh kehangatan, haru, dan kenangan mengalir sepanjang malam, menyambut sang legenda yang tetap bersinar di usia senjanya.
Harvey membuka konser dengan lagu klasik “Pengertian” ciptaan Alex Kembar Group. Sentuhan nostalgia langsung terasa sejak nada pertama terdengar. Suasana kian semarak saat “Katakan Saja”, karya Yovie Widianto, dibawakan dan disambut riuh tepuk tangan dari para penonton yang memadati venue.

Tidak hanya tampil solo, Harvey juga mempersembahkan sejumlah momen spesial yang memperlihatkan kedekatannya dengan keluarga dan penerusnya di dunia musik. Momen haru hadir ketika penyanyi Mikha Tambayong, keponakan Harvey, naik ke panggung untuk berduet dalam lagu “September Pagi”.
Keintiman konser ini semakin terasa saat kedua putra Harvey, Joshua dan Ben Malaihollo, ikut tampil membawakan lagu “Terima Kasih Cinta”, menciptakan nuansa keluarga yang menyentuh hati para penonton.
“Bahagia yang tidak bisa terlukiskan, bisa berkolaborasi sama teman-teman di sini, khususnya adik saya, sahabat saya, ada Mikha juga, lalu young talent Indonesian singers, lengkap. Thank you semuanya,” ucap Harvey kepada wartawan usai konser.
Kejutan tersaji di atas panggung ketika Harvey Malaihollo menyampaikan ucapan terimakasih sekaligus ucapan cinta kepada sang istri, Lolita Malaihollo. Menurut Harvey, ini merupakan kali pertamanya mengucapkan cinta untuk Lolita di hadapan orang banyak.
“Saya bukan orang yang romantis. Sampai-sampai di rumah beliau sering tanya, ‘kamu cinta nggak sih sama aku?’. Di panggung ini, untuk pertama kalinya, saya ingin mengutarakan perasaan saya untuk sahabat, partner kerja, dan pendamping hidup yang luar biasa,” ungkapnya.
Salah satu penampilan yang juga mencuri perhatian adalah kolaborasi antara penyanyi cilik Arika dan pemain harpa ternama Maya Hasan dalam lagu “Permata Hatiku”. Suara merdu Arika dan petikan harpa yang lembut menciptakan suasana magis yang sulit dilupakan.
Sebagai penutup konser, tampil Piche Kota, finalis Indonesian Idol Season 13 yang berdarah Ambon. Ia menutup malam dengan dua lagu penuh makna: “Kota Ambon” dan “Waktu Hujan Sore-Sore”, menandai akhir konser dengan semangat dan rasa syukur.
Bagi Maya Hasan, konser ini bukan sekadar perayaan musik. “Nggak tahu kenapa it’s very homey (nyaman). Saya habis main sempat nangis dan bersyukur,” ungkapnya. Ia menyebut ini sebagai “intimate concert” dan salah satu konser terbaik yang pernah ia ikuti.
Hal serupa juga dirasakan oleh Mikha Tambayong, yang menyebut bahwa konser ini merupakan bagian dari perjalanan hidupnya.
“Tentunya sudah diwakili oleh orang hebat di samping-samping saya. Betapa bangganya kami bisa menjadi bagian dari milestone. Luar biasa. Legenda musik Indonesia. Living legend. Dan orang yang menginspirasi saya dari saya baru lahir sampai sekarang,” ungkap Mikha dengan bangga.
Istri dari Deva Mahendra itu bahkan mengenang kembali kenangan masa kecilnya lewat lagu-lagu pamannya. “Karena very homey, jadi mengingatkan lagu-lagu yang saya pikir sudah familiar dan hapal, ternyata mengingatkan saya sama ibu saya, nenek saya, semua,” lanjutnya. (GIE)




