WANITAINDONESIA.CO – Suasana di pusat-pusat perdagangan komoditas kebutuhan pokok pada Selasa, 6 Oktober 2026, kembali memperlihatkan pergerakan angka yang dinamis. Berdasarkan pantauan resmi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dikelola oleh Bank Indonesia, terdapat pergeseran harga pada 21 komoditas pangan utama yang menjadi perhatian masyarakat di berbagai daerah.
Fluktuasi yang paling menyita perhatian terjadi pada komoditas bumbu dapur, khususnya kelompok hortikultura. Cabai merah keriting mencatatkan kenaikan tertinggi hingga menyentuh angka Rp118.150 per kilogram di tingkat pedagang eceran, disusul oleh cabai rawit merah yang berada di kisaran Rp101.550 per kilogram. Di sisi lain, harga bawang merah ukuran sedang cenderung melandai di angka Rp37.200 per kilogram, sementara bawang putih ukuran sedang bertahan relatif stabil pada Rp38.900 per kilogram.
Sementara itu, untuk komoditas sumber karbohidrat, beras kualitas medium I tercatat berada pada tingkat harga Rp16.600 per kilogram dan beras kualitas super I berada di kisaran Rp17.950 per kilogram. Sektor protein hewani juga menunjukkan dinamika tersendiri; daging sapi kualitas 1 bertahan pada angka Rp152.550 per kilogram, sedangkan daging ayam ras segar dapat diperoleh masyarakat pada kisaran harga Rp41.700 per kilogram. Kebutuhan dasar lainnya seperti gula pasir kualitas premium berada di angka Rp20.400 per kilogram, dan minyak goreng kemasan bermerek 1 dipasarkan seharga Rp26.150 per liter.
Merespons pergerakan harga kebutuhan pokok tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas inflasi serta kelancaran distribusi komoditas pangan di seluruh wilayah nusantara.
Bank Indonesia terus memperkuat sinergi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Pemerintah Pusat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) guna memastikan kelancaran pasokan serta keterjangkauan harga komoditas pokok bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pergerakan harga komoditas hortikultura yang melonjak tajam ini dinilai sebagai dampak langsung dari faktor musiman dan kendala cuaca yang memengaruhi hasil panen di daerah sentra produksi. Kendati beberapa bahan baku dapur merangkak naik, stabilitas harga komoditas karbohidrat dan protein seperti beras serta daging menunjukkan bahwa efektivitas rantai pasok nasional masih terjaga. Langkah sinergi pengawasan pasokan menjadi kunci penting agar lonjakan harga tidak meluas dan merusaknya daya beli masyarakat secara umum.
Bagaimana dengan ketersediaan dan tingkat harga komoditas bahan pokok di pasar terdekat wilayah Anda hari ini?. (gdi)

