Wanitaindonesia.co, Jakarta – Forum Pendongeng Nasional (FPN) menggandeng Dompet Dhuafa dalam sebuah gerakan kemanusiaan bertajuk Aksi Nasional #FPN4Palestine. Melalui kolaborasi ini, para pendongeng dari berbagai wilayah di Indonesia menghimpun donasi untuk disalurkan melalui Dompet Dhuafa, sebagai lembaga kemanusiaan terpercaya. Kegiatan peluncuran aksi tersebut digelar pada Rabu, 7 Mei 2025, dengan menghadirkan sejumlah pendongeng serta relawan seperti Chiki Fawzi, Kak Rona Mentari, Kak Rian Hamzah, Kak Yono, Kak Ojan dan Ata, serta Kak Agus DS. Acara ini dipandu oleh Taufan Yusuf Nugroho.
Deputy Direktur Corporate Secretary Dompet Dhuafa, Dian Mulyadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, terutama anak-anak yang menjadi korban konflik berkepanjangan.
“Ini menjadi isu penting terkait kemanusiaan, tiada henti kabar buruk terus memayungi warga Palestina, khususnya anak-anak. Mereka tidak bisa bebas bermain dan tertawa, hidup dengan tekanan dan cekaman bom bom dari Zionis terus menggempur tiada henti. Dompet Dhuafa banyak kegiatan terus menyuarakan aksi kemanusiaan bagi Palestina, hingga diberikan kepercayaan oleh Kemenlu untuk mendorong komitmen kolaborasi kemanusiaan bagi Palestina,” ujar Dian.
Perwakilan FPN, Kak Ozan, menyatakan bahwa forum ini terdiri dari ribuan relawan yang berasal dari puluhan komunitas di seluruh Indonesia. FPN ingin terus menunjukkan keberpihakan terhadap isu kemanusiaan, terutama yang menyangkut anak-anak. Kesamaan nilai antara FPN dan Dompet Dhuafa menjadi dasar kuat untuk menjalin sinergi.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Nia menyebut bahwa kegiatan pembuka yang dilakukan hari ini merupakan awal dari rangkaian aksi yang akan terus berlanjut, termasuk pada tanggal 15 Mei 2025 yang bertepatan dengan peringatan tragedi Nakba.
“Mudah-mudahan bisa dinikmati oleh anak-anak seluruh Indonesia, dan akan mencakup 100 titik dari Sabang hingga Merauke. Dan melibatkan lebih dari 100 relawan,” tambah Kak Nia.
Sementara itu, Syamsul Ardiansyah selaku Manajer Aliansi Strategis Dompet Dhuafa menyoroti bahwa penghapusan sejarah dan budaya Palestina menjadi salah satu target utama dari penjajahan Israel.
“Penghapusan sejarah dan budaya menjadi target utama dari Israel. Anak-anak sebagai penerus bangsa Palestina menjadi ancaman serius bagi Israel,” ujarnya.
Senada dengan itu, Direktur Pendidikan Al Syukro Universal, Cici Kurniasih M.Pd, berharap dunia pendidikan mampu menjadi alat untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini.
“Melalui pendidikan, diharapkan menjadi pelecut di masa depan yang terus menyuarakan Palestina. Sehingga anak-anak terus tertanam akan pentingnya rasa kemanusiaan dan terbangun rasa kepedulian untuk sesama yang kuat,” ucap Cici. (Adv)

