Site icon Wanita Indonesia

Fokus 7 Poin Krusial, Tata Kelola Alat dan Obat Kontrasepsi di Kota Sabang Terus Diperkuat

Kegiatan diskusi partisipatif dan pembinaan bersama mitra layanan yang diinisiasi Tim KBKR dan Pengelola Gudang Alokon BKKBN Aceh di Kota Sabang, Aceh, Jumat (2/10/2026). (Foto: Dok BKKBN)

WANITAINDONESIA.CO — Langkah memperkuat tata kelola Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) Kota Sabang, Aceh, terus digencarkan. Salah satunya melalui diskusi partisipatif dan pembinaan bersama mitra layanan, Jumat (2/10/2026). Upaya ini untuk memastikan stok kontrasepsi tersedia dan pelayanan KB berjalan lancar.

Kegiatan yang diinisiasi Tim Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) dan Pengelola Gudang Alokon Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh ini melibatkan kepala puskesmas dan penanggung jawab KB, Praktik Mandiri Bidan (PMB), klinik swasta, PKB/PLKB, serta Dinas Kesehatan dan KB Kota Sabang.

Fokus penguatan meliputi tujuh poin krusial yaitu perencanaan kebutuhan, penerimaan, penyimpanan, pencatatan, pelaporan, hingga distribusi Alokon di fasilitas kesehatan.

Menurut Tim Bina KBKR BKKBN Aceh Roslindawati, penyimpanan satu pintu di instalasi farmasi sanggat penting.

“Alokon diharapkan disimpan secara satu pintu pada instalasi farmasi agar pengelolaan, pencatatan, pemantauan stok, serta pengawasan masa kedaluwarsa dapat dilakukan dengan lebih baik,” ujar Roslindawati

Ia melanjutkan, Alokon kedaluwarsa harus dimusnahkan oleh Dinas Kesehatan sesuai prosedur dan sepengetahuan BPKAD agar tertib secara administratif dan pengelolaan aset.

Sementara, pada penguatan materi yang disampaikan Darwis dari BPKAD Sabang, terungkap dalam tata kelola Alokon, setiap barang yang masuk harus jelas sumber dan jumlahnya, sedangkan barang yang keluar wajib dicatat dan didukung administrasi lengkap.

“Saldo administrasi harus sesuai kondisi fisik di lapangan,” jelas Darwis.

Dukungan juga disampaikan Bidang Farmasi Dinkes Sabang, Fera Safera.

“Pada prinsipnya kami menyambut baik apabila seluruh Alokon dapat disatukan dan dikelola melalui instalasi farmasi, sehingga pengelolaan dan pemantauan stok menjadi lebih tertib,” ujar Fera.

Adapun Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan KB Sabang, Rinaldi Syahputra berharap, kegiatan ini memperkuat koordinasi.

“Kami berharap pengelolaan Alokon dapat berjalan lebih tertib, efektif, dan akuntabel serta mendukung kelancaran pelayanan KB bagi masyarakat,” katanya.

Pengelola Gudang Alokon BKKBN Aceh, Zulfikar, menekankan optimalisasi Sistem Informasi Rantai Pasok Alokon (SIRIKA).

“Pendistribusian Alokon harus sesuai kebutuhan dan kondisi stok di setiap fasilitas, sehingga ketersediaan terpantau dan pelayanan KB tetap berjalan baik,” ujar Zulfikar. (Yud)

Exit mobile version