Film Pendek Gen Z Ubah Bahaya Jalan Raya Jadi Tren Media Sosial

Yayasan AHM memperkuat edukasi safety riding bagi generasi muda melalui kampanye kreatif dan kompetisi konten digital. (Yayasan AHM)

WANITAINDONESIA.CO — Indonesia mencatat hampir satu nyawa melayang setiap jam akibat kecelakaan lalu lintas, dengan kelompok pelajar dan mahasiswa menyumbang hampir 40 persen dari total korban. Untuk mengubah cara pandang generasi muda terhadap keselamatan berkendara, Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) berkolaborasi dengan Katadata menggelar kampanye “Stay Alive for The Next Chapter” yang mengemas pesan safety riding lewat konten digital kreatif.

Diikuti penyerahan penghargaan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Rabu (9/9), inisiatif ini mengajak kreator Gen Z menyampaikan pesan keselamatan jalan raya melalui film pendek dan video media sosial. Kampanye yang berlangsung selama Mei hingga Juli 2026 ini berhasil menghimpun 340 karya di Instagram, TikTok, dan YouTube, serta menjangkau lebih dari 1,7 juta penonton.

Baca Juga :  Ria Ricis Tak Bisa Jauh dari Sambal dan Keripik saat Syuting Film Assalamualaikum Beijing 2: Lost in Ningxia

“Membangun budaya keselamatan itu bukan usaha yang gampang; harus melibatkan banyak pihak dan dilakukan secara berkesinambungan,” ujar Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin. “Kami merancang short movie contest melalui kanal media sosial untuk memperluas jangkauan pesan, sehingga semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya keselamatan berkendara.”

Data Korlantas Polri mencatat lebih dari 152 ribu kecelakaan lalu lintas sepanjang 2024 dengan korban meninggal dunia melebihi 27 ribu orang, di mana sepeda motor mendominasi lebih dari 200 ribu kejadian. Kelompok usia 6–25 tahun menyumbang porsi kecelakaan tertinggi, yakni mencapai 39,48 persen.

Baca Juga :  Film Mendadak Dangdut Hadir dengan Versi Modern, Anya Geraldine Didapuk Gantikan Titi Kamal

Pihak kepolisian menegaskan bahwa mayoritas kecelakaan fatal berawal dari perilaku berisiko yang sebenarnya dapat dicegah. Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat Ditlantas Polda Metro Jaya, Sri Indira Purnamawati, menyoroti bagaimana kebiasaan kecil kerap berujung fatal. “Merasa tidak keren menggunakan helm, karena ribet, atau karena terlalu dekat, merasa tidak akan kecelakaan. Ternyata kemudian terjadi kecelakaan,” tutur Indira, seraya menegaskan bahwa penegakan hukum harus berjalan seiring dengan edukasi publik secara masif.

Salah satu karya terbaik dihasilkan oleh Fahri, peserta asal Depok yang memenangkan kategori umum lewat film pendek mengenai bahaya penggunaan ponsel saat berkendara. “Saya mencoba menyuarakannya lewat visual, sehingga pesan disampaikan secara tersirat tapi tetap dikemas secara relevan,” ungkap Fahri. Sementara itu, Iqbal Bahi dari Universitas Siber Asia meraih juara kategori mahasiswa melalui karya berjudul Pulang dengan Selamat.

Baca Juga :  Pertemanan di Media Sosial, Yang Besar Bukan Berarti Lebih Baik

Lingkungan pendidikan juga mengambil peran penting untuk mengubah edukasi kreatif ini menjadi kebiasaan sehari-hari. Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNJ, Hadi Nasbey, menyampaikan bahwa kampus perlu membentuk kebiasaan yang berpihak pada keamanan, sehingga menciptakan lingkungan berkendara yang aman bagi diri sendiri maupun orang lain. (Gdi)