WANITAINDONESIA.CO – Sebuah temuan mengejutkan dari riset terbaru Katadata Insight Center (KIC) membalikkan anggapan lama tentang perilaku belanja masyarakat Indonesia, khususnya kelas menengah. Ternyata, godaan harga murah tidak lagi mempan!
Hasil riset bertajuk “Indonesia Middle Class in Motion: Smarter Choice, Wiser Spending” menunjukkan bahwa konsumen kini jauh lebih cerdas, reflektif, dan mementingkan nilai jangka panjang.
Hasil riset memperlihatkan 65,7% responden tegas memilih kualitas produk yang tahan lama ketimbang harga yang murah, 55,7% memprioritaskan kegunaan produk, dan 52,7% mencari manfaat tambahan yang diberikan.
Fakhridho Susilo, Direktur Eksekutif KIC, dalam acara Trend Maker Summit 2025, menjelaskan bahwa tren ini adalah sinyal bahwa ‘nilai’ saat ini didefinisikan oleh fungsionalitas dan ketahanan produk, bukan sekadar daya tarik harga sesaat. Kelompok kelas menengah B bahkan menunjukkan penekanan yang lebih kuat pada kegunaan, pertimbangan lingkungan, dan nilai uang secara keseluruhan.
“Kegunaan lebih diutamakan daripada daya tarik harga. Nilai didasarkan pada apa yang tahan lama dan apa yang berfungsi,” ungkap Fakhridho.
Bentuk Ulang Masa Depan
Kelas menengah Indonesia—segmen konsumen terbesar yang menjadi denyut nadi perekonomian—sedang mendefinisikan ulang gaya hidup mereka. Setelah menghadapi inflasi dan “kelebihan digital” setahun terakhir, mereka mulai fokus pada keseimbangan, nilai, dan makna. Pilihan mereka saat ini adalah cetak biru masa depan ekonomi dan budaya Indonesia.
Tak hanya itu, konsumen cerdas ini juga semakin kritis terhadap brand dan citra. Riset menemukan 59% responden memilih merek yang menjunjung transparansi dan kejujuran dan 57% memilih produk yang benar-benar memenuhi kebutuhan.
Intinya, brand yang jujur, berguna, dan berkontribusi nyata (bahkan dengan peduli isu sosial/lingkungan – 37%) akan memenangkan hati konsumen, bukan lagi merek yang hanya mengandalkan citra kosong. Inilah saatnya brand berbenah, karena konsumen Indonesia sudah naik kelas! (Gdi)

