Refleksi Akhir Tahun Wanitaindonesia.co
WANITAINDONESIA.CO – Sebaik-baiknya muslim adalah mereka yang bertakwa di jalan Allah, saling nasihat menasehati di dalam kebajikan.
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali bagi orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal saleh. Dan nasehat, menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al ‘Ashr, Ayat 1-3).
Hal inilah yang dilakukan oleh mendiang Epy Kusnandar beberapa jam sebelum dia wafat pada Hari Rabu, (3/12, 2025), Pukul: 14.24, di RS Pusat Otak Nasional, Cawang-Jakarta.
Manakala tirai panggung kehidupannya hendak diturunkan, dan jiwanya akan kembali dengan menapak di keabadian, Epy Kusnandar bin Erning Sutarsa merupakan sosok selebritas, yang masih kuat berpegang teguh kepada iman Islam, aqidah yang menjadi suluh bagi hidup, serta kehidupannya. Juga bagi mereka yang menjadi bagian dari inner circlenya.
Diceritakan oleh isterinya Karina Ranau, hanya beberapa jam berpulang, Alm. Epy masih menyempatkan diri untuk menyambangi tempat usahanya. Sebuah warung sederhana ‘Jukut Goreng Samali’, di kawasan Pasar Minggu, Jakarta.
Selain untuk melihat progres usaha kuliner rintisannya tersebut bersama isteri tercinta, Epy ingin bersilaturahmi. Tak ada yang tahu silaturahminya ini menjadi penanda sekaligus salam perpisahan dengan para karyawannya.
Dituliskan oleh Karina Ranu, Alm. suaminya Epy duduk di lantai bersama seluruh karyawan. Ia mengingatkan agar karyawannya itu tetap hidup selaras aqidah Islam.
Alert Bagi Umat Islam
“Kalian harus ingat, bahwa keseharian umat Islam lekat dengan pengawasan Rabb-nya. Pun dari pagi hingga malam. Saat bangun untuk memulai aktivitas hingga waktu malam saat akan beristirahat.”
“Apapun yang kita telah kerjakan, bahkan walau hanya sebatas niat, kesemuanya disaksikan, kemudian dicatat dengan teliti oleh kedua malaikat pencatat amalan kebaikan juga perbuatan buruk, Raqib, dan Atid.”
“Kita punya catatan, karena kita akan dicatat oleh kedua malaikat Raqib, dan Atid.
Tanpa disuruh, amalan-amalan kita itu sudah dicatat di Lauhul Mahfuz, “ucap Epy.
Bersyukur ketika sedang memberikan nasihat, Epy sempat divideokan. Ini menjadi ikhtibar bagi karyawan, circle, serta umat Islam semuanya agar nasihat kebaikan dari Alm.Epy Kusnandar bin Erning Sutarsa tak kan hilang seiring berlalunya waktu. Lewat legacy nasihat yang direkam, Inshaa Allah akan terus menjadi pengingat, penyemangat, upaya umat Islam untuk selalu memperbaiki diri.
Subhanallah Epy, walau sedang di penghujung maut dikarenakan beberapa jam kemudian ia wafat, Kang Mus masih sempat memberikan nasihat, amalan untuk yang hidup, dan mereka itu adalah karyawan, orang-orang yang juga menjadi tanggung jawabnya di dunia, dan akhirat.
Lalu siapakah Kariman Katibin yakni dua malaikat mulia Raqib, dan Atid yang selalu menyertai manusia, untuk mencatat setiap amalan umat Islam?
Allah telah menunjuk dua malaikat yang selalu hadir, dan tidak akan pernah meninggalkan manusia.
Keduanya bertugas mencatat seluruh perbuatan bahkan hingga perkataan manusia. Kedua malaikat ini yang dimaksud dalam firman Allah SWT.
Allah berfirman dalam Surat Al -Infithar ayat 10-12, artinya “Sesungguhnya bagi kamu ada malaikat pengawas yang mulia di sisi Allah. Mereka mencatat amal perbuatanmu. Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Malaikat Raqib berada di bahu kanan akan mencatat amal perbuatan baik, dan Malaikat Atid di bahu kiri akan mencatat amalan buruk manusia. Dikarenakan tak ada satupun yang luput dari pengawasan Allah SWT selama 24 jam.
Dan kita wajib untuk mempersiapkan diri dengan membawa banyak amal kebaikan.
Hal ini menjadi sangat penting, dikarenakan kelak kita akan dimintakan pertanggungjawaban di Yaumul Hisab atau di hari penghisaban.
Ini menjadi momentum pengingat, menggugah kesadaran bahwa setiap perbuatan, ucapan bahkan hanya niat sekalipun akan dicatat secara teliti. Bagi umat Islam yang beriman hal ini menjadi alert, agar lebih berhati-hati dalam berbuat, berbicara bahkan untuk meniatkan sesuatu, agar tak terjebak bujuk rayu napsu, dan godaan setan kepada perbuatan keji, dan mungkar. Umat Islam diingatkan agar lebih giat untuk terus meningkatkan keimanan.
Di penghujung hayat ihwal kehidupan mendiang Epy menjadi alert bagi umat Islam semua.
Pembaca Wanitaindonedia.co tentunya masih ingat tentang sabda Nabi Muhammad SAW kepada umatnya seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, “Ingat 5 Perkara sebelum datangnya 5 Perkara.” Sempat populer dan dibawakan menjadi sebuah lagu ‘Demi Masa’ oleh Group musik Nasyid asal Malaysia, Raihan.
“Ingat 5 Perkara sebelum 5 Perkara”
Sehat Sebelum Sakit
Muda Sebelum Tua
Kaya Sebelum Miskin
Lapang Sebelum Sempit
Hidup Sebelum Mati.
Nah ketika karirnya meredup, mantan pemain sinetron Preman Pensiun ini berujar ke isterinya untuk memanfaatkan waktu, sembari berharap menanti panggilan untuk shooting.
Epy bersama isterinya kemudian mendirikan warung makan sederhana Jukut Goreng Samali di kawasan Pasar Minggu.
Lewat ikhtiarnya ini, Epy dan isteri juga terketuk untuk memberikan asa bagi masyarakat yang saat ini masih banyak yang menganggur,
dengan bekerja pada usaha kuliner rintisan mereka.
Pun Epy sempat berucap “Alhamdulillah, ayah mampu menjalankan sabda Rasulullah yakni Sehat sebelum datangnya sakit, kaya sebelum datangnya miskin dengan menjalankan usaha rintisan di bidang kuliner. Allah berkenan membukakan pintu rezeki, saat Jukut Goreng Samali dibuka, usahanya langsung direspon positif pembeli.
Tak lama berselang, rezeki lainnya hadir. Epy di ‘calling’ untuk shooting kembali.
Upaya Epy, serta nasihatnya merupakan legacy, kiranya dapat menjadi pembelajaran hidup bagi seluruh umat Islam.
Ketika memilih Islam sebagai suluh kehidupan, tak peduli walaupun agama yang dianut merupakan warisan dari orang tua, atau karena hidayah Allah SWT dengan menjadi mualaf.
Apapun perbuatan kita, seperti amal kebaikan maupun perbuatan jahat, walau itu hanya berupa setitik debu, tentunya akan dicatat, dan beroleh ganjaran. Baik maupun buruk dari Allah. Jadi tak ada alasan untuk berkelit, terlebih berbohong karena pada masanya nanti mulut kita akan dikunci, dan panca indera kita akan bersaksi tentang apa yang dilakukannya.
“Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita ke mana saja dia melangkah
Tidak tahu kita
Akhirnya
Tanggung jawab tiba.” (lirik lagu Chrisye 1997 ‘Ketika Tangan dan Kaki Berkata’). (*)

