EIGER Nature Hadir di Bogor, Buka Peluang Kerja untuk 2.000 Warga Lokal

Kehadiran EIGER Nature menambah pilihan wisata alam bagi masyarakat yang ingin menikmati keindahan Bogor dengan pengalaman yang lebih dekat dengan lingkungan.

WANITAINDONESIA.CO – Menikmati keindahan alam sekaligus belajar mencintai lingkungan kini bisa menjadi pilihan aktivitas yang menarik bagi keluarga. EIGER Nature resmi diperkenalkan sebagai destinasi ekowisata di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan mengusung konsep petualangan, edukasi, dan pelestarian alam.

Tak sekadar menawarkan panorama pegunungan yang memanjakan mata, destinasi ini juga membawa misi pemberdayaan masyarakat. EIGER Nature menargetkan penyerapan hingga 2.000 tenaga kerja lokal seiring pengembangan investasi pada tahap berikutnya.

Mengusung tema Menjaga dan Merawat Alam, Bergerak Bersama untuk Indonesia, EIGER Nature diharapkan menjadi destinasi yang menghadirkan pengalaman wisata bermakna, sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyambut positif kehadiran destinasi tersebut. Menurutnya, wisata alam dan petualangan semakin diminati karena menawarkan pengalaman autentik serta kesempatan untuk lebih dekat dengan lingkungan.

“Saya menyambut baik inisiatif ini, terlebih ketika wisata alam dan petualangan semakin mendapat perhatian dalam pengembangan pariwisata dunia,” ujar Widiyanti saat menghadiri peluncuran EIGER Nature di Megamendung, Selasa (27/10/2026).

Tren tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian wisatawan terhadap keberlanjutan. Berdasarkan Agoda Sustainable Travel Survey 2026, sebanyak 93 persen wisatawan Indonesia mempertimbangkan aspek keberlanjutan ketika menentukan pilihan perjalanan.

Sementara itu, Indonesia Tourism Outlook 2026–2027 menempatkan wisata ramah lingkungan di peringkat ketiga dan wisata alam serta petualangan di posisi kelima dalam lima tren utama pariwisata Indonesia.

Bukan Sekadar Destinasi Wisata, tetapi Juga Peluang bagi Warga Lokal

Salah satu hal menarik dari pengembangan EIGER Nature adalah potensi dampaknya terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

Baca Juga :  LKC Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Defensive Driving bagi Jaringan Sehat Indonesia

Widiyanti mengungkapkan, destinasi ini telah mempekerjakan sekitar 600 warga lokal. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat hingga 2.000 orang melalui pengembangan investasi berikutnya.

“Tadi saya tanya dengan Bapak Ronny Lukito, ada 600 pekerja di sini adalah penduduk setempat dan mudah-mudahan dengan investasi tahap berikutnya bisa mencapai 2.000 orang,” tuturnya.

Peluang ini diharapkan membuka jalan bagi masyarakat Megamendung untuk terlibat lebih luas dalam industri pariwisata. Tak hanya melalui pekerjaan di kawasan wisata, pertumbuhan destinasi juga berpotensi menggerakkan usaha kuliner, UMKM, jasa pemandu, hingga berbagai layanan pendukung lainnya.

Bagi perempuan dan keluarga yang menjalankan usaha lokal, berkembangnya destinasi wisata juga dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan produk serta memperluas pasar. Meski demikian, besarnya manfaat ekonomi tersebut akan bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam kegiatan usaha dan pengelolaan destinasi.

Widiyanti mengatakan, pemerintah terus mendorong investasi pariwisata untuk mengembangkan destinasi baru, meningkatkan daya tarik wisata, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta menggerakkan perekonomian daerah.

Investasi sektor pariwisata nasional pada 2025 tercatat mencapai Rp73,56 triliun, meningkat 56,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada semester I-2026, nilainya mencapai Rp39,68 triliun atau tumbuh 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tanam 120 Ribu Pohon, Komitmen Menjaga Alam

Di tengah peluang ekonomi yang ditawarkan, pelestarian lingkungan menjadi bagian penting dalam pengembangan EIGER Nature.

Baca Juga :  Bupati Bogor Apresiasi Polri atas Pembangunan Rumah Ibadah Sebagai Wadah Pembinaan Moral Generasi Muda

CEO EIGER Nature, Ronny Lukito, menegaskan komitmen pengelola untuk berhati-hati dalam mengembangkan kawasan, terutama karena lokasinya berkaitan dengan zona pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Ronny menyebutkan, lahan yang digunakan untuk pembangunan saat ini sekitar 1,5 persen. Menurut keterangannya, ketentuan pemanfaatan yang berlaku memungkinkan penggunaan hingga 10 persen.

“EIGER Nature berjanji, berkomitmen akan sangat berhati-hati di dalam pengembangan, apalagi yang ada di kawasan hutan,” kata Ronny.

Sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan, pengelola mengaku telah menanam sekitar 120.000 pohon tegakan dan delapan juta tanaman penutup tanah.

EIGER Nature juga membangun sumur resapan dan kolam retensi untuk membantu mengendalikan limpasan air serta mendukung pengelolaan tata air di kawasan tersebut.

Upaya ini menjadi penting karena keindahan alam bukan hanya daya tarik yang dapat dinikmati hari ini, melainkan juga warisan yang perlu dijaga untuk generasi mendatang.

Karena itu, pengembangan ekowisata idealnya tidak berhenti pada penanaman pohon. Pengelolaan sampah, perlindungan keanekaragaman hayati, pengendalian dampak kunjungan, serta pemantauan kondisi ekosistem juga perlu dilakukan secara konsisten.

Dengan pengelolaan yang tepat, kegiatan wisata diharapkan dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Dibuka Bertahap Mulai 2 November 2026

Bagi pencinta wisata alam yang ingin mencari suasana berbeda dari rutinitas sehari-hari, EIGER Nature direncanakan mulai menerima kunjungan masyarakat secara bertahap pada Senin (2/11/2026).

Direktur EIGER Nature, Imanuel Wirajaya, mengatakan panorama pegunungan, termasuk pemandangan Gunung Pangrango, menjadi salah satu daya tarik utama destinasi tersebut.

Baca Juga :  Taman Safari Indonesia Resmikan Destinasi Wisata Baru di Puncak: Enchanting Valley, All-in-One Recreation, Dining, and Entertainment

“Aset utama dari EIGER Nature ini, kita selalu mengatakan, aset utama adalah alamnya,” ujar Imanuel.

Menurutnya, EIGER Nature tidak hanya dirancang sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai ruang untuk mengajak masyarakat lebih mengenal dan menghargai alam.

Konsep petualangan dan edukasi yang diusung diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Selain menikmati suasana pegunungan, masyarakat juga diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan dan mengenal kekayaan budaya Indonesia.

Peluncuran EIGER Nature turut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, serta Bupati Bogor Rudy Susmanto.

Kehadiran EIGER Nature menambah pilihan wisata alam bagi masyarakat yang ingin menikmati keindahan Bogor dengan pengalaman yang lebih dekat dengan lingkungan.

Pada akhirnya, keberhasilan destinasi ini tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung atau investasi yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat lokal merasakan manfaatnya dan kelestarian alam tetap terjaga. Sebab, wisata yang benar-benar bermakna adalah wisata yang memberikan pengalaman menyenangkan hari ini tanpa mengorbankan lingkungan untuk masa depan. (Ver)